ASAL MULA
TERJADINYA.
( PERTEMUAN MALAM
PERTAMA)
Pada malam selasa tanggal 9
Maret 1970, salah seorang santri dari Pesantren
Sumenep Sdr. Marzuki
mengadakan sekadar selamatan
Tahun Baru Islam (1 Muharram
tahun Hijriah) yang dihadiri oleh beberapa
santri lainnya. Beberapa
saat kemudian datang dua orang saudara bernama
Markam dan Antonius Widuri
(keduanya adalah tim akuntan) yang oleh
kantornya Di Jakarta
ditugaskan di PN. Garam Kalianget. Saudara Markan
berasal dari Padang beragama
Islam dan Saudara antonius Widuri berasal
dari Jogjakarta beragama
Kristen sejak kecil dan memang dari keluarga
Kedatangan saudara Markam
dan Antonius Widuri pada selamatan tsb.
ingin menemui Kyai Bahaudin
Mudhari yang memang sudah dikenal se-
belumnya. Oleh kawan-kawan,
terutama oleh saudara Marzuki selaku
tuan rumah, kedatangan dua
saudara ini disambut dengan ramah tamah
dan rasa gembira.
Kemudian saudaa Markam
menerangkan kedatangannya dari Kalianget
ke Sumenep menyertai saudara
Antonius Widuri, sengaja untuk menemui
Kyai Bahaudin Mudhari,
berhubung dengan keinginannya yang sudah
lama terkandung untuk
membandingkan tentang masalah Ketuhanan
dalam agama Kristen dan
Islam. Juga soal yang berhubungan dengan
i'tikat, kepercayaan
diantara kedua agama tsb.
Menurut saudara Markam,
karena bapak Kyai sedang berada di sini, kalau
bisa di lain waktu saja
untuk menemui beliau.
Akan tetapi sekiranya bapak
Kyai dan Tuan Rumah serta saudara-saudara
disini tidak berkeberatan,
minta supaya diperkenankan untuk menguraikan isi
hatinya agar saudara-saudara
tidak salah paham, karena hal tsb, hanya
dari hai-kehati saja, yakni
soal keyakinan pribadi semata-mata.
Kawan-kawan tidak
berkeberatan asalkan berkisar soal agama saja,
dan tidak ada kata-kata
singgungan terhadap siapapun. jadi hanya meru-
pakan soal jawab antara
pribadi dengan pribadi saja.
Bapak Kyai Bahaudin
menerangkan , sekiranya soal jawab antar pribadi
ini tidak selesai malam ini
juga, apakah akan dilanjutkan pada malam yang
lain. Oleh saudara Markam
dan Antonius di jawab bahwa yang penting
adalah kepuasan, walaupun
memerlukan waktu lama baik siang
maupun malam. Kalau begitu
menurut Kyai Bahaudin Mudhary, kita
dapat menamakan pertemuan
ini adalah pertemuan pertama.
Dengan catatan pertemuan
pribadi semata bukan pertemuan dengan undangan.
Perlu diterangkan dalam soal
jawab ini nama-namanya disingkatkan.
Huruf : "A " untuk
bapak Kyai Bahaudin dan huruf "B" untuk Antonius atau
Sdr. Markam, karena saudara
Markam sering ikut menjelaskan keterangan saudara Antonius.
PERSETUJUAN BERSAMA.
A : Sebelum diadakan
pertemuan, saya pandang perlu menentukan sesuatu
yang dirasa penting yang patut kita atur
terlebih dahulu.
B : Hal itu kita serahkan
saja kepada bapak Kyai bagaimana baiknya
pertemuan kita ini
A : Apakah tidak sebaiknya
pertemuan kita ini dicatat saja dan bila perlu
kita gunakan tape recorder untuk
dijadikan kenang-kenangan.
B : Baiklah, kita setuju
pendapat bapak Kyai.
A : Kalau begitu saya akan
minta bantuan kepada seorang saudara untuk
mencatat pembicaraan kita masing-masing.
Dan apakah saudara tidak
keberatan hasil pembicaraan kita nanti
sekiranya panjang perlu
untuk diketahui umum juga, sebaiknya kita
jadikan buku (dibukukan).
B : Buat saya tidak
keberatan asal membawa manfaat untuk umum.
A : Jadi saudara setuju.
B : Ya sangat setuju.
Lanjutan :
A : Terima kasih, sekarang
saya ingin menanyakan maksud saudara me-
nemui saya. Dan tadi saudara menyebut
tentang agama Kristen dan
Islam.
B : Begini Pak Kyai, secara
terus terang dengan hati ikhlas ( "bandingkan
dengan viktor") saya sampaikan bahwa
saya adalah seorang yang be-
ragama Kristen Katolik. Seringkali juga
saya membaca buku-buku agama
Islam, dan majalah-majalah Islam, terutama
majalah Kiblat yang terbit
di Jakarta. Dengan membaca buku-buku dan
majalah-majalah tsb, lalu
timbul keinginan saya untuk mempelajari dan
meneliti agama Islam.
Akan tetapi keinginan itu selalu saya
sembuyikan saja.
A : Dimanakah saudara
mendapat buku-buku Islam dan majalah Kiblat?
B : Secara tidak sengaja,
saya sering menemukan di meja kawan.
Mula-mula saya tidak menghiraukan, karena
buku dan majalah tsb.
berlainan dengan keyakinan saya. Pada
suatu malam saya tidak bisa
tidur, padahal saya ingin istirahat, lalu
saya mondar-mandir dikamar
tidur, keluar masuk kamar, lalu saya lihat
majalah Kiblat di atas meja,
mungkin kepunyaan kawan yang ketinggalan
waktu bertamu ketempat
saya. Secara tidak sengaja saya ambil
majalah tsb, tanpa kesadaran
saya bawa ketempat tidur, lalu saya
buka-buka lembaran, mungkin
ada bacaan atau cerita-cerita yang dapat
mendorong saya tidur.
Kemudian pada suatu halaman, saya menjadi
terkejut melihat suatu
artikel tentang "Kristen", tanpa
pikir saya membacanya. Mula-mula
hati saya selaku seorang kristen merasa
tersinggung, akan tetapi seolah-
olah ada daya tarik yang memerintahkan
saya supaya terus membacanya
pada saat itulah secara tiba-tiba muncul
dorongan hati saya untuk berpikir
dan meneliti kebenaran keyakinan saya.
Entah karena apa saya lantas ingin membaca
buku-buku Islam dan
majalah-majalah islam. Malah seringkali
saya cari-cari pinjaman majalah
Kiblat pada kawan-kawan yang berlangganan.
Makin lama,bertambah
timbul dorongan hati saya untuk meneliti
ajaran Islam dan Kristen, dan
ingin membandingkan tentang ketuhanan antara
dua agama tsb.
Secara diam-diam saya terus membaca-baca
buku Islam disamping
membaca kitab Injil yang menjadi keharusan
saya selaku pemeluk agama
Kristen.
A : Apakah saudara telah
mempelajari Kitab Injil cukup mendalam?
B : Menurut perasaan saya,
Kitab Injil itu telah saya pelajari dan saya
anggap cukup mendalam. Ini hanya menurut
ukuran kemampuan yang
ada pada saya saja.Entah dalam penilaian
orang lain.
A : Kemudian bagaimana
kelanjutan keinginan saudara?
B : Setelah saya meneliti
buku-buku Islam dan Kristen yang saya temui
maka dorongan hati saya untuk melepaskan
keinginan saya tak dapat
saya tahan. Lalu saya mulai tanya-tanya
tentang agama Islam pada
beberapa orang yang saya temui, tetapi
keterangannya itu belum ada
yang memuaskan hati saya.
A : Kepada siapa saja
saudara bertanya tentang ajaran Islam?
B : Kepada siapa saja yang
saya temui, disamping pembicaraan lain. Jadi
saya bertanya-tanya merupakan
selingan-selingan dari pada yang menjadi
pokok pembicaraan. Jadi tidak secara
langsung.
A : setelah itu adakah suatu
pengaruh pada saudara?
B : Ya, anehnya saya mulai
tidak rajin lagi pergi ke gereja. Mungkin inilah
pengaruhnya.
A : Kemudian bagaimana ?
B : Oleh karena saya tidak
merasa puas dari orang-orang yang memberikan
keterangan tentang Islam, lalu saya
bicarakan kepada saudara Markan.
Oleh saudara Markan saya diajak kerumah
bapak Kyai Baha. Maka
saya perlukan datang kemari diantar oleh
saudara Markan.
A : Mungkin saudara belum
mendalam mempelajari kitab Injil. Apakah tidak
sebaiknya saudara meneliti kembali
ajaran-ajaran agama Kristen
sebelum diadakan pertemuan lebih lanjut.
B : Kalau begitu apakah
orang yang bukan pemeluk Islam tidak dibolehkan
mempelajari agama Islam?
A : Bukan begitu, maksud
saya agama Islam itu bersikap toleransi terhadap
semua agama dan pemeluknya. Memang para
pemeluk Islam diwajibkan
berdakwah kepada siapa saja yang mau
menerimanya. Tetapi Islam
melarang pemaksaan pada orang lain untuk
memeluk agama Islam.
B : Akan tetapi, saya pun
memeluk agama Kristen bukan karena ikut-ikutan.
Pendirian saya setiap orang bebas memilih
agama menurut keyakinanya
dan berpindah agama menurut keyakinannya
pula, yang tentu sebelumnya
didahului oleh penelitian dan
pertimbangan-pertimbangan yang mendalam
sesuai dengan kemampuannya, baik dengan
perantaraan buku-buku,
Kitab-kitab, maupun soal jawab (diskusi)
atau lainnya.
A : Betul akan tetapi
asalkan dengan cara yang wajar sehingga tidak
menimbulkan salah penafsiran antara
pemeluk suatu agama dan penganut
agama yang lain.
B : Itulah yang saya
maksudkan agar kedatangan saya kepada bapak Kyai
tidak sampai timbul sangka-sangka dan
dugaan-dugaan yang tidak wajar
melainkan dengan tujuan mencari kebenaran
dalam memeluk suatu
agama diatas dasar penelitian dari segi
rasio maupun ilmu jiwa, dari segi
ilmiah, sehingga menimbulkan keyakinan
yang kokoh dalam jiwa saya.
Keyakinan yang teguh dan kokoh tentunya
tidak mungkin menjadi ikut-
ikutan.
A : Memang seharusnya
demikian.
B ; Ada saya jumpai,
penganut suatu agama ddisebabkan karena keturunan
karena ayah dan ibunya menganut suatu
agama, karena pengaruh
pergaulan, lingkungan, pengaruh keadaan
atau bisa jadi maksud untuk
berlindung atau lainnya. Oleh karenanya
saya berani bersumpah bahwa
saya tidak termasuk pada orang-orang yang
saya sebutkan diatas.
A : Saya hargai pendirian
saudara.
B : Oleh karena itulah saya
menemui bapak Kyai untuk menguraikan isi
hati saya yang telah lama saya kandung.
Akan tetapi apakah tidak
sebaiknya bapak Kyai memberikan waktu
kepada saya.
Terserah menurut kesempatan bapak Kyai,
karena sekarang sudah
tengah malam. Akan tetapi sebisa-bisanya
secepat mungkin.
A : Baik, besok malam saja
saudara datang lagi, dengan catatan tidak
usah memberitahukan dulu pada orang lain.
Saya usahakan tempatnya.
B : Pokoknya pertemuan kita
usahakan supaya tida sampai diketahui orang
lain, tetapi kalau dipandang perlu saya
kira boleh saja, daripada hasil
pertemuan kita beritahukan. Sekiranya
besok malam ada orang datang
hanya ingin mendengarkan, hal itu terserah
kepada mereka sendiri,
pokoknya kita tidak mengundang mereka dan
mereka tidak mengganggu
ketertiban dan kelancaran dalam pertemuan
kita.
B : Baiklah, semoga
pertemuan kita dapat diatur antara pribadi dengan
Pribadi
bukan untuk umum.
A : Memang demikianlah
rencana saya dan supaya saudara-saudara yang
ada
disini tahu.
B : Saya setuju pendapat
bapak Kyai.
A : Adakah saudara mempunyai
kitab Injil.
B : Ya, saya mempunyai kitab
: Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan yang
berbahasa Inggris "The Holy
Bible" dan ada juga kitab bahasa belanda
"Bijbellezingen voor het
Huisgezin" dan ada juga "Alkitab" terbitan
tahun
1968 dan yang terbitan tahun 1970 dan kitab "Zabur"
A : Saya harap kitab-kitab
yang saudara sebutkan itu dibawa semuanya
besok malam.
B : Ya saya akan bawa
semuanya. Apakah bapak Kyai juga mempunyai
kitab tsb.
A : Dulu pernah
mempelajarinya, tetapi dipinjam oleh kawan yang sampai
sekarang belum dikembalikan, namun saya
telah membacanya.
B : Kalau begitu saya akan
bawa semua kitab-kitab Kristen yang ada pada
saya.
A : Harapan saya memang
demikian.
Lanjutan :
MALAM KEDUA
A : Sejak kapan saudara
beragama Kristen?
B : Sejak saya dilahirkan.
A ; Apakah saudara
benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu
agama yang paling benar?
B : Ya, memang saya
menyadari.
A : Apakah saudara
berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci?
B : Ya, saya yakin sekali.
A : Dari siapakah pengertian
saudara bahwa Bibel itu dari Tuhan Yang Maha
Suci ?
B : Guru saya menerangkan
bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran
Tuhan Yesus, yang dicatat oleh
Rasul-Rasul Matius, Lukas, Yohanes dan
Rasul Markus.
A : Apakah yang dimaksud
suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa Bibel
Bersih dari pada kesalahan-kesalahan.
B : Betul demikian. Tetapi
kesalahan yang bagaimana yang bapak
maksudkan.
A : Misalnya : Pada suatu
saat ada orang mengabarkan pada saudara si A
sakit, sedangkan orang lain memberitahukan
bahwa pada saat itu si A
tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar
semuanya atau salah
semuanya, atau salah satunya yang benar ?
B : Di antara keduanya itu
tentu salah satu yang benar atau keduanya salah
dan mustahil kedua-duanya benar.
A : Satu misal lain, si A
mempunyai 3 orang anak dan orang lain mengatakan
si A mempunyai 10 anak. Apakah dua
perkataan itu benar semuanya atau
salah semuanya atau salah satu yang benar
?
