Biologi Media Centre – Evolusi merupakan proses
perubahan makhluk hidup secara lambat dalam waktu yang sangat lama,
sehingga berkembang menjadi berbagai spesies baru yang lebih lengkap
struktur tubuhnya. Menurut teori evolusi, makhluk hidup yang sekarang
berbeda dengan makhluk hidup jaman dahulu. Nenek moyang makhluk hidup
sekarang yang bentuk dan strukturnya (mungkin) berbeda mengalami
perubahan-perubahan baik struktur maupun genetis dalam waktu yang sangat
lama, sehingga bentuknya jauh menyimpang dari struktur aslinya dan
akhirnyamenghasilkan berbagai macam spesies yang ada sekarang. Jadi
tumbuhan dan hewan yang ada sekarang bukanlah makhluk hidup yang
pertamakali berada di bumi, tetapi berasal dari makhluk hidup di masa
lampau.
Menurut Lamarck,
bagian tubuh makhluk hidup dapat berubah baik ciri, sifat, dan
karakternya karena pengaruh lingkungan hidupnya. Jika bagian tubuh dari
makhluk hidup selalu atau sering digunakan, maka bagian tersebut makin
lama dapat berubah sehingga sesuai untuk digunakan pada lingkungan
tersebut. Sebaliknya bagian tubuh yang tidak pernah atau jarang
digunakan lagi makin lama akan menghilang (rudimenter). Bagian tubuh
yang telah mengalami perubahan dan sudah sesuai dengan lingkungannya
dikatakan bagian yang telah beradaptasi pada lingkungan. Bagian yang
telah beradaptasi tersebut memiliki ciri atau karakter yang berbeda
dengan aslinya. Bagian ini dinamakan ciri atau karakter atau sifat
perolehan. Sifat perolehan tersebut akan diwariskan kepada keturunannya
dari generasi ke generasi. Demikianlah seterusnya sehingga suatu saat
nanti muncul makhluk hidup yang lebih maju daripada moyangnya. Teori
yang dikemukakan Lamarck tersebut dikenal dengan ‘use and disuse’.
Pendapat Lamarck mengenai panjang leher jerapah
Lamarck mengambil contoh mengenai panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang jerapah dahulu berleher pendek. Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan sedemikian rupa sehingga jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan mengambil daun-daun yang ada di pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun dipohon untuk dimakan, akibatnya leher jerapah tertarik, makin lama makin panjang. Akhirnya sifat perolehan yang baru yaitu leher panjang diwariskan pada generasi-generasi berikutnya sehingga jerapah sekarang berleher panjang.
Charles Darwin
adalah seorang naturalis berkebangsaan Inggris. Ia menyatakan bahwa
evolusi berlangsung karena adanya proses seleksi alam (natural
selection). Yang dimaksud seleksi alam adalah: proses pemilihan yang
dilakukan oleh alam terhadap variasi makhluk hidup di dalamnya. Hanya
makhluk hidup yang memiliki variasi sesuai dengan lingkungan yang bisa
bertahan hidup, sedang yang tidak sesuai akan punah. Organisme yang bisa
hidup inilah yang selanjutnya akan mewariskan sifat-sifat yang sesuai
dengan lingkungan pada generasi berikutnya.
Pendapat Darwin mengenai penjang leher jerapah
Sebagai pembanding dengan teori Lamarck, panjang leher jerapah dapat dijelaskan dengan teori Darwin sebagai berikut. Nenek moyang jerapah punya variasi panjang leher, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Karena terjadi bencana kekeringan, lingkunganpun berubah dan, berlangsunglah proses seleksi alam. Jerapah berleher pendek tidak dapat mencari makan dengan menjangkau daun-daun di pohon sehingga tidak bisa bertahan hidup. Sebaliknya jerapah berleher panjang tetap dapat memperoleh makanan dari daun-daun di pohon sehingga dapat bertahan hidup. Karena mampu bertahan hidup maka jerapah tersebut mampu berbiak dan mewariskan sifat adaptif yaitu leher panjang pada generasi berikut. Itulah sebabnya semua jerapah sekarang berleher panjang.
