Blogroll

Raihan Rizqullah

Pages

Rabu, 25 Maret 2015

FAKTA !! Racun-Racun Sang Rokok Arab



 Selama ini orang yang tidak merokok menyalurkan hasrat merokok mereka melalui Shisha. Para pecinta sisha menganggap Sisha sebagai alternatif merokok bebas bahaya. Tapi siapa sangka, ternyata menghisap 1 sisha setara dengan 15 hingga 52 batang rokok. Itu baru kandungan karbon monoksidanya, belum lagi kandungan tar 1 sisha yang setara dengan 21 hingga 102 batang rokok. Berikut penjelasan             Prof. Dr. Menaldi Rashim, Sp. P (K), FCCP Ketua Konsil Kedokteran Indonesia

ROKOK ARAB BERIBU RASA
     Sisha kerap disebut rokok arab, karena diusung pertama kali oleh negara timur tengah. Meski tak seperti rokok umumnya, pada prinsipnya sisha sama dengan rokok yang dinikmati dengan cara menghisap dan mendapatkan ketenangan dari bahan dasar tembakau. Bedanya untuk menghisap sisha digunakan alat khusus bernama  Bong. Perbedaan berikutnya penikmat sisha bisa mendapatkan sensasi berbeda karena tersedia berbagai aroma, dari buah buahan hingga aroma aneka bunga.
BAHAYA DIBALIK KENIKMATAN
     Lantas, kenapa sisha dikatakan lebih berbahaya dari rokok? Agen anti tembakau Prancis (L’Office Français de prévention du Tabagisma OFT) melansir hasil penelitian laboratorium Nasional Prancis tentang bahaya sisha. Satu hisapan sisha setara dengan 70 hisapan rokok biasa. Kandungan tar dari asap 1 sisha sama dengan menghirup karbonmonoksida (Gas yang terkandung dalam asap knalpot) seperti yang dikandung 15-52 batang rokok biasa.
     Hal itu dibenarkan Prof. Menaldi. Parahnya lagi, sisha bisa menjadi sumber penularan penyakit secara langsung jika dinikmati bersama dalam satu tabung yang sama. “Virus, bakteri atau jamur akan menular melalui saluran pernafasan pada saat menghisap” Imbuhnya.
CANDU HINGGA KEMATIAN
     Prof. Menaldi kembali menegaskan bahwa sisha dan rokok memiliki efek yang sama. Kandungan nikotin yang terkandung merangsang lepasnya dopamin yang menimbulkan efek tenang. Jadi, tidak salah jika pengguna sisha makin lama akan makin tercandu baik secara psikis maupun organik.

1KECANDUAN SECARA PSIKIS
Kecanduan psikis ini dianggap lebih berbahaya kerena ketidak percayaan diri dan ketergantungan terhadap pengguna sisha sangat tinggi. “Seseorang akan merasa tidak percaya diri dan merasa tidak memiliki kemampuan sama sekali tanpa sisha”. Tuturnya. Sementara, kecanduan psikis terlihat pada kebutuhan konsumsi sisha yang makin lama makin tinggi dosis nikotinnya
2 KECANDUAN SECARA ORGANIK
Kecanduan secara organik atau kimiawi dikatakan Prof. Menaldi lebih mudah diketahui melalui air seninya “Jika kadar nikotin urine dikencing positif artinya nikotin sudah bebas berkeliaran didarah hingga keluar lewat urine dan itu artinya sudah terjadi kecanduan secara kimiawi”, terangnya. Sementara, secara kimiawi kandungan bahan yang ada didalam sisha yang bersifat racun itu bisa menjadi molekul radikal bebas yang mematikan sistem pertahanan tubuh disaluran pernafasan dan mengakitbatkan kematian.

     Demikianlah ulasan tentang Fakta Racun Dalam Rokok Arab atau Sisha ini, semoga bermanfaat dan menjadikan bahan agar semuanya berhenti melakukan kebiasaan menghisap sisha yang bisa mengakibatkan kematian ini. terimakasih

0 komentar:

Posting Komentar