B : Tidak mungkin benar
semuanya, melainkan salah satunya yang benar
atau salah semuanya.
A : Kalau saya mengatakan
benar semuanya, bagaimana pendapat saudara ?
B : Itu adalah mustahil,
karena ternyata ada perselisihan diantara keduanya.
A : Andaikata ada suatu
kitab suci, akan tetapi ayat-ayat di dalamnya
diantara yang satu dengan yang lain
terdapat perselisihan, apakah kitab
itu akan dinamakan Kitab suci ?
B : Tentu bukan kitab suci,
karena yang dinamakan kitab suci itu adalah
ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil
terdapat kesalahan atau
perselisihan.
A : Jadi kalau begitu bukan
Kitab suci lagi ?
B : Betul, kesuciannya telah
batal.
A : Kalau demikian, tentu
isinya tidak dapat dipercaya, kesuciannya atau
kebenarannya, karena diantara ayat-ayatnya
terdapat perselisihan.
B : Yang jelas diantara
ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atu sudah
dicampur adukkan dengan karangan manusia,
sehingga kesuciannya
ternoda. Ringkasnya sudah tidak suci lagi.
A : Kalau misalnya Bibel
terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain
apakah saudara masih berkeyakinan Bibel
itu kitab suci ?
B : Saya tidak yakin kalau
Kitab Bibel tidak suci. Terkecuali kalau ada
bukti-
bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya
berselisih antara yang satu
dengan yang lain, yang dapat menimbulkan
keraguan saya tentang kesu-
ciannya. Menurut penelitian bapak, apakah
ayat-ayat Bibel ada yang
berselisih ?
A : Ya, banyak yang
berselisih.
B : Di Perjanjian Lama atau
Perjanjian Baru.
A : Dua-duanya terdapat
beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat
yang lain.
B : Di bab apa dan pasal
serta ayat berapa ?
A : Supaya berurutan saya
atur dalam beberapa pasal : Pertama soal
Ketuhanan Yesus, karena soal ketuhanan
adalah termasuk kepercayaan
pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini
perlu sekali didahulukan.
Sesudah itu kita berpindah kepada soal
yang lain yang berhubungan
dengan soal agama kristen yang termaktub
dalam kitab Bibel.
Bagaimana pendapat saudara ?
B : Baik, saya menyetujui
pendapat bapak.
A : Sekarang saya ingin
bertanya, apakah alasan saudara bahwa Yesus
menjadi anak Tuhan ?
B : Dalam "Matius",
pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian : "Maka suatu
suara dari langit mengatakan : "
Inilah anakku yang kukasihi.
Kepadanya aku berkenan". Juga di
Lukas pasal 4 ayat 41, bahwa Yesus
itu anak Allah."
A : Kalau begitu silahkan
buka "Matius" pasal 5 ayat 9
B : Baik. Dalam pasal dan
ayat itu menyebutkan : " Berbahagialah segala
orang yang mendamaikan orang, karena
mereka itu akan disebut
anak-anak Allah".
A : Berdasarkan ayat tsb.
yang dimaksudkan " Anak Allah" itu ialah orang
yang
dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap anak Allah, maka
semua orang yang mendamaikan manusia pun
menjadi anak-anak
Allah juga. Jadi bukan Yesus saja Anak
allah tetapi ada terlalu banyak.
B : Dalam
"Yohanes" pasal 14 ayat 9 disebutkan "Siapa yang sudah
nampak Aku, ia sudah nampak Bapa",
dan di ayat 10 disebutkan :
"tiadakah engkau percaya bahwa aku
ini di dalam Bapa, dan Bapapun
di dalam Aku? Segala perkataan yang aku
ini katakan kepadamu,
bukanlah Aku katakan dengan kehendak
sendiri, melainkan Bapa itu
yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan
segala perbuatan itu.
A : Baiklah. Silahkan
saudara periksa "Yohanes" pasal 17 ayat 23
B : Baik. Di pasal ini
disebutkan bahwa : " Aku di dalam mereka itu, dan
Engkau di dalam Aku ; supaya mereka itu
sempurna di dalam
persekutuan ".
A : Perhatikan di ayat ini
ada tersusun kata " Aku di dalam mereka". Kata
"mereka" di ayat ini ialah
sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan
"dengan aku" ialah Yesus. Jadi kata"AKU"
beserta mereka artinya
Yesus beserta sahabt-sahabatnya. Jadi
Tuhan itu beserta Yesus dan
para sahabatnya. Kalau saudara percaya hal
kesatuan Yesus dengan
Bapa maka saudara pun harus percaya
tentang kesatuan Bapa itu
dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah
12 orang itu. Jadi bukan
bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi
satu dengan Tuhan,
melainkan harus ditambah 12 orang lagi.
Ini namanya persatuan Tuhan
atau Tuhan persatuan bukan hanya
Tritunggal tetapi 15tunggal. Jadi
berdasarakan perselisihan ayat-ayat tsb,
yang manakah yang benar.
Tiga menjadi Tunggal atau 15 menjadi
Tunggal. Ayat manakah yang
akan saudara yakini, yang tiga menjadi
tunggal ataukah yang 15 itu?
B : Tunggu dulu Pak, ini
agak membingungkan saya.
A : tentu akan lebih
membingungkan saudara kalau saya tunjukkan ayat
yang lain. silahkan periksa
"Yohanes" pasal 17 ayat 3
B : baik. Disini menyebutkan
" Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka
mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus
kristus yang telah Engkau
suruhkan itu".
A : Di ayat ini menyebutkan
Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa
Indonesia oleh E. St. Harahap, cetakan ke
II disebutkan bahwa Esa itu
berarti satu, pertama(tungal) dan di ayat
itu juga disebutkan bahwa Yesus
Kristus adalah Pesuruh Allah
(Utusan/Rasul). Kalau demikian, manakah
yang benar. Di satu ayat menyebutkan Tuhan
dengan Yesus menjadi
satu di lain ayat 15 menjadi satu dan yang
lain lagi Tuhan itu Tunggal,
sedangkan di ayat itu pula menyebutkan
bahwa Yesus itu pesuruh Allah
bukan Tuhan. Menurut pengakuan saudara
suatu Kitab suci yang
kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara
yang satu dengan yang lain
tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya,
karena yang disebut suci itu
bersih dari kekeliruan dan perselisihan.
B : Masih adakah ayat yang
menyebutkan demikian ?
A : Ayat yang bagaimana yang
saudara maksudkan ?
B : Ayat yang menyebutkan
bhawa Tuhan itu Esa (Tunggal), bukan tiga
menjadi satu.
A : Silahkan buka di
"Ulangan" pasal 4 ayat 35.
B ; Baik. Di pasal dan ayat
ini menyebutkan; " Maka kepadamulah ia itu
ditunjuk , supaya diketahui olehmu bahwa
Tuhan itulah Allah, dan kecuali
Tuhan yang Esa tiadalah yang lain
lagi"
A : Jelas di dalam Bibel
sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal.
B : Tetapi itu di dalam
Kitab Perjanjian Lama. Apakah terdapat juga di
Perjanjian Baru ?
A : Saudara minta di
Perjanjian Baru, baiklah. Silahkan saudara buka
Markus pasal 12 ayat 29
B : Baik. Di pasal dan ayat
tsb. menyebutkan " Maka jawab Yesus
kepadanya. hukum yang terutama ialah :
Dengarlah olehmu hai Israel,
adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang
Esa."
A : Periksa lagi di
Perjanjian Lama di "Ulangan" pasal 6 ayat 4
B : Baik disini disebutkan :
" Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya
Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya."
A : apakah belum jelas bahwa
Bibel sendiri yang menjadi Kitab Sucinya
Orang Kristen menyebutkan
seterang-terangnya bahwa Tuhan itu
tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu
menjadi tiga. Taruh kata
di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan
itu tiga menjadi satu, saya
ingin bertanya yang manakah di antara
kedua ayat itu yang benar, yang
Tunggalkah atau yang tiga menjadi Tunggal.
Jadi salah satu dari dua
ayat tsb. pasti ada yang benar, karena
sudah jelas dua ayat itu tidak
sama. Kalau salah satu atau dua-duanya
salah, maka kandungan Kitab
suci itu ada yang salah;jadi bukan Kitab
suci namanya.
B : Betul, salah satu pasti
salah atau kedua-duanya salah.
A : Kalau demikian apakah
dapat diyakini kebenarannya sebagai kitab suci,
kalau kitab suci itu mengandung kesalahan
atau tidak benar isinya.
B : Ya, yang disebut kiab
suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan
kalau tidak demikian maka batallah
kesucian kitab suci itu.
A : Menurut kepercayaan
saudara, apakah Yesus bersatu dengan Allah
B : Ya demikian.
A : Kalau demikian tentu
Yesus adalah selalu bersama Allah dan Allah selalu
bersama Yesus.
B : betul demikian
sebagaimana tersebut dalam "Yohanes" 10,30 yang
bunyinya sebagai berikut : " Aku dan
Bapa itu satu adanya".
Demikian juga Roh suci sebab Roh suci itu
menjadi satu dengan Yesus,
sebagaimana tersebut dalam injil, ialah
setelah Yesus berumur 30 tahun
turun roh suci kepadanya dan dibaptiskan
oleh pembaptis yaitu Yohanes.
jadi jelas bahwa Yesus, Roh suci,Tuhan
adalah Tunggal.
A : Kalau begitu silahkan
buka "Matius" pasal 27 ayat 46
B : Baik, dipasal dan ayat
tsb. menyebutkan : " Maka sekira-kira pukul tiga
itu berserulah Yesus dengan suara yang
nyaring katanya :
"Eli, Eli lama sabaktani ",
artinya " Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau
meninggalkan Aku'.
A : Berdasarkan seruan Yesus
di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu
dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan
Yesus, waktu akan disalibkan.
Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan
Yesus, disaat itulah saat
tepat untuk menolong Yesus, tetapi
kenyataannya Tuhan tidak bersatu
dengan Yesus sehingga Yesus sendiri minta
tolong.
B : Tetapi Yesus itu
hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.
A : Kalau hidupnya Yesus
memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak
bersedia dan menolak untuk disalib.
Buktinya ia berseru dengan sÌ~~~~
nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan.
Dengan kata lain Yesus tidak bersedia
selaku penebus dosa.
B : Betul, saya lantas tidak
mengerti mengapa ayat-ayat Bibel itu ada
simpang siur.
> Lanjutan..
B: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa
ayat-ayat Bibel ada yang
simpang siur.
A: Dari sebab itulah mengapa saudara menyembah
Yesus selaku Tuhan yang
tidak berkuasa menyelamatkan dirinya
sendiri, malah minta tolong.
Pantaskah ada Tuhan demikian. Dan saya
lanjutkan pertanyaan, apakah
manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu
dilaknat?
B: Pasti dilaknat.
A: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus
berterima kasih kepada
mereka yang menyalibkan dia, bahkan
mereka itu seharusnya menda-
patkan ganjaran, karena menurut keterangan
saudara, kehidupan Yesus
itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa.
Jika tidak ada manusia
yang bersedia menyalibkan Yesus, maka
dosa-dosa manusia tentu
tidak ada yang menebusnya. Jadi
manusia-manusia yang telah menyalib
Yesus itu berjasa kepada Yesus dan
penganut-penganut kristen. Akan
tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa
itu malah dilaknat. Mestinya
mereka itu masuk surga dan dipuji-puji
atas jasanya.
B: Ini memang tidak masuk akal atau
sekurang-kurangnya memang sulit
dimengerti; akan tetapi Roh Tuhan bersatu
dengan Yesus itu tidak
mustahil. sebagaimana banyak manusia yang
kesurupan hantu, jin
malaikat atau makhluk-makhluk halus
lainnya., sehingga tindakan
tindakan dan perbuatannya menurut kehendak
makhluk halus tsb.
Demikian juga ada yang kemasukan Roh suci
seperti roh malaikat
sehingga tindakan-tindakan dan
perbuatannya adalah suci.
A: Kalau demikian baiklah saya bikin
pertanyaan; Manusia yang bersatu
(kesurupan) jin itu apakah dia disebut
jin.
B: Tidak
A: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu
apakah ia disebut tuhan?
B: Mestinya tidak juga.
A: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus
yang menerima Roh
ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia
yang menerima wahyu Tuhan itu
bukan Tuhan melainkan adalah utusan
(pesuruh) Tuhan. Sessuai dengan
pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tsb.
dalam "Yohanes' pasal 17
ayat 3 yang berbunyi: " supaya mereka
itu mengenal Engkau. Allah Yang
Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang
telah Engkau suruhkan itu".
B: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang
Ketuhanan Yesus itu.
A: Menurut keterangan saudara tadi, bahwa
manusia yang bersatu dengan
(kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh,
jin dan malaikat, maka
tindakan
dan perbuatannya pasti menurut kehendak
atau menyerupai perbuatan
makhluk-makhluk halus itu.
B: Benar begitu.
A: Kalau demikian maka Yesus yang saudara akui
bersatu dengan Tuhan
mestinya tindakan-tindakan dan
perbuatannya menyerupai perbuatan
Tuhan.
B: Mestinya begitu.
A: Akan tetapi kenyataanya tidak demikian.
Tuhan tidak tidur tatapi Yesus
tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus
makan, Tuhan tidak sakit tetapi
Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada
siapapun tetapi Yesus
menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi
Yesus mati, walaupun
menurut i'tikat Kristen hidup kembali
tetapi ia mati.
B: Menurut anggapan orang Kristen salah satu
yang mneyebabkan Yesus
bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui
yang gaib.
A: Kalau begitu silahkan
buka"Markus" pasal 13 ayat 31,32
B: Baik, ayat itu menyebutkan:
"Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap
tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan
harinya atau ketikanya itu tidak
diketahui oleh seorang juapun, baik segala
malaikat yang di sorgapun
tidak, anak itu pun tidak, hanyalah Bapa
saja."
A: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus
sendiri mengaku tidak ada yang
tahu
kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri.Jadi tegas Yesus
sendiri tidak mengetahui waktunya hari
kiamat, yang termasuk suatu
yang
gaib. Yang tidak tahu itu pasti bukan Tuhan.
B: Tetapi Yesus menyebutkan
dirinya di ayat ini dengan kata:"Anak",
yang berarti ia anak Tuhan.