Teori yang di kemukakan Darwin sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
Untuk
membuktikan apakah lingkungan menyebabkan perubahan sifat yang menurun
(teori Lamarck) Weismann melakukan percobaan dengan memotong ekor tikus,
lalu mereka dikawinkan. Ternyata anak tikus yang lahir tetap berekor
panjang. Lalu anak tikus tersebut dipotong lagi ekornya dan dikawinkan
lagi, ternyata keturunan selanjutnya tetap berekor panjang. Langkah itu
dilakukan sampai dengan 21 generasi dan keturunan yang lahir ternyata
tetap berekor panjang.
Dari apa yang dilakukan, Weismann mengambil kesimpulan bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Evolusi adalah proses yang menyangkut seleksi alam terhadap faktor genetika. Individu yang memiliki variasi genetik yang sesuai dengan lingkungan yang akan lestari dan memiliki kesempatan mewariskan gen yang adaptif pada generasi berikut.
2. Kupu-kupu Biston betularia

Ada 2 jenis Biston betularia: bersayap terang dan bersayap gelap
Perhatikan perubahan lingkungan yang terjadi. Gambar kiri sebelum Revolusi industri, kupu bersayap gelap lebih gampang terlihat. Gambar kanan setelah Revolusi Industri, kupu bersayap terang yang lebih gampang terlihat. Ini mempengaruhi pergeseran peluang predasi.
Sekitar tahun 1850 yaitu masa sebelum berkembangnya revolusi industri di Inggris, kupu Biston berwarna cerah lebih banyak daripada yang berwarna gelap. Tetapi setelah berlangsungnya revolusi industri, ternyata kupu yang berwarna gelap lebih banyak daripada yang berwarna cerah. Hal ini dimungkinkan karena sebelum revolusi industri pohon di habitatnya masih bersih, sehingga kupu berwarna cerah lebih adaptif, akibatnya sulit untuk dilihat predator. Ketika berlangsung revolusi industri dan sesudahnya, pohon dan daun habitat kupu tersebut tertutup oleh jelaga. Ini berakibat kupu berwarna gelap lebih adaptif sehingga sulit dilihat predator.
3. Seleksi alam berdasarkan resistensi

Evolusi dan adaptasi tidak selamanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Bakteri yang resisten terhadap penicillin misalnya, dapat terbentuk dengan cepat. Kejadiannya juga diterangkan berdasar konsep seleksi alam. Dimana dalam suatu koloni bakteri, hanya sedikit bakteri yang bertahan hidup ketika penicillin diberikan. Namun beberapa lama kemudian koloni bakteri yang resisten terhadap penicillin menjadi banyak. Pada peristiwa ini penicillin hanya merupakan faktor pengarah terhadap perkembangan populasi bakteri yang resisten terhadap antibiotik.
Evolusi
dapat dilihat dari dua segi yaitu sebagai proses historis dan cara
bagaimana proses itu terjadi. Sebagai proses historis evolusi itu telah
dipastikan secara menyeluruh dan lengkap sebagaimana yang telah
dipastikan oleh ilmu tentang suatu kenyataan mengenai masa lalu yang
tidak dapat disaksikan oleh mata. Hal ini berarti bahwa evolusi itu ada
dan merupakan suatu kenyataan yang telah terjadi. Berikut ini merupakan
bukti-bukti evolusi yang ada.
1. Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan
Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak kembar sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam satu spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat.
Perhatikan bahwa dalam satu keturunan pun akan selalu memunculkan variasi. Ini disebabkan karena pada perkawinan selalu terjadi rekombinasi gen.
Seleksi yang dilakukan bertahun-tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya spesies baru yang berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.
2. Pengaruh penyebaran geografis
Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya. Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula. Dua tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai flora dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis.
Perkembangan variasi paruh burung Finch. Terjadi karena terseleksi secara alami oleh jenis makanan yang berbeda.
Contohnya adalah mengenai bentuk paruh burung Finch yang ditemukan Darwin di kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya tampak burung-burung Finch tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan menunjukkan mempunyai hubungan dengan burung Finch yang ada di Amerika Selatan. Mungkin karena sesuatu hal burung itu bermigrasi ke Galapagos. Mereka menemukan lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup moyangnya. Burung itu kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungan akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati. Karena lingkungan yang berbeda, burung-burung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14 spesies burung Finch yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruhnya.
