Selama ini orang yang tidak merokok menyalurkan hasrat merokok mereka melalui Shisha. Para pecinta sisha menganggap Sisha sebagai alternatif merokok bebas bahaya. Tapi siapa sangka, ternyata menghisap 1 sisha setara dengan 15 hingga 52 batang rokok. Itu baru kandungan karbon monoksidanya, belum lagi kandungan tar 1 sisha yang setara dengan 21 hingga 102 batang rokok. Berikut penjelasan Prof. Dr. Menaldi Rashim, Sp. P (K), FCCP Ketua Konsil Kedokteran Indonesia
ROKOK ARAB BERIBU RASA
Sisha kerap disebut rokok arab, karena diusung pertama kali oleh negara
timur tengah. Meski tak seperti rokok umumnya, pada prinsipnya sisha sama
dengan rokok yang dinikmati dengan cara menghisap dan mendapatkan ketenangan
dari bahan dasar tembakau. Bedanya untuk menghisap sisha digunakan alat khusus
bernama Bong. Perbedaan
berikutnya penikmat sisha bisa mendapatkan sensasi berbeda karena tersedia
berbagai aroma, dari buah buahan hingga aroma aneka bunga.
BAHAYA DIBALIK KENIKMATAN
Lantas, kenapa sisha dikatakan lebih berbahaya dari rokok? Agen anti
tembakau Prancis (L’Office Français de prévention du Tabagisma OFT)
melansir hasil penelitian laboratorium Nasional Prancis tentang bahaya sisha.
Satu hisapan sisha setara dengan 70 hisapan rokok biasa. Kandungan tar dari
asap 1 sisha sama dengan menghirup karbonmonoksida (Gas yang terkandung dalam
asap knalpot) seperti yang dikandung 15-52 batang rokok biasa.
Hal itu dibenarkan Prof. Menaldi. Parahnya lagi, sisha bisa menjadi
sumber penularan penyakit secara langsung jika dinikmati bersama dalam satu
tabung yang sama. “Virus, bakteri atau jamur akan menular melalui saluran
pernafasan pada saat menghisap” Imbuhnya.
CANDU HINGGA KEMATIAN
Prof. Menaldi kembali menegaskan bahwa sisha dan rokok memiliki efek yang
sama. Kandungan nikotin yang terkandung merangsang lepasnya dopamin yang
menimbulkan efek tenang. Jadi, tidak salah jika pengguna sisha makin lama akan
makin tercandu baik secara psikis maupun organik.
1KECANDUAN SECARA PSIKIS
Kecanduan psikis ini dianggap lebih berbahaya
kerena ketidak percayaan diri dan ketergantungan terhadap pengguna sisha sangat
tinggi. “Seseorang akan merasa tidak percaya diri dan merasa tidak memiliki
kemampuan sama sekali tanpa sisha”. Tuturnya. Sementara, kecanduan psikis terlihat
pada kebutuhan konsumsi sisha yang makin lama makin tinggi dosis nikotinnya
2 KECANDUAN SECARA ORGANIK
Kecanduan secara organik atau kimiawi
dikatakan Prof. Menaldi lebih mudah diketahui melalui air seninya “Jika kadar
nikotin urine dikencing positif artinya nikotin sudah bebas berkeliaran didarah
hingga keluar lewat urine dan itu artinya sudah terjadi kecanduan secara
kimiawi”, terangnya. Sementara, secara kimiawi kandungan bahan yang ada didalam
sisha yang bersifat racun itu bisa menjadi molekul radikal bebas yang mematikan
sistem pertahanan tubuh disaluran pernafasan dan mengakitbatkan kematian.






0 komentar:
Posting Komentar