A: Silahkan buka "Matius" pasal 1
ayat 16
B: Baik. Disitu disebutkan:" dan Yakub
memperanakkan Yusuf, yaitu suami
Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang
disebut Kristus.
A: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti
bukan Tuhan sebagaimana
tersebut dalam ayat tsb. Silahkan periksa lagi
"Keluaran" pasal 4
ayat 22
B: Baik. Di situ disebutkan: "Maka pada
masa itu hendaklah katamu kepada
Fir'aun demikian:" Inilah firman
Tuhan: Bahwa Israil itulah anakku
laki-laki,
yaitu anakku yang sulung".
A: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalh
anak tuhan yang sulung,
sedangkan Yesus tidak disebutkan anak
yang keberapa. silahkan buka
lagi "Yeremia" pasal 31 ayat 9
B: Ayat ini menyebutkan," akulah bapak
bagi Israil; dan Afraim itulah anak
yang sulung".
A: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel
sendiri Anak Tuhan itu
banyak,bukan Yesus saja, padahal
sebenarnya yang dimaksudkan
dengan "Anak" dalam ayat itu
ialah mereka yang dikasihi oel Tuhan,
termasuk Yesus jadi bukan anak yang
sebenarnya.
B: Tetapi dalam
"Matius", pasal 1 ayat 18, menyebutkan sebagai berikut:"
Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian
adanya : Tatkala Maria, yaitu
ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum
keduanya bersetubuh, maka
nyatalah Maria itu hamil dari pada roh
kudus. Roh kudus artinya Roh
Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalh
anak Tuhan, sebagaimana
juga di"Matius" pasal 1 ayat 20
menyebutkan:" yusuf bermimpi seorang
Malaikat, Tuhan berkata :" Hai Yusuf,
anak Daud janganlah engkau
kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu
karena kandungan itu
terbitnya
dai pada Roh kudus."
A: Kalau begitu silahkan
buka:"Kisah Rasul", pasal 6 ayat 5.
B: Baik, ayat itu
menyebutkan: "Maka perkataan ini diperkenankan oleh
sekalian orang banyak itu, lalu memilih
Stephanus, yaitu seorang yang
penuh dengan iman, dan Roh kudus, dan lagi
Philippus, dan Prokhorus
dan
Nikanor dan Simion dan Parmenas dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari
negeri Antiochia.
A: Jadi berdasarkan ayat
Bibel sendiri menunjukkan bahwa Roh Kudus itu
bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan
bahwa Roh Kudus itu Roh Suci,
atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang
bersih dari roh-roh kotor,
bukan seperti roh setan atau hantu.
Sebagaimana halnya para Nabi
lainnya
dengan roh sucinya. Menurut Al Qur'an, Roh Kudus (roh suci) itu
berarti
"Jibril". Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para nabi yang
terdahulu
adalah Kudus.
B: Di Bibel pasal berapa
menyebutkan demikian?
Lanjutan...:
B: Di Bibel pasal berapa
menyebutkan demikian?
A: Silahlan periksa surat
petrus yang kedua pasal 3 ayat 2.
B: Baik. pasal dan ayat ini
menyebutkan: " supaya kamu ingat perkataan
yang sudah disabdakan, dahulu oleh nabi
yang kudus dan akan hukum
Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan
rasul-rasul yang disuruhkan
kepadamu".
A: Jelas di Bibel sendiri
menyebutkan bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan
denga kata lain bahwa Yesus dalam kandungan
Maria itu bukan Tuhan
atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh
bersih,suci,dengan izin atau
perintah Allah yang dikaruniakan kepada
hamba yang dikehendakinya.
Lebih jelas harap saudara periksa dalam
"Kisah Rasul", pasal 5 ayat 32.
B: Ayat tsb menyebutkan:
" Dan kami inilah saksi atas segala perkara itu,"
demikian juga Roh Kudus yang dikaruniakan
Allah kepada sekalian
orang yang menurut Dia."
A: Silahkan periksa lagi
dalam 'Lukas', pasal 1 ayat 41.
B: Pasal ini menyebutkan
bahwa:" Maka berlakulah tatkala Elisabet
mendengar salam Mariaitu, meloncatlah
kanak-kanak yang didalam
rahimnya itu dan elisabet penuh roh kudus.
A: Sudah jelas sekali bahwa
arti Roh kudus adalh Roh Suci yang
dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun
yang dikehendakinya. Kalau
sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan
Allah atau Roh Allah maka
bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak
Tuhan, melainkan segala
orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan
Elisabet(istri Zakaria) pun
mestinya Tuhan juga.
B: Yesus dianggap Tuhan oleh
karena ia mempunyai ro Ketuhanan, terbukti
dengan pangkat Ketuhannnya sehingga ia
dapat menghidupkan orang
mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.
A: Kalau begitu, silahkan
periksa di "Kitab Raja-raja yang kedua" pasal 13
ayat 21.
B: Baik, disini ada
menyebutkan: " Maka sekali peristiwa apabila
dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba
terlihat mereka itu suatu pasukan
lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam
kubur Elisa, maka baru
orang mati itu dimasukkan ke dalamnya dan
kena mayat Elisa itu, maka
hiduplah orang itu pula, lalu bangun
berdiri".
A: Disini menyebutkan malah
tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang
mati.. Jadi bukan Yesus saja dapat
menghidupkan orang mati bahkan
tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan
orang mati. Yang berarti tulang-
tulang Elisa adalh tulang-tulang ketuhanan.
Kalau Yesus di waktu
hidupnya dapat menghidupkan orang mati,
akan tetapi Elisa di waktu
tak bernyawa, malah hanya dengan
tulang-tulangnya, yang di dalam kubur
dapat menghidupkan orang mati. Kalau
perbuatan Yesus dikatakan ajaib
maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus.
Jadi seharusnya Ilyaspun
dianggap
Tuhan juga. Periksa lagi di " Kitab Raja-Raja yang pertama,"
pasal 17 ayat 22
B: Ya, disini menyebutkan
:"Maka didengar akan Do'a Elisa itu, lalu
kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya
sehingga hiduplah ia pula".
A: Kalau secara adil,
seharusnya Elisa dianggap Tuhan juga.
B: Tetapi Yesus dapat
menyembuhkan orang buta sehingga melihat.
A: Kalau begitu periksa"
Kitab Raja-Raja yang kedua", pasal 6 ayat 17 dan 30
B: Ya di pasal itu
menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat
menyembuhkan orang buta, sehingga dapat
melihat.
A: Kalau begitu, elisa pun
harus diangap tuhan juga, karena menyamai Yesus
dan menyamai sifat Tuhan.
B: Sekali lagi Yesus dapat
mneyembuhkan penyakit lepra (penyakit kusta)
A: Silahkan periksa kitab
Raja-Raja yang kedua pasal 5 ayat 10 dan 11
B: Baik. Di asal dan ayat
itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa
dapat menyembuhkan orang sakit kusta
bernama Naaman.
A: Jadi Elisa pun dapat
menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta
malah dapat menghidupkan orang mati.
Mengapa tidak diangkat juga
menjadi Tuhan.
B: Akan tetapi pasal
kejadian Yesus tanpa pencampuran laki-laki dengan
istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus
daripada rohnya Elisa.
A: Asal kejadian Nabi Adam
tanpa bapak dan ibu. Mengapa Adam tidak
dianggap Tuhan. Juga Hawa asal kejadiannya
tanpa ibu, iapun bisa
dianggap juga Tuhan Wanita.
B: tetapi Adam dan Hawa
kedua-duanya berdosa.
A: Kalau begitu Yesuspun
berdosa, karena Yesus keturunan Maria, sedang
Maria keturunan Adam dan Hawa. Yesus
sendiri pernah dibawa oleh
Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan
dibawa oleh Iblis.
B: Dimana cerita itu disebutkan?
A: Di Bibel. Silahkan
saudara periksa"Lukas" pasal 4 ayat 5
B: Baik. Disitu menyebutkan:
" Maka Iblis pun membawa dia ke puncak gunung."
A: Nah, suatu kejadian aneh,
Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk
kepad kemauan iblis.
Lanjutan...
B: Baik, di situ
menyebutkan: "Maka iblispun membawa dia kepuncak gunung......"
A: Nah, suatu kejadian aneh,
Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk
kepada kemauan iblis.
B: Walaupun demikian Yesus
tetap suci daripada dosa.
A: Para Nabi lainnya pun
suci dari pada dosa. Akan tetapi mereka tidak
menganggap dirinya selaku Tuhan, malah
Yesus sendiripun tidak juga mengaku
Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya
mempertuhankan dia.
B: Tidak demikian, Nabi-nabi
berbuat dosa tetapi Yesus tidak.
A: Nabi-nabi yang berbuat
dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu
diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga
Yesus pernah minta ampun dan
diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi
diberi ampun, artinya dosanya
telah habis karenanya, lalu mereka disebut
bersih dari dosa dan
kesalahan-kesalahan.
B: Dimanakah menyebutkan
bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan.
A: Silahkan saudara periksa
sendiri di "Matius" pasal 6 ayat 12.
B: Baik, di pasal dan ayat
tersebut menyebutkan: "Dan ampunilah kiranya kami
segala kesalahan kami, seperti kami ini
sudah mengampuni orang yang
berkesalahan kepada kami.
A: Jelas Yesus sendiri
meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah
berbuat kesalahan.
B: Tetapi di ayat ini juga
ada menyebutkan bahwa Yesus suka memberikan ampun
semua kesalahan orang kepadanya.
A: Kalau hanya begitu,
kitapun bisa. Kitapun bersedia memberikan ampun
kepada orang-orang yang berbuat kesalahan
kepada kita.
B: Tetapi tidak ada manusia
selain Adam yang dilahirkan kedunia ini tanpa
Bapak, melainkan Yesus saja. Jafi masih
dapat dibenarkan kalau Yesus disebut
"Putera Tuhan" atau "Tuhan
Anak".
A: Kalau misalnya ada
seorang manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu,
maka orang itu pasti akan diakui oleh
saudara bahwa ia lebih berhak
menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus
dilahirkan tanpa Bapak saja.
B: Tetapi dalam sejarah
manusia belum pernah ada, dan mustahil adanya.
A: Kalau kiranya ada, maka
yang manakah diantara keduanya yang lebih tinggi
derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya tanpa bapak saja
dengan manusia yang dilahirkan tanpa Bapak
dan Ibu.
B: Menurut akal tentunya
manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu itu
lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh
karena ia dilahirkan lebih ajaib
keadaannya dari pada kelahiran Yesus.
A: Benarkah demikian
pendapat Saudara..?
B: Ya, saya akui, manusia
yang demikian lebih ajaib dari pada Yesus; akan
tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di
Kitab; dan Bapak harus mengambil
dari Kitab yang terkenal, bukan dari
buku-buku dongengan atau
ceritera-ceritera khayalan saja.
A: Supaya Lekas beres urusan
ini, silahkan saudara periksa di Kitab Bibel
atau Injil, Kitab Suci saudara sendiri.
B: di Bab dan pasal berapakah
ada menyebutkan.>?
A: Silahkan saudara periksa
di "Ibrani" pasal 7 ayat 1, 2 dan 3
B: Baik, di pasal dan ayat
ini menyebutkan seperti berikut: "Adapun
Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan
Imam Allah taala, yang sudah
berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim
kembali daripada menewaskan
raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim".
"Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi
bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik
itu kalau diterjemahkan, pertama-tama
artinya raja keadilan, kemudian pula
raja di Salem, yaitu raja damai". Yang
tiada berbapak dan tiada beribu dan
tiada bersilsilah, dan tiada berawal..".
A: Cukup, saudara telah
membaca di kitab suci saudara sendiri, bahwa
Malkisedik seorang raja di Salem tanpa
Bapak dan Ibu, malah tiada
silsilahnya. Sesuai dengan pendapat
saudara, apakah cerita yang disebutkan
dalam kitab suci saudara ini berupa
dongengan atau cerita-cerita khayalan.
Kalau dikatakan dongeng atau cerita
khayalan, maka apakah saudara akan
terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab
suci saudara ada mengandung
cerita-cerita khayalan atau dongengan yang
dibuat-buat. Dan kalau saudara
masih mempertahankan kesucian kitab saudara
itu mengapakah saudara tidak
mengangkat Malkisedik menjabat tuhan juga,
malah jabatan ketuhanannya
tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan
berpegang dengan pendirian saudara
sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih
ajaib dari Yesus, oleh karena
Yesus dilahirkan tanpa Bapak
sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa Bapak dan
Ibu. Selain itu Malkisedik
masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus,
oleh karena Yesus dilahirkan
dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan
menurut Bibel sendiri
Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali.
Apakah saudara masih akan
mempertahankan ketuhanan Yesus...?
B: Saya lantas tidak
mengerti dan menjadi bingung!!
A: Tidak mengerti itu tidak
apa-apa, dan bingung sebenarnya tidak apa-apa,
karena kalau sudah mengerti rasa bingung
akan lenyap dengan sendirinya.
B: Ya, saya membenarkan
keterangan Bapak. Tetapi dalam kitab Injil Johanes
pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan:
"Maka pada mulanya ada itu Kalam maka
Kalam itu, serta dengan Allah, dan Kalam itu
Allah, dan kalau itu Allah . Ia
itu pada mulanya serta dengan Allah. Kata
"Ia" di ayat ini maksudnya ialah
"Yesus". Jadi Yesus beserta dengan
Allah.
A: Dalam susunan ayat
tersebut di atas ada kata penghubung ialah : "Serta"
atau beserta.
Kalau ada orang berkata "Si Salim
dengan si Amin" maka susunan kalimat ini
semua orang dapat mengerti bahwa si Salim
tetap si Salim bukan si Amin jadi
berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca
dengan susunan "Ia" (Yesus) beserta
Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus
bukan Allah, dan Allah bukan
Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan
Allah: dengan kata lain kata
Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga
disebutkan bahwa Kalam itu Allah.
Padahal Kalam itu bukan
Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan
Kalam-pun lain.
B: Bagaimana kalau Yesus
disebut saja Anak Tuhan.
A: Saya sudah jelaskan
tentang itu pada saudara dalam pembicaraan kita yang
lalu. Dan saudara telah mengakui kebenaran
keterangan saya. Sekarang saya
tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik
anaknya berupa manusia seperti Yesus
atau lainnya, maka ke Esa-an Tuhan sudah
ternoda karenanya. Sedang kita-pun
tidak mungkin menodai ke Esa-an Tuhan.