3. Ditemukannya fosil di berbagai lapisan batuan bumi
Fosil adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah membatu atau jejak-jejak yang tercetak pada batuan. Darwin menyatakan bahwa fosil yang ditemukan pada lapisan batuan muda berbeda dengan fosil yang terdapat pada lapisan batuan yang lebih tua, dan menunjukkan suatu bentuk perkembangan.
Bagan yang menunjukkan perkembangan evolusi kuda
Dari sekian banyak fosil yang ditemukan, yang paling lengkap dan dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi adalah fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Dari studi yang dilakukan dapat dicatat beberapa perubahan dari nenek moyang kuda (Eohippus) yang hidup 58 juta tahun yang lalu menuju ke bentuk kuda modern sekarang (Equus), yaitu:
Organ-organ berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian berubah struktur sehingga fungsinya berbeda disebut organ yang homolog. Homologi organ menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ yang homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek moyangnya mungkin sama.

Homologi organ: perhatikan bahwa anggota gerak pada makhluk di atas memiliki bentuk berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki bagian yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan fungsi.
Contohnya: tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip depan paus yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk terbang homolog dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan.
Lawan dari homolog adalah organ yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga diartikan organ-organ tubuh dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tetapi bentuk asalnya berbeda.
5. Studi perbandingan embriologi
Perkembangan embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan adanya persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan gastrula/awal embrio. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara hewan-hewan sesama vertebrata, yang mungkin pula mereka memiliki satu nenek moyang.
Perbandingan perkembangan embrio pada ikan, ayam, babi, dan manusia. Mirip
Ernst Haeckel menyatakan dalam hukum Rekapitulasi yang dikemukakannya bahwa ontogeni suatu organisme merupakan rekapitulasi (ulangan singkat) dari filogeni.
Ontogeni adalah sejarah perkembangan individu mulai zigot sampai
dewasa. Filogeni adalah sejarah perkembangan makhluk hidup dari bentuk
sederhana sampai dengan bentuk yang paling sempurna (evolusi).
6. Studi perbandingan biokimia
Bila membandingkan makhluk hidup pada tingkat biokimia, ternyata hasilnya mendukung teori evolusi. Sebagai contoh, Hb manusia lebih mirip dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah. Tingkat kemiripan ini menunjukkan manusia lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah.
Evolusi : Pemahaman teori dan bukti evolusi
Ada dua macam evolusi, yaitu evolusi progressif dan evolusi regressif. Evolusi progressif merupakan proses evolusi yang menuju kemungkinan dapat bertahan hidup sehingga menghasilkan spesies baru. Evolusi regressif merupakan evolusi menuju kemungkinan mengalami kepunahan.Teori Darwin dan Lamarck
Charles Darwin dianggap sebagai pencetus teori evolusi sekalipun telah banyak ahli sebelum Darwin yang mengemukakan gagasannya mengenai evolusi, antara lain Anaximander, Empeclodes, Erasmus Darwin, Count de Buffon, dan Lamarck. Hal itu disebabkan karena dalam mengemukakan pendapatnya Darwin menyertakan bukti dan alasan yang dapat diterima di dunia ilmiah.Teori evolusi menurut Jean Baptiste de Lamarck
Pendapat Lamarck mengenai panjang leher jerapah
Lamarck mengambil contoh mengenai panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang jerapah dahulu berleher pendek. Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan sedemikian rupa sehingga jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan mengambil daun-daun yang ada di pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun dipohon untuk dimakan, akibatnya leher jerapah tertarik, makin lama makin panjang. Akhirnya sifat perolehan yang baru yaitu leher panjang diwariskan pada generasi-generasi berikutnya sehingga jerapah sekarang berleher panjang.