B: Tetapi dalam kitab:
"Wahyu", pasal 22 ayat 13 menyebutkan: "Maka Aku
inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang
kemudian. Yang Awal dan Yang
Akhir".
A: Rangkaian perkataan itu
bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman
Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran
perkataan saya ini silahkan saudara
periksa di Kitab "Wahyu" tersebut
pasal 21 ayat 6.
B: Baik, pasal dan ayat ini
menyebutkan: "Maka firmannya kepadaku: "Sudahlah
genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang
awal dan yang Akhir".
A: Jelas di ayat itu
menyebutkan: "Maka firmannya kepadaku", Siapakah yang
berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat
ini..???
B: Tentu Allah yang
berfirman.
A: Jadi yang berfirman Aku
inilah Alif dan Ya, yang Awal dan Yang Akhir,
bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi
firman Allah kepada Yesus.
B: Di Johanes pasal 8 ayat
58 Yesus berkata: "Sebelumnya Ibrahim aku sudah
ada". Jadi bisa dianggap Yesus itu
permulaan.
A: Kalau Yesus dikatakan
"Permulaan". maka diapun tidak benar. Karena pada
mulanya Yesus itu tidak ada, lalu
diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu
Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup
lagi. Dan orang sudah mati itu tidak
bisa dikatakan: "seorang yang
terkemudian", dan kalau Yesus itu hidup lagi,
tidak bisa dikatakan: "Permulaan",
bukan pula "yang terkemudian", bukan yang
"awal", maupaun: "yang
akhir".
B: Saya lantas makin tidak
mengerti, malah tambah membingungkan saya karena
pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu
diperanakkan oleh Maria dan sesudah
itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak
ada, tidak bisa disebut:
"permulaan". Kalau Yesus
diperanakkan, mustahil bisa disebut "Permulaan".
dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut
"yang terkemudian"
A: Supaya lebih jelas kepada
saudara maka saya hadapkan pertanyaan:
Andaikata Yesus itu disebut
"permulaan", maka apa dengan dasar inikah
saudara mengakui Yesus itu Tuhan.
B: Ya, betul begitu.
A: Kalau demikian, bagaimanakah
anggapan saudara, kalau sekiranya dalam
kitab suci saudara ada menyebutkan bahwa
ada seseorang manusia Yesus, yang
tidak ada permulaannya dan tidak ada
kesudahannya. Apakah manusia itu akan
diakui tuhan juga oleh saudara.
B: di pasal manakah
menyebutkan demikian.
A: Sebelum saya tunjukkan,
apakah saudara masih tetap berpendirian akan
mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak
ada permulaan dan kesudahannya,
sebagaimana saudara bertuhan kepada Yesus.
B: Kalau betul ada, tentu
saya bimbang atau sekurang-kurangnya meragukan
saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.
A: Mestinya saudara mengakui
Tuhan dua-duanya, dengan lain kata disamping
Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.
B: Ya, bisa juga begitu.
Akan tetapi tentu saja keyakinan saya lantas tambah
tidak karuan. Di pasal manakah ada
menyebutkan ada seorang manusia yang
tidak ada permulaan dan kesudahannya.
A: Saya telah katakan
dikitab suci saudara sendiri. Silahkan buka Ibrani
pasal 7 ayat 2 dan 3.
B: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan
sampai baris pertama ayat ketiga
dari pasal tersebut sebagai berikut:
Lanjutan...
B: Baik, seperti tadi sudah
saya bacakan sampai baris pertama ayat ketiga
Dari pasal tsb. sbb. :
"Malkisedik yang tiada berbapa dan
tiada beribu dan tiada bersilsilah dan
tiada berawal dan berkesudahan hidupnya,
melainkan ia diserupakan Anak
Allah. maka kekallah ia
selama-salamanya".
A: Bagaimana perasaan
saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini
bukan Yesus saja yang menjadi permulaan
tetapi juga Malkisedik.
B: Keyakinan saya memang
jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.
A: Bimbang atau tidaknya terserah saudara,
yang jelas tidak ada niat
sama-sekali untuk mengajak saudara
meninggalkan Agama Kristen. Yang penting
adalah rembukan dan penelitian semata-mata.
Meneliti dan menganalisa
terhadap sesuatu adalah hak semua orang,
asalkan penelitian itu benar-benar
tidak mengganggu ketentraman umum.
B: Terimakasih, dan saya
masih akan bertanya lagi pada Bapak; maklumlah saya
ini sedang mencari kepuasan yang dapat
menimbulkan keyakinan saya dalam
memeluk agama.
A: Silahkan saudara
bertanya, keyakinan itu timbul setelah menyelidiki dan
meneliti dengan kepuasan. Di dalam Agama
Islam tidak ada paksaan. Yang
penting menyampaikan (da'wah), tidak lebih
dari itu. Teruskanlah pertanyaan
saudara.
B: Setelah kita bersoal
jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah keraguan
dalam hati saya, namun apakah bapak masih
bersedia menunjukkan ayat-ayat
Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan
Anak Tuhan.
A: Walau telah saya
tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang pengakuan
Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal,
namun demi pengharapan saudara akan
saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak
sebaiknya kita lanjutkan besok
malam saja oleh karena waktu sudah malam
(Jam 12.25).
B: Ya, terima kasih, besok
malam saja kita lanjutkan
PERTEMUAN YANG KETIGA
A: Sebagaimana kita telah
rembuk kemarin malam, apakah akan dilanjutkan juga
musyawarah kita ini
B: Memang demikian, karena
kedatangan kami kemari khususnya untuk
melanjutkan pertemuan kita kemarin malam
A: Kalau tidak khilaf,
pembicaraan kita masih berkisar dalam soal ketuhanan
Yesus dalam Bibel.
B: Betul begitu. Kemarin malam
saya mengharapkan agar bapak menunjukkan
ayat-ayat dalam Kitab Injil; apakah Yesus
itu Tuhan atau bukan.
A: Kemarin malam, telah saya
tunjukkan. Agar berurutan sebaiknya kita ulangi
lagi ayat-ayat Injil tersebut, lalu akan
saya tunjukkan lagi ayat-ayatnya
yang lain; setujukah saudara pendapat saya
ini.
B: Memang sebaiknya begitu,
agar berurutan dan bertambah jelas baiklah
diulangi lagi.
A: Silahkan Buka Matius
pasal 1 ayat 16
B: Baik, dalam pasal dan
ayat tersebut menyebutkan: "Dan Yakub memperanakkan
Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang
melahirkan Yesus, yang disebut Kristus".
A: Di sini jelas , ayat ini
menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan
oleh Maria. Jadi Yesus adalah anak manusia,
bukan anak Tuhan, sebagaimana
telah saya terangkan dalam pertemuan
pertama.
B: Ya, pada pertemuan
pertama bapak telah terangkan dan saya telah mengerti.
Menurut pendapat bapak, apakah sebenarnya
yang dimaksudkan dengan kata:
"Yesus dan Kristus".
A: Apakah saudara belum
mengetahui arti daripada dua buah kata tersebut..?
B: Saya mengerti. Tetapi
hanya untuk mencocokkan saja dengan penafsiran
bapak.
A: Baik, Yesus adalah bahasa
Yunani, yang berarti: "Melepaskan", melepaskan
manusia daripada dosa.
B: Darimanakah adanya keterangan
bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa.
A: Sebetulnya susunan
pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti
mungkin saudara akan menguji saya tentang
Injil, walaupun begitu saya penuhi
juga pengharapan saudara. silahkan periksa
di Matius pasal 1 ayat 21
B: Di pasal dan ayat ini
menyebutkan : "Maka ia akan beranakkan seorang anak
laki-laki, dan hendaklah engkau namakan
Dia, Yesus, karena ialah yang akan
melepaskan kaumnya dari pada segala
dosanya".
A: Itulah ayatnya, Arti Kristus
ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem
dan ada beberapa lagi artinya yang lain:
Kata Almasih dalam Injil bahasa
Inggris disebut: "Christ the
Lord", didalam Injil bahasa Arab disebut:
"Almasih Ar-Robb". Kata
"Lord dan Robb" artinya tuanku, paduka tuan, dan ada
juga dengan arti Tuhan, dan lain-lain
lagi. Akan tetapi karena Yesus sendiri
mengaku bahwa ia bukan Tuhan melainkan
utusanNya bagaimana tersebut dalam
kitab Injil Johanes pasal 17 ayat 23, dan
ia diperanakkan oleh manusia,
sebagaimana tersebut dalam Injil Matius
pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia
sendiri yang berkata dan mengakui bahwa
Tuhan itu Esa (Tunggal), sebagaimana
disebutkan dalam Injil Markus, pasal 12
ayat 29 dan diayat-ayat Injil yang
lain-lain, maka berdasarkan pengakuan
Yesus itu, jelas Yesus itu bukan Tuhan
dan bukan anak Tuhan.
B: Benar yang bapak
maksudkan itu.
A: Selanjutnya harap periksa
lagi di Markus pasal 12 ayat 29
B: Di sini menyebutkan :
"Maka jawab Yesus kepadanya: "Hukum yang terutama
inilah: dengarlah olehmu hai Israil,
adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan
Yang Esa""
A: Jelas bahwa Tuhan itu
Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan
sebagaimana telah saya terangkan.
B: Ya, sudah bapak terangkan
kemarin malam.
A: Periksa lagi Ulangan
pasal 4 ayat 35
B: Di sini menyebutkan:
"Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui
olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali
Tuhan yang Esa tiadalah yang lain
lagi".
A: Kitab Injil saudara sendiri
yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang
menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan
melainkan Allah yang Esa. Jadi tegas
sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi
Tuhan. Inipun telah saya
terangkan pada pertemuan kita kemarin malam.
B: Ya, saya sudah mengerti
dan menerimanya.
A: Periksa lagi di Ulangan
pasal 6 ayat 4
B: Di Ulangan pasal dan ayat
tersebut menyebutkan demikian: "Dengarlah
olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah
kita, Hua itu Esa adanya".
A: Jelas di kitab Injil
sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus
telah mengakui sendiri bahwa dia bukan
Tuhan. Bagaimana pendapat saudara.
Kaum Kristen mengatakan Yesus itu tuhan,
sedangkan Yesus sendiri menolak
disebut dirinya Tuhan.
B: Ya, saya tidak mengerti
dan tambah bingung.
A: Biarlah tidak apa-apa.
Marilah kita teruskan lagi. Periksa di Matius
pasal 27 ayat 1.
B: Baik, di sini
menyebutkan: "Setelah hari siang, maka segala kepala iman
dan orang tua-tua kaumpun berundinglah
atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia".
A: Kalau betul Yesus itu
Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk
membunuh Dia. Silahkan buka lagi di
Matius pasal 26 ayat 38
B: Di ayat ini ada
menyebutkan: "Kemudian kata Yesus kepada mereka itu:
"Hatiku amat sangat berdukacita, hampir
mati rasaku; tinggallah kamu disini
dan berjagalah sertaku""
A: Di ayat ini menyebutkan
bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah
ada tuhan berduka cita. Ini menunjukkan
bahwa Yesus bukan Tuhan.
Periksa lagi di Lukas pasal 2 ayat 11
B: Baik diayat ini menyebutkan: "Sebab
pada hari ini sudah lahir bagimu Juru
Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam
negeri Daud".
A: Wajarkah tuhan dilahirkan oleh manusia
(Maria). Terus periksa di Johanes
pasal 5 ayat 30
B: Baik, di sini menyebutkan
: "Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari
mauku sendiri, Seperti aku dengar begitu
aku hukumkan, dan hukumku itu adil
adanya, karena tidak aku coba turut mauku
sendiri, melainkan maunya Bapa
yang sudah mengutus aku"
A: Ayat itu Yesus sendiri
yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat
sekehendaknya. Wajarkah tuhan tidak
berkuasa berbuat sekehendaknya. Di ayat
itupun Yesus mengaku sendiri bahwa
kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan
yang mengutus dia. Kalau Yesus betul
Tuhan, tentu tidak dapat diperintah
oleh siapapun. Di ayat ini juga Yesus
mengaku, bahwa dia bukan Tuhan
melainkan diutus oleh tuhan. Yang diutus
itu tentu bukan Tuhan.
B: Kalau berdasarkan ayat
tersebut, memang benar keterangan Bapak.
A: Kalau begitu jelas bahwa:
1. Yesus Datang kedunia ini bukan
kemauannya sendiri tetapi utusan Tuhan
atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga
Tuhan telah mengutus Nabi-nabi dan
rasul-rasul yang lain.
2. Yesus menghidupkan orang mati bukan
maunya sendiri melainkan atas
kehendak Tuhan, sebagaimana juga Ilyas
dapat menghidupkan orang mati.
3. Yesus dapat menyembuhkan penyekit
kusta (lepra), bukan kehendaknya
sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan
sebagaimana Ilyas dapat menyembuhkan
penyakit lepra.
Keterangan saya ini berdasarkan pengakuan
Yesus sendiri di ayat tadi bahwa
"tidak aku coba mauku sendiri, melainkan
maunya Bapa yang sudah mengutus
Aku"
Apakah Saudara memerlukan lagi ayat-ayat Bibel
yang menerangkan pengakuan
Yesus sendiri bahwa Ia bukan Tuhan.
B: Buat saya masih memerlukan lagi, bukankah
telah saya sampaikan kepada
bapak, bahwa saya ingin mencari kepuasan
dalam meneliti ajaran-ajaran agama,
terutama dalam hal Ketuhanan yang hakiki.
Tetapi saya ingin bertanya, dan
maaf sebelumnya, bagaimanakah bapak bisa
hafal diluar kepala tentang
ayat-ayat Bibel, dan keistimewaan bapak
ini saya merasa kagum.
A: Itu adalah petunjuk
Tuhan. Alhamdulillah saya memang mempelajari bermacam
agama, akhirnya saya bertambah yakin akan
kebenaran Agama Islam. Kalau
saudara merasa kagum kepada saya, maka
sayapun lebih merasa kagum lagi
kepada saudara selaku pemeluk agama
Kristen berhasrat meneliti ajaran-ajaran
agamanya. Juga dengan bantuan bapak Markam
ini. Baiklah kita lanjutkan,
periksa lagi di Ulangan pasal 4 ayat 39.
B: Baik, dipasal dan ayat
ini disebutkan sebagai berikut: "Maka sekarang
ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini
baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah,
baik di langit yang di atas, baik di bumi
yang di bawah, dan kecuali ia
tiadalah lain lagi."
A: Tegas sekali, dikitab
Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada
Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri
pula yang berkata bahwa tiada tuhan
melainkan Allah. Jadi Yesuspun bukan
Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat
diputar-putar lagi. Kalau ada penganut
agama Kristen mengakui Yesus itu
Tuhan, maka pengakuannya bertentangan
dengan kitab sucinya sendiri, dan
bertentangan pula dengan ajaran Yesus.
B: Tetapi dalam Injil
Johanes pasal 10 ayat 38 ada menyebutkan: "Supaya kamu
dapat tahu dan percaya, yang Bapa ada di
dalam aku, dan aku ada di dalam
Bapa".
Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus di dalam
Tuhan dan Tuhan di dalam Yesus,
maksudnya Tuhan dan Yesus itu satu adanya
atau singkatnya bahwa Yesuspun
Tuhan. Juga dalam Johanes pasal 14 ayat 11
ada menyebutkan: "Percayalah yang
aku ini dalam Bapa, dan Bapa dalam
aku".
A: Kalau saudara berpegang
dengan ayat tersebut, bahwa Yesus itu Tuhan, maka
saudara harus mengakui juga bahwa Tuhan
itu Yesus dan Yesus itu Tuhan.
B: Tidak demikian, tetapi
Yesus dan Tuhan itu satu.
A: Kalau begitu, saya ingin
bertanya: "Di ayat itu ada dua rangkaian kata
ialah "Yesus dan Tuhan".
Siapakah yang lebih berkuasa di antara keduanya.
Tuhan Bapakah atau Yesus.
B: Tentu Tuhan Bapa.
A: Kalau masih ada yang
lebih berkuasa dari Yesus, maka Yesus tentu bukan
Tuhan, lebih jelas periksa di Injil
Johanes pasal 14 ayat 28.
B: Baik, di ayat ini ada
menyebutkan: "Kamu sudah dengar aku bilang, yang
aku pergi serta datang kembali sama kamu.
Coba kamu cinta sama aku, hati,
sebab aku sudah bilang: "Yang aku
pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih
dari aku"
A: Di ayat ini Yesus sendiri
mengatakan: "Bapaku itu lebih dari aku", ini
menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan,
maka ialah tuhan yang tidak
sempurna, oleh karena masih ada yang
melebihi tingkatnya. Yang tidak
sempurna itu tentu bukan Tuhan. Harap
saudara periksa lagi di Injil Johanes
pasal 12 ayat 45.
B: Baik, di pasal dan ayat
tersebut menyebutkan sebagai berikut: "Dan barang
siapa yang melihat aku, dia melihat sama
Dia yang mengutus aku"
A: Pantaskah tuhan diutus.
Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di
utus. Maksud ayat tersebut siapa yang
melihat Yesus, seolah-olah ia melihat
Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan
Yesus diatas menunjukkan bahwa ia
bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan.
B: Saya belum meneliti
maksud ayat di Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14
ayat 11 yang menyebutkan bahwa "Bapa
dalam aku dan aku dalam Bapa", seperti
yang telah saya bacakan tadi. Akan tetapi
dalam ayat ini saya berpendapat
ada dua macam penafsiran :
1. Yesus adalah Tuhan.
2. Berdasarkan Injil Johanes pasal 12 ayat
45 yang kita baca itu
menyebutkan, Yesus itu adalah utusan
Tuhan. Utusan disini maksudnya selaku
Tuhan ia menyampaikan sendiri ajarannya
kepada manusia.
A: Ayat itu bukan berarti
mempunyai dua macam penafsiran, tetapi diantara
dua ayat tersebut yakni di Johanes pasal
10 ayat 38, dan pasal 14 ayat 11
dan Johanes pasal 12 ayat 45 itu adalah
bertentangan. Disatu ayat
ditafsirkan Yesus itu Tuhan, dan di ayat
lain disebutkan bahwa Yesus itu
utusan Tuhan. Jadi di dalam Injil sendiri
terdapat ayat-ayatnya antara yang
satu dengan yang lain bertentangan. Kita
perlu ingat kembali pada
pembicaraan kita semula kalau ada kitab suci
yang isinya berselisih antara
satu ayat dengan ayat yang lain, maka
apakah kitab suci itu masih akan
dipertahankan kesuciannya..?.
B: Betul, kita telah
bicarakan hal itu pada pertemuan yang lalu.
A: Andaikan saudara masih
juga mempertahankan ketuhanan Yesus dengan
berdasarkan ayat Bibel yang menyebutkan:
"Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam
Yesus" sebagaimana tersebut dalam
Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat
11 itu maka saudarapun akan dijawab oleh
kitab Injil saudara sendiri, bahwa
penafsiran saudara itu tidak benar.
B: Dimanakah menyebutkan
demikian?
A: Silahkan saudara periksa
di Injil Johanes pasal 17 ayat 21.
B: Di pasal dan ayat ini
menyebutkan: "Supaya semua jadi satu, ia Bapa!
seperti Bapa dalam saya dan saya dalam
Bapa dan supaya dia orang jadi satu
dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah
mengutus saya".
A: Jelas di ayat ini kalau
Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan
Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada
dalam Bapa. Kalau begitu harus saudara
akui bahwa murid-murid Yesuspun Tuhan
juga.
B: Kalau begitu bagaimana
arti yang sebenarnya ayat itu menurut Bapak.
A: Kalimat, "Bapa dalam saya", dan
muridnya jadi satu dengan kita (Allah dan
Yesus) di ayat tersebut maksudnya, supaya
Yesus senantiasa tidak melupakan
Allah (Bapa) demikian juga muridnya tidak
melupakan Yesus dan Allah (Bapa).
Dan di akhir ayat tersebut Yesus berkata
"biar dunia percaya yang Bapa
mengutus saya". Rangkaian kata-kata
ini tegas sekali Yesus mengakui bahwa ia
bukan anak Allah, melainkan utusannya,
dan teruskan saudara baca di Johanes
pasal 17 ayat 23
B: Baik, ayat tersebut
menyebutkan: "Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam
saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa
sudah mengutus saya"
A: Apakah susunan ayat
tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata
dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan,
melainkan utusan Tuhan. Apakah saudara
masih belum puas tentang ayat-ayat Injil
yang menunjukkan bahwa Yesus bukan
Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak
tunjukkan kepada saudara.
B: Sebagaimana telah saya
sampaikan kepada bapak, saya ingin kepuasan.
Sebetulnya keterangan-keterangan bapak
telah memuaskan saya, namun demikian
kalau masih ada ayat-ayatnya lagi harap
bapak tunjukkan.
Lanjutan.............
B: Sebagaimana telah saya
sampaikan kepada bapak, saya ingin kepuasan.
Sebetulnya keterangan-keterangan bapak
telah memuaskan saya, namun demikian
kalau masih ada ayat-ayatnya lagi harap
bapak tunjukkan.
A: Baik saya penuhi
pengharapan saudara silahkan saudara periksa di kitab
Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22.
B: Pasal dan ayat tersebut
menyebutkan sebagai berikut: "Maka sebab itu
besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena
tiada yang dapat disamakan dengan
dikau dan tiada Allah melainkan Engkau
sekedar yang telah kami dengar dari
telinga kami"
A: Di ayat ini jelas bahwa
Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada
Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan
dengan Allah. Jadi Yesus sendiri
mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan
Tuhan, dengan kata lain ia bukan
Tuhan dan ditengah-tengah ayat itu Yesus
sendiri berkata: "Tiada Allah
melainkan engkau". Jadi Yesus
termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan
Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus
sendiri yang berkata bahwa, "tiada
Tuhan melainkan Allah" mengapa kaum
kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan.
Silahkan periksa lagi Injil Yahya pasal 17
ayat 8.
B: Baik, sebutan ayat
tersebut adalah sebagai berikut: "Karena segala firman
yang telah Engkau firmankan kepadaku,
itulah Aku sampaikan kepada mereka
itu, dan mereka itu sudah menerima dia,
dan mengetahui dengan sesungguhnya
bahwa Aku datang dari Ada-Mu, dan lagi
mereka itu percaya bahwa Engkau yang
menyuruh aku.
A: Di ayat ini Yesus sendiri
berkata bahwa ia menerima firman dari Allah.
Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak
membutuhkan firman dari siapapun juga. Di
akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata
bahwa "Engkaulah yang menyuruh
aku". Jadi Yesus itu bukan tuhan,
melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana
Nabi-nabi dan utusan-utusan Allah yang
lain-lain juga. Teruskan saudara
periksa Injil Matius pasal 26 ayat 2.
B: Baik, disini menyebutkan
: "Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi
akan ada hari raya Paskah, dan Anak
manusia akan diserahkan supaya ia
disalibkan"
A: Yang dimaksud dengan anak
manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. Jadi
jelas Yesus mengakui bahwa ia bukan anak
Tuhan, melainkan anak manusia.
Lanjutkan periksa Injil Matius pasal 5
ayat 45.
B: Baik, ayat ini
menyebutkan: "Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang
disurga..."
A: Cukup sampai disitu. Di
ayat ini saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus
sendiri yang berkata kepada
murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak
bapamu yang di surga; yakni apabila
murid-muridnya taat atas
perintah-perintah Tuhan, menurut Yesus
mereka akan jadi anak Tuhan juga.
Berdasarkan ayat Bibel tersebut tentunya
anak tuhan akan menjadi banyak
jumlahnya, bukan Yesus saja.
B: Tetapi di Injil Johanes
pasal 1 ayat 34 menyebutkan : "Maka aku sudah
melihat itu, serta bersaksi yang dia
inilah anak Allah".
Juga di Injil Matius pasal 3 ayat 17
menyebutkan: "Maka suatu suara dari
langit mengatakan:" Inilah Anakku yang
kukasihi, kepadanya aku berkenan"
Di Injil Lukas pasal 1 ayat 32 juga
menyebutkan: "Maka ia akan menjadi
besar, dan Ia akan dikatakan anak Allah
yang Maha Tinggi, maka Allah, Tuhan
kita akan mengaruniakan kepadanya takhta
Daud, nenek moyangnya itu".
Di Ibrani pasal 4 ayat 14 menyebutkan:
"Sedangkan ada kepada kita seorang
Imam Mahabesar yang sudah melintas segala
langit, yaitu Yesus Anak Allah,
maka hendaklah kita memegang pengakuan
itu".
Dan
masih banyak lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan bahwa Yesus Anak
Allah. Kalau Bapak memerlukan akan saya
tunjukkan ayat-ayatnya.
A: Saya mengerti, bahwa
ayat-ayat Bibel yang menyebutkan Yesus Anak Allah
sebagaimana tersebut di:
Matius
: Pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat
63 dan Pasal 16 ayat 17
Johanes
: Pasal 3 ayat 16, pasal 1 ayat 34 dan 40, pasal 17 ayat 1, pasal
19 ayat 7, pasal 16 ayat 27 dan ayat 30,
pasal 15 ayat 23 dan beberapa ayat
lainnya di Johanes.
Rum
: Pasal 1 ayat 9, pasal 5 ayat 10, pasal 8 ayat 3, pasal 29 ayat
32.
Galitiah : Pasal 1 ayat 16, pasal 4 ayat 4
dan 6.
Lukas
: Pasal 1 ayat 32 dan 35, pasal 3 ayat 22, pasal 4 ayat 3 dan 9,
pasal 4 ayat 43 dan 41.
Ibrani
: Pasal 1 ayat 2,5 dan 8, pasal 3 ayat 6, pasal 4 ayat 14, pasal 5
ayat 5 dan 8.
Matius
: pasal 2 ayat 15, pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3 dan ayat 6,
pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63, pasal 16
ayat 17.
Korintus : Pasal 1 ayat 9
Dan masih ada beberapa ayat lain di kitab
Injil yang menyebutkan Yesus itu
Anak Allah tetapi maksudnya bukan anak Allah
yang sebenarnya, karena Yesus
sendiri mengaku dikitab Injil bahwa ia
adalah utusan Allah, bukan Anak
Allah. Dan ia sendiri berkata: "anak
manusia" bukan anak Tuhan, Jadi jumlah
ayat-ayat di kitab Injil yang menyebutkan
Yesus itu anak Allah tidak
menjamin kebenarannya bahwa ia anak Allah
betul-betul, sebagaimana kita
sering mendengar ucapan-ucapan "Anak Kapal",
"Anak Sekolah", tidak berarti
bahwa kapal dan sekolah itu beranak,
melainkan mempunyai arti bahwa orang
itu selalu terikat oleh peraturan-peraturan
kapal dan pelajaran-pelajaran di
sekolah. Periksa lagi Yahya pasal 5 ayat 30.
B: Ayat
tersebut demikian bunyinya : "Suatu pun tidak aku dapat berbuat
menurut kehendakku sendiri melainkan aku
menjalankan hukum sebagaimana yang
aku dengar, dan hukumku itu adil adanya,
karena bukannya aku mencari
kehendak diriku, melainkan kehendak Dia
yang menyuruhkan aku.
A: Di sini jelas sekiranya
Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat
sekehendaknya sendiri. Tetapi di Bibel
sendiri menyebutkan bahwa perbuatan
Yesus itu adalah kehendak Tuhan. Dan
sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya
tidak ada yang mengutus. Mustahil Tuhan
menjadi utusan Tuhan, atau dengan
lain kata "Utusan Tuhan itu adalah
Tuhan", bisakah terjadi demikian.
B: Sudah jelas dan terima
kasih.
A: Silahkan periksa lagi di
Yahya pasal 3 ayat 13.
B: Baik, disini menyebutkan:
"Seorang pun tiada naik kesurga, kecuali ia
yang sudah turun dari surga, yaitu anak
manusia".
A: Jelas di Bibel sendiri
menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak
manusia bukan anak Tuhan.
B: Betul berdasarkan ayat
tersebut Yesus adalah anak manusia.
A: Periksa lagi di Matius
pasal 27 ayat 30
B: Baik, disini menyebutkan
: " Maka mereka itupun meludahi Dia, serta
mengambil buluh itu memalu kepalanya".