Teori evolusi menurut Charles Darwin
Pendapat Darwin mengenai penjang leher jerapah
Sebagai pembanding dengan teori Lamarck, panjang leher jerapah dapat dijelaskan dengan teori Darwin sebagai berikut. Nenek moyang jerapah punya variasi panjang leher, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Karena terjadi bencana kekeringan, lingkunganpun berubah dan, berlangsunglah proses seleksi alam. Jerapah berleher pendek tidak dapat mencari makan dengan menjangkau daun-daun di pohon sehingga tidak bisa bertahan hidup. Sebaliknya jerapah berleher panjang tetap dapat memperoleh makanan dari daun-daun di pohon sehingga dapat bertahan hidup. Karena mampu bertahan hidup maka jerapah tersebut mampu berbiak dan mewariskan sifat adaptif yaitu leher panjang pada generasi berikut. Itulah sebabnya semua jerapah sekarang berleher panjang.
Teori yang di kemukakan Darwin sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
- Ekspedisinya ke kepulauan Galapagos (Galapagos = kura-kura raksasa). Di tempat ini Darwin menemukan berbagai macam bentuk paruh burung Finch. Terjadinya keanekaragaman ini disebabkan oleh perbedaan jenis makanannya.
- Pendapat Charles Lyell dalam bukunya “Principles of Geology“ yang menyatakan bahwa batuan, pulau, dan benua selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin peristiwa ini kemungkinan dapat mempengaruhi makhluk hidup.
- Pendapat Thomas Robert Malthus dalam bukunya “An Essay on the Principle of Population” yang menyatakan adanya kecenderungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Hal ini menurut Darwin menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup.
- spesies yang ada sekarang ini berasal dari spesies yang hidup di masa lampau, dan
- evolusi terjadi melalui proses seleksi alam
Contoh-contoh konsep yang mendukung teori Darwin
1. Percobaan August WeismannDari apa yang dilakukan, Weismann mengambil kesimpulan bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Evolusi adalah proses yang menyangkut seleksi alam terhadap faktor genetika. Individu yang memiliki variasi genetik yang sesuai dengan lingkungan yang akan lestari dan memiliki kesempatan mewariskan gen yang adaptif pada generasi berikut.
2. Kupu-kupu Biston betularia
Ada 2 jenis Biston betularia: bersayap terang dan bersayap gelap
Perhatikan perubahan lingkungan yang terjadi. Gambar kiri sebelum Revolusi industri, kupu bersayap gelap lebih gampang terlihat. Gambar kanan setelah Revolusi Industri, kupu bersayap terang yang lebih gampang terlihat. Ini mempengaruhi pergeseran peluang predasi.
Sekitar tahun 1850 yaitu masa sebelum berkembangnya revolusi industri di Inggris, kupu Biston berwarna cerah lebih banyak daripada yang berwarna gelap. Tetapi setelah berlangsungnya revolusi industri, ternyata kupu yang berwarna gelap lebih banyak daripada yang berwarna cerah. Hal ini dimungkinkan karena sebelum revolusi industri pohon di habitatnya masih bersih, sehingga kupu berwarna cerah lebih adaptif, akibatnya sulit untuk dilihat predator. Ketika berlangsung revolusi industri dan sesudahnya, pohon dan daun habitat kupu tersebut tertutup oleh jelaga. Ini berakibat kupu berwarna gelap lebih adaptif sehingga sulit dilihat predator.
3. Seleksi alam berdasarkan resistensi
Evolusi dan adaptasi tidak selamanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Bakteri yang resisten terhadap penicillin misalnya, dapat terbentuk dengan cepat. Kejadiannya juga diterangkan berdasar konsep seleksi alam. Dimana dalam suatu koloni bakteri, hanya sedikit bakteri yang bertahan hidup ketika penicillin diberikan. Namun beberapa lama kemudian koloni bakteri yang resisten terhadap penicillin menjadi banyak. Pada peristiwa ini penicillin hanya merupakan faktor pengarah terhadap perkembangan populasi bakteri yang resisten terhadap antibiotik.
Bukti Tentang Adanya Evolusi
1. Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan
Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak kembar sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam satu spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat.
Perhatikan bahwa dalam satu keturunan pun akan selalu memunculkan variasi. Ini disebabkan karena pada perkawinan selalu terjadi rekombinasi gen.