A: Kalau Yesus itu betul
Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan
diperolok-olokkan. Mengapa ada Tuhan yang
begitu lemah. Sesuai dengan
pengharapan saudara supaya puas dengan
soal ketuhanan Yesus menurut Bibel
dan perkataan Yesus sendiri ada
menyebutkan Ia bukan Tuhan, sekali lagi
periksa di Matius pasal 21 ayat 18 dan
19.
B: Baik, di sini
menyebutkan: " Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali
kenegeri itu, ia merasa lapar". Serta
dipandangnya sepohon ara di sisi
jalan, pergilah ia kesitu dan didapatinya
suatu apapun tiada dipohon itu,
melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah Ia
kepadanya: Janganlah jadi buah
dari padamu lagi selama-lamanya. Maka
dengan seketika itu juga layulah pohon
ara itu".
A: Kalau Yesus itu Tuhan
tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak
berbuah melainkan ia akan menciptakan buah
pada pohon itu dengan
kekuasaannya selaku Tuhan. Akan tetapi
pohon yang tidak berbuat kesalahan
apa-apa kepada Yesus dan pohon yang tidak
tahu apa-apa itu malah dikutuk
oleh Yesus. Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk
yang tidak bersalah. Padahal
kalau betul Yesus itu Tuhan tentu Ia
berkuasa menciptakan pohon itu supaya
mengeluarkan buahnya seketika itu juga,
tidak lalu mengutuknya.
B: Bapak hafal betul tentang
ayat-ayat di Kitab Injil, jadi sudah jelas
berdasarkan ayat-ayat Injil yang bapak
sebutkan dan dikuatkan lagi dengan
beberapa ayat lainnya, nyatalah bahwa
Yesus itu bukan anak Tuhan.
A: Persoalan Yesus anak
Tuhan itu telah kita bicarakan pada pertemuan
pertama, dan sudah dibereskan oleh Injil
sendiri yang menyebutkan bahwa
selain Yesus masih banyak lagi beberapa
manusia yang harus diakui Anak
Tuhan, dan seharusnya mereka itu diakui
juga oleh golongan Kristen, menjabat
anak tuhan, bukan Yesus saja, karena
berdasarkan Kitab Injil sendiri anak
Tuhan itu banyak.
B: Ya betul kita telah
bicarakan tentang itu.
A: Supaya lebih Jelas,
baiklah saya ulangi, di Injil ada menyebutkan bahwa:
1. Daud anak Allah yang
sulung (Mazmur, pasal 89 ayat 27)
2. Yakub (Israil) adalah
anak Allah yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat 22
dan 23)
3. Afraim adalah anak Allah
yang Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)
Jadi Daud anak Allah yang sulung, Yakub
anak Allah yang sulung, dan Afraim
juga anak Allah yang sulung. Ketiga-tiganya
atau kesemuanya adalah anak
sulung. Yang manakah yang betul-betul
sulung. Apakah ayat ini benar semuanya
atau salah semuanya. Karena itu saya
jelaskan bahwa Anak Allah yang tersebut
dalam Bibel itu, tidak berarti anak Allah
yang sebenarnya melainkan
maksudnya ialah kekasih Allah, atau mereka
yang taat kepada
perintah-perintah tuhan.
B: Saya sudah mengerti
terima kasih.
A: Tetapi saudara mungkin
belum mengerti betul tentang arti "Anak dan Bapa"
dalam bahasa Ibrani, atau susunan bahasa
yang terpakai dalam Bibel.
B: Kalau begitu bagaimanakah
arti yang sebenarnya.
A: Dalam bahasa Ibrani kata
"Bapa" itu dipakai buat Tuhan, sedangkan kata
"anak" dipakai buat mereka yang dihormati, seperti
para Nabi dan para
Rasul.
B: Dasar apakah yang dipergunakan
oleh bapak tentang keterangan itu.
A: Saya sudah sebutkan pada
pertemuan yang pertama ialah tersebut dalam
Injil Matius
B: Saya tidak ingat, di
pasal dan ayat berapa.
A: Silahkan buka Matius,
pasal 5 ayat 9.
B: Baik, di sini disebutkan:
"Berbahagialah segala orang yang mendamaikan
orang karena mereka itu akan disebut anak
Allah".
A: Jelas siapa saja
mendamaikan manusia akan disebut akan menjabat "Anak
Allah", kalau begitu anak Allah itu
ratusan, ribuan malah mungkin jutaan
orang, jadi bukan Yesus saja.
B: Apakah tidak sebaiknya
kita lanjutkan besok malam saja, karena sudah
larut malam.
A: Terserah saudara, tetapi
baiklah besok malam saja kita lanjutkan.
PERTEMUAN YANG KE EMPAT
Yesus Penebus Dosa
A: Betulkah Kepercayaan
Kristen bahwa datangnya Yesus adalah untuk menebus
Dosa.
B: Memang demikian.
A: Dimanakah menyebutkan
B: Dalam kitab Perbuatan
Rasul-rasul pasal 5 ayat 31
A: Tolong bacakanlah
B: Baik, di sini ada
menyebutkan: "Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan
Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan
mengaruniakan tobat kepada Bani
Israil dan jalan keampunan dosa".
A: Susunan kata ini
diucapkan oleh Petrus, bukan perkataan Yesus dan bukan
wahyu dari Tuhan
B: Tetapi dalam Injil Lukas
pasal 2 ayat 10 dan 11 juga ada menyebutkan.
A: Bacakanlah
B: Disini menyebutkan:
"Maka kata malaikat itu kepada mereka itu: "Jangan
takut, karena sesungguhnya Aku memberikan
kepadamu suatu kesukaan besar yang
akan jadi bagi segenap kaum. Sebab pada
hari ini sudah lahir bagimu Juru
Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu, di dalam
negeri Daud".
A: Malaikat itu berkata
kepada siapa menurut ayat itu
B: Di Lukas pasal 2 ayat 8
dan 9 menyebutkan bahwa malaikat berkata kepada
orang gembala yang tinggal di padang,
menjaga kawan binatangnya pada waktu
malam.
A: Tidak ada keterangan
bahwa yang berkata itu malaikat, dan tidak ada
pernyataan dari orang gembala sendiri
mengenai peristiwa tersebut.
B: Buat saya tidak perlu
memeriksa lebih mendalam lagi, karena di Injil
menyebutkan Yesus adalah Juru Selamat dan
penebus dosa, itu sudah cukup.
A: Baik, kalau saudara tidak
perlu memeriksa kembali ayat tersebut tidak
apa, saya ikuti kemauan saudara, namun
saya ingin memberitahukan kepada
saudara, bahwa dalam kitab Kisah Rasul
pasal 5 ayat 31 yang saudara baca
tadi ada menyebutkan bahwa Yesus, hanya
penebus dosa bagi Bani Israil saja,
bukan untuk semua manusia. Dan saudara
sendiri selaku penganut agama Kristen
tentunya tidak tertebus dosanya oleh
Yesus, oleh karena saudara bukan
turunan Bani Israil. Demikianlah kalau
saudara betul-betul berpegang pada
Kitab Suci saudara kitab Injil saudara,
yang telah saudara baca sendiri.
B: Diwaktu itu mungkin hanya
Bani Israil saja yang ada. Karena itulah
Yesus
berkata begitu, tetapi pada hakekatnya
untuk semua manusia.
A: Kalau benar sanggahan
saudara, silahkan saudara buka di Matius pasal 1
ayat 21.
B: Baik, di Matius pasal 1
ayat 21 menyebutkan: "Maka Ia akan beranakkan
seorang anak laki-laki, dan hendaklah
engkau menamakan Ia Yesus, karena
Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari
pada segala dosanya".
A: Apakah belum Jelas, Bibel
sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus
hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja
bukan untuk semua manusia,
sebagaimana kita telah bicarakan.
B: Akan tetapi dapat juga
saya artikan: "Kaum" itu dengan "Bangsa", ialah
bangsa manusia. Jadi yang
dimaksudkan ialah untuk semua bangsa.
A: Dengan dasar apa saudara
memberi arti begitu. Di Bibel sendiri
nyata-nyata menyebutkan dengan kata
"Kaumnya". Taruh kata saudara alihkan
kata: "Kaum" dengan arti
"Bangsa", maka yang demikianpun tidak dapat
diartikan lain, kecuali hanya bangsanya
Yesus sendiri saja ialah bangsa
Ibrani (Israil).
B: Saya masih belum yakin
keterangan bapak selama di Bibel sendiri tidak
menyebutkan dengan tegas, bahwa kedatangan
Yesus untuk Bani Israil saja.
A: Sekiranya di Bibel ada
menyebutkan, betulkah saudara akan menjadi yakin,
bahwa kedatangan Yesus itu bukan untuk
semua bangsa.
B: Ya, saya yakin, dan
demikianlah pendapat saya.
A: Apakah saudara sudah
periksa di Bibel.
B: Saya sudah periksa,
tetapi saya tidak hafal ayat-ayat Bibel yang ratusan
malah mungkin ribuan ayat itu.
A: Kalau begitu, silahkan
periksa Injil Matius pasal 15 ayat 24.
B: Baik, disini menyebutkan:
"Maka jawab Yesus, katanya "Tiadalah aku
disuruhkan yang lain hanya kepada segala
domba yang sesat diantara Bani
Israil"".
A: Bukankah ayat ini sudah
jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus
sendiri mengakui bahwa ia di Utus untuk
Bani Israil saja, bukan untuk semua
manusia atau lain. Jadi kalau penganut
Yesus (umat kristen) yang bukan
golongan Bani Israil, tentunya tidak
termasuk umatnya Yesus, dan dosanya
tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus
hanya menjadi Juru Selamat untuk
Bani Israil saja, sedangkan saudara
sendiripun bukan dari golongan Bani
Israil.
B: Ya, kalau demikian bagi saya
agak repot. Entah bagaimana ini semestinya.
A: Nah, kalau begitu orang
bisa berpendapat apakah faedahnya orang-orang
Kristen menyebarkan agamanya kepada manusia yang bukan Bani Israil.
Sedangkan Yesus sendiri tidak berbuat
demikian. Apakah cara yang demikian
tidak bisa dinamakan melangkahi ajaran
Yesus.
Dan di Injil Matius yang saudara baca
baru-baru ini ada menyebutkan
juga susunan kata Yesus sendiri
"Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain".
Jelas disini Yesus sendiri ia mengakui ia
disuruh. Kalau Yesus itu dikatakan
Tuhan, maka pantaskah Tuhan itu jadi
pesuruh. Jadi Yesus itu bukan Tuhan,
melainkan pesuruh Tuhan sesuai dengan
pengakuan Yesus sendiri, yang
menyebutkan dalam Kitab Injil saudara
sendiri.
B: Betul begitu, akan tetapi
maaf terlebih dulu apakah misalnya tidak
mungkin ayat itu ada salah cetak. Ini hanya
kira-kiraan saya sendiri saja,
tetapi sekali lagi saya minta maaf.
A: Tidak apa saudara
bersikap ragu-ragu, tetapi untuk menghilangkan
keragu-raguan baiklah kita periksa kitab
yang berbahasa Belanda ini yang
kebetulan saudara bawa. Kitab ini berjudul
: "Bijbellezingen voor het
Huisgezin". Setujukah saudara.
B: Baiklah, dan memang
demikian maksud kami sebelumnya, agar dapat kita
periksa bersama-sama apakah ayat Bibel yang berbahasa Indonesia, ada
bersamaan maksudnya dengan yang berbahasa
belanda.
A: Silahkan saudara periksa
di bab: "De onderdanen van het koningrijk"
halaman 834, ayat 12 apakah sudah
diketemukan ayatnya.
B: Sudah ini dia.
A: Nah mari kita periksa, di
ayat ini menyebutkan: "Toen de vrouw
van
Kanaan tot Christus kwan, Hem om smehende
haar dochter te genezen, wat zei
Hijtoen?. Maar Hij antwoordende, zeide :
"Ik ben niet gezenden dan tot de
verloren schapen van huis
israel""
Kalau kita salin kedalam bahasa
Indonesia: "Ketika seorang perempuan
dari Kanaan datang di hadapan Kristus
mengemis-mengemis padanya supaya
mengobati (menyembuhkan) anaknya, lalu
apakah katanya ?. Maka jawab Yesus,
katanya : "Tiadalah aku disuruhkan
yang lain, hanya kepada segala domba yang
sesat dari antara Bani
Israil""
B: Yah terus terang saja,
tampaknya pendirian saya sudah mulai condong
kepada keterangan-keterangan bapak.
A: Alhamdulillah, saya
bersyukur, karena saudara sudah tambah bimbang dalam
keyakinan saudara. Pada pertemuan yang
lalu, kita sudah membaca susunan ayat
di Injil Matius pasal 26 ayat 1 dan 2.
B: Betul saya ingat, saya
akan menjelaskan ayat tersebut
A: Baik, kalau saudara masih
merasa perlu memberikan penjelasan.
B: Saya akan bacakan lagi
bunyi ayat tersebut.
A: Baik, pada pertemuan yang
lalu telah saya terangkan. Mungkin saudara
masih perlu membantah (membantah
keterangan saya tersebut). Silahkan saudara
membacanya.
B: Ayat tersebut berbunyi
sebagai berikut: "Setelah Yesus menyudahi ucapan
itu, maka bertuturlah pula
ia kepada murid-muridnya: "Kamu memang mengetahui
bahwa dua hari lagi akan ada
hari raya Paskah, dan Anak manusia akan
diserahkan supaya ia
disalibkan".
Jadi kedatangan Yesus memang untuk
disalib. Berdasarkan ayat ini.
A: Mengapa Yesus berteriak
minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib,
kalau memang benar kedatangan Yesus untuk
disalib.
Mestinya dia bersedia untuk disalib.
Seruan Yesus minta-minta tolong
itu, sebagaimana saya telah sebutkan pada
pertemuan kita yang pertama, ialah
di Matius pasal 27 ayat 46: yang bunyinya
sebagai berikut: "Maka sekira-kira
pukul tiga itu, berserulah Yesus dengan
suara yang nyaring, katanya: "Eli,
Eli, lama sabachtani", artinya
"Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya
Engkau meninggalkan Aku".
B: Di ayat yang dibacakan
tadi menunjukkan badan ketuhanan Yesus sudah
mengetahui lebih dahulu bahwa badan
kemanusiaannya akan di salib. Jadi yang
berteriak itu bukan anak Tuhan ,
melainkan badan kemanusiaannya Yesus ,
oleh karenanya itu ia menyerah untuk
disalib.
A: Kalau begitu, diwaktu
Yesus di Salib ada dimanakah badan ketuhanannya
Yesus itu. Kalau saudara menjawab
terpisah, maka hal itu menunjukkan bahwa
tidak selamanya Yesus menjadi satu dengan
Tuhan. Tetapi kalau saudara
menjawab tetap disitu, mengapa badan
ketuhanannya tidak dapat menolong
Yesus, sehingga ia berteriak-teriak minta
tolong.
B: Saya tidak mengerti
bagaimana soal ini sebenarnya.
A: Bukan itu saja, malah
kita masih bisa meneruskan lagi di Matius pasal 26
ayat 38 yang menyebutkan:
"Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: Hatiku
amat sangat berduka cita
hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan
berjagalah sertaku"
Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak
berkuasa menghilangkan duka cita
yang dirasakan olehnya.
Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga
bersama dia. Pantaskah Tuhan
minta-minta kepada manusia.
B: Kalau saya berpegang pada
ayat Injil tersebut, bahwa kedatangan Yesus
untuk bani Israil saja, maka apakah
salahnya kalau kita mengajak manusia
diluar bani Israil supaya
percaya kepada Yesus.
A: Kalau saudara konsekwen berpegang
pada ayat Injil itu mestinya tidak
demikian pendapat saudara. Kalau saudara
telah menyimpang dari langkah Yesus
oleh karena Yesus sendiri mengatakan bahwa
kedatangannya hanya untuk menebus
dosa bani Israil semata-mata, bukan manusia
lainnya.
B: Taruh kata kedatangan
Yesus itu hanya untuk bani Israil saja, dan
andaikata ada orang dari luar Bani Israil
yang masuk Kristen, maka hal
tersebut tidak berarti ayat Injil dan
ajaran Kristen itu ada kesalahan.
A: Kalau begitu apakah orang
Bani Israil yang menyalibkan Yesus itu sudah
tertebus dosanya
B: Entahlah
A: Mengapa dalam kitab Injil
tersebut Yesus berkata bahwa kedatangannya
untuk menebus dosanya bani Israil,
Dengan demikian maka orang bani Israil
yang menyalibkan Yesus mestinya sudah
tertebus dosanya. Terlebih lagi
berdasarkan keterangan saudara mestinya
manusia yang menyalibkan Yesus itu
tidak berdosa, malah menerima pahala besar,
kalau kedatangannya Yesus memang
untuk disalib.
Andaikata tidak ada orang yang bersedia
menyalibkan Yesus, tentu tidak
terlepas dosanya bani Israil
dan kedatangannya Yesus tidak dapat lagi
disebut selaku penebus dosa.
Mestinya
orang yang menyalibkan Yesus itu menerima pahala besar,
tidak dilaknat, karena
mereka telah berjasa menyalibkan Yesus, karena
perbuatan mereka itulah,
dosa-dosa bani Israil tertebus semuanya. Jawaban
ini sebagian telah saya
sampaikan pada pertemuan kita yang lalu.
B: Dalam hal ini saya belum
bisa menjawab sekarang, tetapi mungkin dilain
waktu.
A: Saya akan ulangi lagi
pertanyaan saya: Betulkah lantaran Yesus di Salib
dosa bisa terhapus.
B: Ya, betul begitu menurut
ayat Injil.
A: Alat apakah digunakan
untuk menyalibkan Yesus.
B: Kalau saya tidak salah,
ialah kayu yang disebut: "Kayu Salib"
A: Kalau begitu Yesus
tergantung pada kayu pada waktu disalibkan.
B: Ya, demikian, sebagaimana
kita sering melihat gambar Yesus disalib.
A: Silahkan saudara periksa
di Galatia pasal 3 ayat 13
B: Baik, disini
disebutkan: "Maka Kristus sudah menebus
kita dari pada
kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk
karena kita, karena ada tersurat:
"Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang
yang tergantung pada kayu""
A: Menurut keterangan
saudara, Yesus rela untuk di salib, sedangkan menurut
Galatia yang saudara baca menyebutkan:
Terkutuklah tiap-tiap orang yang
tergantung pada kayu, dan
kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia.
B: Terima kasih , saya sudah
menyadari. Apakah tidak sebaiknya kita pindah
kepada pasal-pasal yang lain. Tetapi di
lain malam, karena sekarang waktunya
sudah terlalu larut malam.
A: Baiklah terserah saudara
MALAM YANG KELIMA
Dosa Waris
B: Saya ingin menerima
penjelasan dari bapak kyai, tentang kepercayaan
kepada dosa waris yang disebabkan karena
dosanya Adam dan Hawa.
A: Baiklah, saya akan
berikan jawabannya, tetapi sebelumnya saya ajukan
pertanyaan: Betulkah menurut kepercayaan
Kristen bahwa anak cucu Adam dan
Hawa dari sejak dilahirkan sudah membawa
dosa.
B: Betul begitu, karena Adam
dan Hawa berdosa, maka cucunya menerima warisan
dosa dari keduanya.
A: Mengapa dosa Adam dan
Hawa diwariskan kepada cucunya, mestinya setiap
manusia memikul dosanya dari perbuatannya
sendiri, bukan memikul dosanya
orang lain.
B: Tetapi menurut ajaran
Kristen, setiap manusia pada sejak waktu dilahirkan
sudah memikul dosa, atau menerima warisan
dosa dari dosanya Adam dan Hawa.
Oleh karena kedatangan Yesus itu adalah
untuk menebus dosa-dosa manusia dari
warisan Adam dan Hawa tersebut.
A: Kalau keterangan saudara
benar pada ajaran Kristen, silahkan saudara
periksa kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat
20.
B: Pasal dan ayat tersebut
menyebutkan: "orang berbuat dosa, ia itu juga
akan mati; maka anak tiada akan menanggung
kesalahan bapaknya, dan Bapa pun
tiada akan menanggung kesalahan
anak-anaknya; kebenaran orang yang benar
akan tergantung atasnya dan kejahatan
orang fasik pun akan tergantung
atasnya".
A: Jelas Bibel sendiri
menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung
sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak
boleh dibebankan atau diwariskan
kepada orang lain. Berdasarkan ayat
tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus
ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi
mengapa dosa Adam dan Hawa harus
diwariskan atas anak cucunya, sehingga
anak cucunya ikut serta menanggung
dosanya; padahal kitab Injil sendiri tegas
menyebutkan bahwa setiap
perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan
oleh seseorang tidak dapat
dibebankan atas orang lain. Baiklah, saya
teruskan pertanyaan saya pada
saudara; sejak umur berapa saudara di
baptis.
B: Kata orang tua saya,
sejak umur tiga bulan dibawa ke gereja dan disana
dibaptis, oleh karena setiap manusia sejak
dilahirkan sudah membawa dosanya
Adam dan Hawa yang disebut Dosa Waris, jadi
sejak bayipun sudah membawa
dosa; oleh karenanya saya dibaptis waktu
masih kecil.
A: Apakah perbuatan demikian
itu berdasarkan kitab Bibel
B: Saya berkeyakinan
demikian. Sebagaimana saya terangkan bahwa bayi yang
baru dilahirkan itu tidak suci, yakni
sudah membawa dosanya Adam dan Hawa.
A: Kalau begitu, bayi yang
belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia
(mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab
matinya ada membawa dosanya Adam
dan Hawa.
B: Ya, mestinya demikian.
A: Silahkan periksa Matius
pasal 19 ayat 14.
B: dipasal dan ayat ini
menyebutkan: "Tetapi kata Yesus. "Biarkanlah
kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka
itu datang kepadaku, karena orang
yang sama seperti inilah yang empunya
kerajaan surga""
A: Nah,...perhatikanlah di
ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata
ia mengakui kesuciannya kanak-kanak.
Sedangkan mereka belum mengakui
kesalibannya Yesus dan juga belum
dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan
surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus
sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak
membawa dosa waris dari Adam dan Hawa,
oleh karena itulah Yesus berkata :
Mereka adalah suci dari dosa dan dengan
sendirinya masuk surga. Saya ingin
bertanya lagi, Saudara waktu umur tiga
bulan itu sudah membawa dosakah atau
belum.
B: Kalau berdasarkan
perkataan Yesus yang bapak katakan tadi, tentu tidak.
A: Jadi masih suci dari dosa
walaupun tanpa dibaptiskan.
B: Ya betul demikian.
A: Kalau begitu, apakah
gunanya saudara dibaptis pada waktu umur tiga bulan
itu.
B: Waktu umur tiga bulan
tentu saya tidak tahu apa-apa
A: Saya bertanya sekarang,
bukan bertanya kepada saudara diwaktu saudara
berumur tiga bulan, Jadi
apakah sekarang saudara sudah menyadari tentang
tidak adanya dosa waris.
B: Seperti bapak terangkan
tadi, berdasarkan pengakuan Yesus sendiri tentu
saya menyadarinya. Karena, Yesus sendiri
yang mengatakan bahwa anak-anak itu
suci pada waktu dilahirkan.
A: Nah, bagaimanakah sekarang,
masih adakah pandangan saudara terhadap dosa
waris
B: Tentu saja harus
menyadari berdasarkan perkataan Yesus sendiri bahwa
aman-anak yang baru dilahirkan itu suci
tidak membawa dosa sedikitpun.
A: tidak membawa dosa yang
bagaimana.
B: Ya, tidak membawa warisan
dosa dari Adam dan Hawa.
A: Kalau begitu saudara
telah mengakui bahwa dosa waris itu tidak ada
B: Ya, demikianlah harus
saya akui berdasarkan Kitab Bibel sendiri.
A: Syukur saudara telah
mengakui tidak adanya dosa waris, kalau dosa waris
itu turun-temurun, maka anak yang baru
lahir yang belum tahu apa-apa belum
bisa memisahkan antara yang baik dan
buruk, kalau bayi itu mati ia membawa
dosa dan masuk neraka, dan dimanakah letaknya keadilan Tuhan
kalau
demikian.
B: Ya, saya bisa terima
keterangan Bapak.
A: Nah, coba pikirkan dengan
penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari
beberapa orang anak, dan orang tua itu
menjadi penipu, pencuri, penghianat,
berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam
dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum
masuk penjara, apakah anak-anaknya juga
diharuskan menanggung dosa
orang-orang tuanya, lalu anak-anak itu
harus dihukum juga masuk penjara
dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan
semacam itu akan dikatakan
penegak keadilan.
B: Terima kasih, saya sudah
menyadari, bahwa dosa itu tidak bisa diwariskan
atau dioperkan kepada orang lain.
A: Syukur kalau begitu.
B: Akan tetapi kalau dosa
itu tidak bisa diwariskan mestinya pahala juga
tidak diwariskan. Bagaimanakah menurut
ajaran agama Islam dalam hal itu.
A: Tidak bisa, malah tidak
boleh; baik pahala maupun dosa dioperkan pada
orang lain.
B: Jawaban "tidak
boleh" itu apakah menurut pendapat bapak sendirikah atau
menurut ajaran Islam.
A: Menurut ajaran Islam,
pahala seseorang tidak boleh diwariskan atau dioper
kepada orang lain, begitu juga dosanya
seseorang tidak boleh diwariskan
kepada orang lain. Setiap orang menanggung
sendiri pahala dan dosanya atas
perbuatannya sendiri.
B: Akan tetapi saya pernah
membaca sebuah buku agama Islam yang menerangkan
bahwa Nabi Muhammad pernah berkorban seekor
kambing buat umatnya sekalian
dan buat familinya. Ini berarti bahwa Nabi
Muhammad mewariskan atau
mengoperkan pahala kepada orang lain, yakni
kepada umatnya dan familinya.
Yang demikian itu bukan dosa waris, tetapi
jelas pahala waris.
Jadi di dalam ajaran Islam ada juga
pahala waris, maka saya kira bapak
tidak perlu urus tentang dosa-dosa waris
dalam ajaran Kristen, kalau di
dalam ajaran Islam terdapat ajaran pahala
waris atau ajaran oper pahala.
A: kalau buku agama Islam
yang saudara baca mau dijadikan pokok tentang
bolehnya warisan pahala, mestinya orang
Islam boleh sembahyang dan berpuasa,
lalu diwariskan pahalanya buat sekalian
umat Islam yang masih hidup dan yang
mati, tetapi tidak ada umat Islam yang
berbuat demikian, kalaupun ada,
mungkin karena mereka tidak tahu, bahwa
perbuatan yang demikian itu,
bertentangan dengan kitab sucinya Al
Qur'an. Jadi bukan kitab sucinya yang
salah, tetapi penganutnya sendiri, dan
berbeda dengan kitab Bibel yang
mengandung banyak perselisihan antara satu
ayat dengan yang lain. Di dalam
kitab suci Al Qur'an, tidak terdapat ajaran
pahala waris maupun dosa waris.
Akan tetapi dalam kitab Bibel (Kristen)
antara satu ayat dengan ayat yang
lain bersimpang siur.
B: Saya pernah membaca kitab
terjemahan Al Qur'an bahasa Indonesia, kalau
tidak keliru di dalam surat Ath Thurr ayat
21 ada menyebutkan yang maksudnya
bahwa anak-anak orang mukmin akan
dimasukkan surga lantaran ibu bapaknya.
Jadi lantaran amalan ibu
bapaknya anak-anak itu masuk surga. Kalau yang
demikian itu bukan pahala
waris, lalu apakah namanya.
A: Ayat Al Qur'an yang
saudara maksudkan itu bunyinya akan saya bacakan
sebagai berikut: Yang
artinya: "Dan mereka yang beriman dan diikuti oleh
anak-anak cucunya
(keturunannya) dengan keimanan pula. Kami (Allah)
kumpulkan anak cucu itu
dengan mereka dan tiadalah kami kurangi pahala
amalan mereka sedikit
juapun" (Surat Ath Thurr ayat 21). Diayat ini jelas
menyebutkan tidak adanya
pahala waris, malah tanggungan pun mengenai pahala
warispun tidak ada. Yang
masuk surga bersama Ibu bapaknya itu adalah
anak-anak yang belum baligh,
karena yang sudah baligh tentu bertanggung
jawab sendiri. Oleh
karenanya dalam ayat tersebut ada sambungannya. Yang
artinya: "Setiap orang
bertanggung jawab (terikat) oleh amalannya
sendiri-sendiri
(masing-masing)". Jadi setiap orang menanggung dosa dan
pahala atas perbuatannya
masing-masing bukan warisan dari orang lain.