Seleksi yang dilakukan bertahun-tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya spesies baru yang berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.
2. Pengaruh penyebaran geografis
Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya. Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula. Dua tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai flora dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis.
Perkembangan variasi paruh burung Finch. Terjadi karena terseleksi secara alami oleh jenis makanan yang berbeda.
Contohnya adalah mengenai bentuk paruh burung Finch yang ditemukan Darwin di kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya tampak burung-burung Finch tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan menunjukkan mempunyai hubungan dengan burung Finch yang ada di Amerika Selatan. Mungkin karena sesuatu hal burung itu bermigrasi ke Galapagos. Mereka menemukan lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup moyangnya. Burung itu kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungan akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati. Karena lingkungan yang berbeda, burung-burung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14 spesies burung Finch yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruhnya.
3. Ditemukannya fosil di berbagai lapisan batuan bumi
Fosil adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah membatu atau jejak-jejak yang tercetak pada batuan. Darwin menyatakan bahwa fosil yang ditemukan pada lapisan batuan muda berbeda dengan fosil yang terdapat pada lapisan batuan yang lebih tua, dan menunjukkan suatu bentuk perkembangan.
Bagan yang menunjukkan perkembangan evolusi kuda
Dari sekian banyak fosil yang ditemukan, yang paling lengkap dan dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi adalah fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Dari studi yang dilakukan dapat dicatat beberapa perubahan dari nenek moyang kuda (Eohippus) yang hidup 58 juta tahun yang lalu menuju ke bentuk kuda modern sekarang (Equus), yaitu:
- tubuh bertambah besar, dari sebesar kucing hingga sebesar kuda sekarang
- leher makin panjang, kepala makin besar, jarak antara ujung mulut hingga bagian mata menjadi makin jauh
- perubahan dari geraham depan dan belakang dari bentuk yang sesuai untuk makan daun menjadi bentuk yang sesuai untuk makan rumput
- bertambah panjangnya anggota tubuh hingga dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi bersamaan dengan itu kemampuan rotasi tubuh menurun.
- adanya reduksi jari kaki dari lima menjadi satu, yaitu jari ketiga yang selanjutnya memanjang, kemudian disokong teracak.
Untuk menetapkan umur fosil dapat dilakukan dengan dua cara : secara langsung dan tak langsung. Secara langsung dengan menetapkan umur batuan tempat fosil ditemukan. Cara yang ini kurang valid. Secara tak langsung dengan carbon dating menggunakan isotop C14. Cara yang kedua ini lebih valid.4. Adanya homologi organ pada berbagai jenis makhluk hidup
Organ-organ berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian berubah struktur sehingga fungsinya berbeda disebut organ yang homolog. Homologi organ menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ yang homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek moyangnya mungkin sama.
Homologi organ: perhatikan bahwa anggota gerak pada makhluk di atas memiliki bentuk berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki bagian yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan fungsi.
Contohnya: tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip depan paus yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk terbang homolog dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan.
Lawan dari homolog adalah organ yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga diartikan organ-organ tubuh dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tetapi bentuk asalnya berbeda.
5. Studi perbandingan embriologi
Perkembangan embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan adanya persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan gastrula/awal embrio. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara hewan-hewan sesama vertebrata, yang mungkin pula mereka memiliki satu nenek moyang.
Perbandingan perkembangan embrio pada ikan, ayam, babi, dan manusia. Mirip
6. Studi perbandingan biokimia
Bila membandingkan makhluk hidup pada tingkat biokimia, ternyata hasilnya mendukung teori evolusi. Sebagai contoh, Hb manusia lebih mirip dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah. Tingkat kemiripan ini menunjukkan manusia lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah.
Tahukah Anda ?
Pada tahun 1827 Mobius mempublikasikan Der Barycentrische Calcul, sebuah
buku geometri yang mengkaji transformasi garis dan irisan kerucut.
Fitur baru dalam hasil karya ini adalah pengenalan koordinat
barycentric. Diberikan sembarang segitiga ABC maka jika garis berat a,
b, dan c berturut-turut dilukis pada A, B, dan C maka dapat ditentukan
sebuah titik P, yaitu titik berat segitiga. Mobius memperlihatkan bahwa
setiap titik P pada bidang datar ditentukan oleh koordinat homogen
[a,b,c]. Garis – garis berat yang diperlukan diletakkan pada A,B, dan C
untuk menentukan titik berat P. Yang terpenting disini adalah pandangan
Mobius tentang besaran berarah, sebuah pemunculan awal mengenai konsep
vektor.
Pada tahun 1837 Mobius mempublikasikan buku tentang statika di mana ia
secara gamblang menyatakan idenya tentang penyelesaian masalah besaran
vektor bersama dengan dua sumbu koordinat.
Di antara dua hasil karya Monius ini, sebuah karya tentang geometri
oleh Bellavitis dipublikasikan tahun 1832 yang juga membahas besaran
yang merupakan vektor. Odjek dasarnya adalah segmen garis AB dan ia
memandang AB dan BA sebagai dua objek yang berbeda. Ia mendefinisikan
dua segmen garis sebagai ‘equipollent’ jika keduanya sama panjang dan
paralel. Dalam notasi modern, dua segmen garis adlah equipollent jika
keduanya mewakili dua vektor yang sama.
A. Pengertian vektor
Setiap besaran skalar seperti temperature, tekanan, massa, dan
sebagainya selau dikaitkan dengan suatu bilangan yang merupakan nilai
dari besaran itu. Untuk besaran vektor, di samping mempunyai nilai, ia
juga mempunyai arah. Misalnya, pada gerakan angin, selain disebutkan
lajunya, disebutkan juga arahnya, seperti 20km/jam dengan arah timur
laut. Definisi vektor dan skalar :
- Vektor : segmen garis berarah yang mempunyai besaran. Jadi,
vektor adalah besaran yang mempunyai arah, misalnya : kecepatan, momen,
gaya, percepatan, berat, dll.
- Skalar : suatu besaran yang tidak mempunyai arah. Misalnya,
panjang, luas, jarak, ,suhu, dll.
B. Penulisan vektor
- Ditulis dengan huruf kecil dicetak tebal. Misalkan : a,b,c . .
.
- Ditulis dengan huruf kecil yang diatasnya dibubuhi tanda
panah. Misalkan : ā , ē . . . .
- Ditulis dengan huruf kecil dan garis di bawahi. Misalkan :
C. Rumus-rumus vektor
a. Vektor satuan
b. Besar panjang vektor
c. Penjumlahan maupun pengurangan vektor
e. Perkalian skalar
g. Gambar proyeksi vektor a pada b
h. Proyeksi orthogonal skalar
i. Proyeksi orthogonal vektor
j. Titik p pembagi AB dengan perbandingan m:n
k. Sudut vektor
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Tahukah Anda ?
Pada tahun 1827 Mobius mempublikasikan Der Barycentrische Calcul, sebuah
buku geometri yang mengkaji transformasi garis dan irisan kerucut.
Fitur baru dalam hasil karya ini adalah pengenalan koordinat
barycentric. Diberikan sembarang segitiga ABC maka jika garis berat a,
b, dan c berturut-turut dilukis pada A, B, dan C maka dapat ditentukan
sebuah titik P, yaitu titik berat segitiga. Mobius memperlihatkan bahwa
setiap titik P pada bidang datar ditentukan oleh koordinat homogen
[a,b,c]. Garis – garis berat yang diperlukan diletakkan pada A,B, dan C
untuk menentukan titik berat P. Yang terpenting disini adalah pandangan
Mobius tentang besaran berarah, sebuah pemunculan awal mengenai konsep
vektor.
Pada tahun 1837 Mobius mempublikasikan buku tentang statika di mana ia
secara gamblang menyatakan idenya tentang penyelesaian masalah besaran
vektor bersama dengan dua sumbu koordinat.
Di antara dua hasil karya Monius ini, sebuah karya tentang geometri
oleh Bellavitis dipublikasikan tahun 1832 yang juga membahas besaran
yang merupakan vektor. Odjek dasarnya adalah segmen garis AB dan ia
memandang AB dan BA sebagai dua objek yang berbeda. Ia mendefinisikan
dua segmen garis sebagai ‘equipollent’ jika keduanya sama panjang dan
paralel. Dalam notasi modern, dua segmen garis adlah equipollent jika
keduanya mewakili dua vektor yang sama.
A. Pengertian vektor
Setiap besaran skalar seperti temperature, tekanan, massa, dan
sebagainya selau dikaitkan dengan suatu bilangan yang merupakan nilai
dari besaran itu. Untuk besaran vektor, di samping mempunyai nilai, ia
juga mempunyai arah. Misalnya, pada gerakan angin, selain disebutkan
lajunya, disebutkan juga arahnya, seperti 20km/jam dengan arah timur
laut. Definisi vektor dan skalar :
- Vektor : segmen garis berarah yang mempunyai besaran. Jadi,
vektor adalah besaran yang mempunyai arah, misalnya : kecepatan, momen,
gaya, percepatan, berat, dll.
- Skalar : suatu besaran yang tidak mempunyai arah. Misalnya,
panjang, luas, jarak, ,suhu, dll.
B. Penulisan vektor
- Ditulis dengan huruf kecil dicetak tebal. Misalkan : a,b,c . .
.
- Ditulis dengan huruf kecil yang diatasnya dibubuhi tanda
panah. Misalkan : ā , ē . . . .
- Ditulis dengan huruf kecil dan garis di bawahi. Misalkan :
C. Rumus-rumus vektor
a. Vektor satuan
b. Besar panjang vektor
c. Penjumlahan maupun pengurangan vektor
e. Perkalian skalar
g. Gambar proyeksi vektor a pada b
h. Proyeksi orthogonal skalar
i. Proyeksi orthogonal vektor
j. Titik p pembagi AB dengan perbandingan m:n
k. Sudut vektor
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Tahukah Anda ?
Pada tahun 1827 Mobius mempublikasikan Der Barycentrische Calcul, sebuah
buku geometri yang mengkaji transformasi garis dan irisan kerucut.
Fitur baru dalam hasil karya ini adalah pengenalan koordinat
barycentric. Diberikan sembarang segitiga ABC maka jika garis berat a,
b, dan c berturut-turut dilukis pada A, B, dan C maka dapat ditentukan
sebuah titik P, yaitu titik berat segitiga. Mobius memperlihatkan bahwa
setiap titik P pada bidang datar ditentukan oleh koordinat homogen
[a,b,c]. Garis – garis berat yang diperlukan diletakkan pada A,B, dan C
untuk menentukan titik berat P. Yang terpenting disini adalah pandangan
Mobius tentang besaran berarah, sebuah pemunculan awal mengenai konsep
vektor.
Pada tahun 1837 Mobius mempublikasikan buku tentang statika di mana ia
secara gamblang menyatakan idenya tentang penyelesaian masalah besaran
vektor bersama dengan dua sumbu koordinat.
Di antara dua hasil karya Monius ini, sebuah karya tentang geometri
oleh Bellavitis dipublikasikan tahun 1832 yang juga membahas besaran
yang merupakan vektor. Odjek dasarnya adalah segmen garis AB dan ia
memandang AB dan BA sebagai dua objek yang berbeda. Ia mendefinisikan
dua segmen garis sebagai ‘equipollent’ jika keduanya sama panjang dan
paralel. Dalam notasi modern, dua segmen garis adlah equipollent jika
keduanya mewakili dua vektor yang sama.
A. Pengertian vektor
Setiap besaran skalar seperti temperature, tekanan, massa, dan
sebagainya selau dikaitkan dengan suatu bilangan yang merupakan nilai
dari besaran itu. Untuk besaran vektor, di samping mempunyai nilai, ia
juga mempunyai arah. Misalnya, pada gerakan angin, selain disebutkan
lajunya, disebutkan juga arahnya, seperti 20km/jam dengan arah timur
laut. Definisi vektor dan skalar :
- Vektor : segmen garis berarah yang mempunyai besaran. Jadi,
vektor adalah besaran yang mempunyai arah, misalnya : kecepatan, momen,
gaya, percepatan, berat, dll.
- Skalar : suatu besaran yang tidak mempunyai arah. Misalnya,
panjang, luas, jarak, ,suhu, dll.
B. Penulisan vektor
- Ditulis dengan huruf kecil dicetak tebal. Misalkan : a,b,c . .
.
- Ditulis dengan huruf kecil yang diatasnya dibubuhi tanda
panah. Misalkan : ā , ē . . . .
- Ditulis dengan huruf kecil dan garis di bawahi. Misalkan :
C. Rumus-rumus vektor
a. Vektor satuan
b. Besar panjang vektor
c. Penjumlahan maupun pengurangan vektor
e. Perkalian skalar
g. Gambar proyeksi vektor a pada b
h. Proyeksi orthogonal skalar
i. Proyeksi orthogonal vektor
j. Titik p pembagi AB dengan perbandingan m:n
k. Sudut vektor
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Tahukah Anda ?
Pada tahun 1827 Mobius mempublikasikan Der Barycentrische Calcul, sebuah
buku geometri yang mengkaji transformasi garis dan irisan kerucut.
Fitur baru dalam hasil karya ini adalah pengenalan koordinat
barycentric. Diberikan sembarang segitiga ABC maka jika garis berat a,
b, dan c berturut-turut dilukis pada A, B, dan C maka dapat ditentukan
sebuah titik P, yaitu titik berat segitiga. Mobius memperlihatkan bahwa
setiap titik P pada bidang datar ditentukan oleh koordinat homogen
[a,b,c]. Garis – garis berat yang diperlukan diletakkan pada A,B, dan C
untuk menentukan titik berat P. Yang terpenting disini adalah pandangan
Mobius tentang besaran berarah, sebuah pemunculan awal mengenai konsep
vektor.
Pada tahun 1837 Mobius mempublikasikan buku tentang statika di mana ia
secara gamblang menyatakan idenya tentang penyelesaian masalah besaran
vektor bersama dengan dua sumbu koordinat.
Di antara dua hasil karya Monius ini, sebuah karya tentang geometri
oleh Bellavitis dipublikasikan tahun 1832 yang juga membahas besaran
yang merupakan vektor. Odjek dasarnya adalah segmen garis AB dan ia
memandang AB dan BA sebagai dua objek yang berbeda. Ia mendefinisikan
dua segmen garis sebagai ‘equipollent’ jika keduanya sama panjang dan
paralel. Dalam notasi modern, dua segmen garis adlah equipollent jika
keduanya mewakili dua vektor yang sama.
A. Pengertian vektor
Setiap besaran skalar seperti temperature, tekanan, massa, dan
sebagainya selau dikaitkan dengan suatu bilangan yang merupakan nilai
dari besaran itu. Untuk besaran vektor, di samping mempunyai nilai, ia
juga mempunyai arah. Misalnya, pada gerakan angin, selain disebutkan
lajunya, disebutkan juga arahnya, seperti 20km/jam dengan arah timur
laut. Definisi vektor dan skalar :
- Vektor : segmen garis berarah yang mempunyai besaran. Jadi,
vektor adalah besaran yang mempunyai arah, misalnya : kecepatan, momen,
gaya, percepatan, berat, dll.
- Skalar : suatu besaran yang tidak mempunyai arah. Misalnya,
panjang, luas, jarak, ,suhu, dll.
B. Penulisan vektor
- Ditulis dengan huruf kecil dicetak tebal. Misalkan : a,b,c . .
.
- Ditulis dengan huruf kecil yang diatasnya dibubuhi tanda
panah. Misalkan : ā , ē . . . .
- Ditulis dengan huruf kecil dan garis di bawahi. Misalkan :
C. Rumus-rumus vektor
a. Vektor satuan
b. Besar panjang vektor
c. Penjumlahan maupun pengurangan vektor
e. Perkalian skalar
g. Gambar proyeksi vektor a pada b
h. Proyeksi orthogonal skalar
i. Proyeksi orthogonal vektor
j. Titik p pembagi AB dengan perbandingan m:n
k. Sudut vektor
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu






0 komentar:
Posting Komentar