B: Apakah di dalam Kitab Al
Qur'an ada yang lebih tegas menyebutkan bahwa
dosa dan pahala itu tidak
dapat diwariskan atau dihadiahkan pada orang lain.
A: Ada, cukup banyak.
B: Maafkan, kami ingin
mengetahui di surat apa, dan di ayat berapa, kami
akan cocokkan dirumah, karena kami ada
mempunyai kitab terjemahan Al Qur'an
Bahasa Indonesia. Mungkin juga
saudara-saudara yang hadir di sini juga
memerlukan juga.
HADIRIN: Perlu diterangkan,
karena memang penting diterangkan.
A: Apakah tidak sebaiknya
kita bersama-sama memeriksa di sini saja, kalau
saudara menyetujui saya suruh ambilkan Al
Qur'an lalu saya tunjukkan surat
dan ayatnya sekali. Bagaimana, apakah
sekarang juga.
B: Kalau Bapak hafal lebih
baik sebutkan sekarang saja ayat-ayatnya , akan
kami catat: lalu akan kami cocokkan
dirumah dengan Al Qur'an kami. Tapi
kalau bapak tidak hafal kami minta besok
malam untuk menghemat waktu.
A: Insya Allah saya hafal
ayat-ayatnya.
B: Baik, silahkan bapak
sebutkan, kami akan catat.
A: Saya akan sebutkan
nama-nama surat dan nomor ayatnya, lalu saya akan beri
keterangan dan saudara catat nama Surat
dan nomor ayatnya yang sebut, lalu
cocokkan lagi dirumah.
B: baik, kami setuju.
A:
Surat Al Baqarah, ayat 286.
"Kepada dirinya apa yang ia
kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia
lakukan" Maksudnya,
baik dan buruknya suatu perbuatan, harus ditanggung
sendiri oleh yang
mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.
Surat Al Baqarah, ayat 123.
"Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak
berkuasa seorang
membebaskan sesuatu atas
orang lain".
Maksudnya, kelak dihari
kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya
orang lain, dan pahala tidak
diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing
harus menanggung sendiri
perbuatannya baik maupun jahat.
Surat Al Ankabut, ayat 6
"Siapa yang giat
berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri".
Surat Yaasiin, ayat 54
"Maka pada hari kiamat,
tidak seorangpun akan teraniaya, dan kamu tidak akan
dibalas, melainkan apa yang
kamu sendiri telah kerjakan".
Surat Al Isra' , ayat 15
"Dan seseorang tidak
berkuasa memikul dosanya orang lain
".
Surat An Najm, ayat 38 dan
39
"Bahwa seseorang tidak
berkuasa menanggung dosanya orang lain dan
sesungguhnya seorangpun
tidak akan menerima pahala melainkan
daripada
perbuatannya sendiri".
Surat Luqman, ayat 33.
"Hai Manusia hendaklah
kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang bapak
tidak berkuasa membebaskan
anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak
tak akan berkuasa
membebaskan perbuatan bapaknya".
Ayat-ayat yang saya sebutkan
di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa
seseorang tidak berkuasa
menebus dosanya atau mengambil oper pahala orang
lain. Jadi dalam Islam,
tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau
seorang pejabat menebus
dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung
sendiri oleh yang
mengerjakannya.
Saya kira sudah cukup
ayat-ayat yang saya sebutkan, tetapi kalau saudara
masih memerlukan, saya akan
sebutkan lagi ayat-ayat yang lain.
B: Sudah cukup, dan kami
sudah mengerti, akan tetapi kami pernah membaca
sebuah kitab yang
menyebutkan sebuah Hadist Nabi Muhammad,
yang
diriwayatkan oleh Bukhari
dan Muslim yang menerangkan bahwa:
"Mayit itu
disiksa lantaran ditangisi
oleh familinya". Berdasarkan Hadist tersebut
berarti bahwa siksaan atas
mayit itu, disebabkan perbuatan orang lain, bukan
dari perbuatan dirinya
sendiri. Mayit itu disiksa lantaran "perbuatan"
tangisnya orang lain. Kami
telah tanyakan kepada beberapa orang yang kami
pandang mengerti tentang
agama Islam, dan salah seorang guru agama Islam
mengenal susunan Hadist
tersebut memberikan jawaban bahwa hadist itu benar
(sahih), oleh karena yang
meriwayatkan adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim.
A: Hadist Nabi yang saudara
bawakan itu susunannya demikian:
"Telah berkata Umar dan Ibnu Umar:
Bersabda Nabi Muhammad SAW
sesungguhnya mayit itu
disiksa lantaran ditangisi oleh keluarganya (riwayat
Bukhari dan Muslim)".
Akan tetapi hakekatnya Hadist itu Tidak
Sahih, oleh
karena berlawanan dengan
ayat-ayat Al Qur'an. Walaupun oleh karena saudara
yang beragama Kristen,
mungkin belum mengetahui tentang Hadist-hadist Sahih
dan Hadist-hadist Palsu,
maka agar saudara yang hadir dipertemuan ini dapat
mengikuti juga, merasa perlu
saya terangkan bahwa menurut kitab-kitab Ushul
Fiqih dan kitab Musthalahul
Hadist, yang disebut Hadist Nabi, bukan saja
mesti sah riwayatnya malah
mesti beres susunannya dan arti dari pada hadist
itu HARUS tidak berlawanan
dengan kitab Al Qur'an.
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim jelas diterangkan demikian. Maksud
Hadist tersebut , tatkala
hadist yang menerangkan bahwa mayit itu
disiksa
lantaran ditangisi oleh
familinya, di dengar oleh Siti Aisyah (Istri Nabi),
maka Siti Aisyah menolak
kebenaran Hadist tersebut. Aisyah berkata:
"Cukuplah buat kamu
Ayat Al Qur'an; Dan tidak berkuasa seseorang menanggung
dosa orang lain.
B: Nah, kalau begitu pak
kyai, sekarang kami telah mengerti bahwa
berdasarkan Kitab Bibel sendiri dan Kitab
Al Qur'an pada hakekatnya dosa
waris dan pahala waris itu tidak ada. Yakni
setiap manusia menanggung
sendiri dosanya, dan pahalanya menurut
perbuatannya masing-masing. Ini adil
namanya.
A: Ya, seharusnya begitu;
sebagaimana tersebut dalam kitab Bibel dan Al
Qur'an yang telah kita baca tadi. Akan
tetapi supaya lebih jelas dan tambah
meyakinkan saudara, silahkan saudara
periksa di Injil: "Surat kiriman Rasul
Paulus kepada orang Rum Pasal 2 ayat 5 dan
6.
B: Baik, surat dan ayat ini menyebutkan
sebagai berikut: "Tetapi menurut
degilmu dan hati yang tiada mau bertobat,
engkau menghimpunkan kemurkaan
keatas dirimu untuk hari murka dan
kenyataan hukum Allah yang adil". " yang
akan membalas ke atas tiap-tiap orang
menurut perbuatan masing-masing"
A: Apakah di ayat ini Bibel
menerangkan Dosa Waris.
B: Tidak, malah sebaliknya
setiap orang akan dibalas menurut amalnya
masing-masing.
A: Periksa lagi Matius pasal
16 ayat 27
B: Ayat ini menerangkan
/menyebutkan: "Karena anak manusia akan datang
dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan
segala malaikatnya; pada masa itu Ia
akan membalas kepada tiap orang menurut
perbuatannya:
A: Apakah di ayat ini Bibel
menerangkan Dosa Waris.
B: Tidak ada, menurut ayat
ini perbuatan dosa dan perbuatan baik akan
ditanggung sendiri, tidak boleh dibebankan
atau diwariskan pada orang lain.
A: Jadi di Kitab Injil
sendiri yang menyebutkan tidak adanya dosa waris.
B: Ya, dari mana asalnya ada
sebutan dosa waris itu.
A: Apakah saudara masih
memerlukan penjelasan lebih lanjut.
B: Sudah sangat jelas
sekali.
A: Kalau begitu baiklah kita
lanjutkan. Diayat saudara bacakan tadi ada
sebutan "Anak manusia". Bapanya
silahkan saudara bacakan sekali lagi.
B: Baik, awal ayat tersebut
menyebutkan: "Karena Anak Manusia akan datang
dengan kemuliaan Bapanya..."
A: bagaimana menurut
pengertian saudara yang dimaksudkan dengan "Anak
Manusia dan Bapanya"
B: Anak manusia itu tentulah
Yesus, sedang Bapa ialah Tuhan.
A: Periksa lagi: "Surat
kiriman yang kedua kepada orang Kristen " pasal 5
ayat 10
B: Baik ayat ini
menyebutkan: " Karena tak dapat tiada kita sekalian akan
jadi nyata dihadapan kursi pengadilan
Kristus, supaya tiap-tiap orang
menerima balasan, sebagaimana yang telah
dilakukan oleh tubuh itu, baik atau
jahat"
A: Ayat Injil sendiri yang
menyebutkan, bahwa setiap orang harus bertanggung
jawab atas perbuatannya masing-masing,
baik maupun jelek, tidak boleh
dibebankan atau diwariskan kepada orang
lain.
B: Berdasarkan ayat-ayat
Bibel yang bapak tunjukkan bahwa perbuatan baik
atau jelek seseorang tidak dapat
diwariskan kepada orang lain. Oleh
karenanya, kepercayaan saya kepada dosa
waris itu mulai luntur.
A: Kalau begitu lantas
bagaimana dosanya Adam dan Hawa, apakah dapat
diwariskan kepada orang lain, tegasnya
kepada anak cucunya.
B: Berdasarkan ayat Bibel
tersebut di atas tentu tidak. Jadi dosa yang
dilakukan oleh Adam dan Hawa, seharusnya
ditanggung sendiri oleh keduanya,
tidak bisa diwariskan kepada anak cucunya.
A: Dalam sejarah Agama
Kristen kita kenal yang disebut: "biechten", ialah
orang yang berbuat dosa, dan "de
biechtafleggen", ialah orang yang meminta
ampun atas kesalahannya , dan
"Biecht-vader", ialah orang-orang yang diberi
wewenang memberi ampun. Setiap orang
merasa menyesal atas kesalahannya dapat
menerima ampunan dengan jalan membeli
selembar surat yang menyebutkan bahwa
orang yang berdosa sudah diberi ampun atas
dosanya. Surat ampunan itu
disebut "Aflaat-brieven" atau Indul
gences, yang artinya kemurahan Tuhan.
B: Ya, saya menyadari soal
itu, keterangan bapak memuaskan saya.
A: Bukan hanya demikian,
akan tetapi Aflaat-brieven itu pada zaman dulu
dipropaganda (gepredicht) di Negara Jerman
oleh seorang rabib (nonnik)
bernama "Tetzel" dalam tahun
1517 atas perintah Paus Leo, yang menjadi Paus
pada tahun 1513-1521. Sebahagian dari pada
hasil penjualan Aflaat-brieven
itu digunakan untuk pendirian bangunan
gereja "Saint Pieter Kerk" di kota
Roma. Terlalu panjang kalau saya uraikan
sejarah pemerintahan gereja di
Eropa pada permulaan abad pertengahan.
B: Terima kasih, kita
lanjutkan saja soal yang lain, sekarang sudah larut
malam, lain kali kami akan datang lagi.
MALAM YANG KE ENAM
Kitab Al Qur'an dan Kitab
Bibel
A: Pembicaraan kita yang
berkenaan dengan dosa waris, saya rasa telah cukup.
B: Sudah cukup jelas uraian
bapak pada pertemuan yang terdahulu. Dan saya
telah mencocokkan ayat-ayat
Al Qur'an yang disebutkan bapak kemarin malam
lalu dengan kitab terjemahan
Al Qur'an bahasa Indonesia kepunyaan saya,
semuanya cocok baik tentang
surat-suratnya maupun ayat-ayatnya. Semua yang
bapak sebutkan cocok dan
tepat serta kami pikir-pikir di rumah tentang ayat
Bibel dan Al Qur'an yang
bapak tunjukkan ayat-ayatnya ternyata dosa waris
dan oper pahala dan oper
dosa itu tidak mungkin ada malah tidak masuk di
akal.
A: Syukur kalau saudara
telah mengakuinya, sekarang kita bicarakan soal-soal
lainnya, dan saya serahkan
kepada saudara saja mengenai acaranya. Terserah
saudara soal yang akan
diajukan.
B: Baiklah kami mulai; kami
pernah membaca ayat-ayat Al Qur'an yang
tampaknya pada kami ada juga
perselisihan antara satu ayat dengan ayat
lainnya, sehinga menimbulkan
keragu-raguan; apakah mungkin Nabi Muhammad
sendiri yang keliru
menyampaikan wahyu dari Allah. Kalau betul beliau
seorang Nabi, tentu tidak
mungkin beliau salah menerimanya atau
menyampaikannya, ataukah
memang ayat-ayat Al Qur'an nya yang berselisihan.
A: Baiklah saudara terangkan
saja ayat-ayat Al Qur'an yang saudara maksudkan
itu.
B: Kami telah membaca
ayat-ayat Al Qur'an mengenai asal kejadian manusia
dalam kitab terjemahan Al
Qur'an bahasa Indonesia, dalam sebuah surat yang
nampaknya antara satu ayat
dengan ayat yang lain ada berselisihan sehingga
timbul dalam pikiran saya
bukan Bibel saja yang berselisih ayat-ayatnya,
tetapi kitab Al Qur'an
demikian juga.
A: Silahkan saudara sebutkan
ayat-ayat Al Qur'an yang akan ditanyakan, Insya
Allah yang diragukan oleh
saudara itu akan terhapus.
B: Baiklah, Saya mencatat
ayat-ayatnya, saya akan baca.
Dikitab Al Qur'an surat Ar
Rahman ayat 14 menyebutkan bahwa Allah menjadikan
manusia berasal dari tanah
yang dibakar.
Di surat Al Hijr ayat 28
menyebutkan: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman
kepada Malaikat;
sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia
(Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk
(berupa).
Disurat As Sajadah ayat 7
menyebutkan: "dan Tuhan menciptakan manusia dari
Tanah"
Di Surat Ash Shafaat ayat 11
menyebutkan: "Sesungguhnya Aku (Allah)
menciptakan manusia berasal
dari tanah liat"
Disurat Ali Imran ayat 59
menyebutkan: "Sesungguhnya Aku menciptakan manusia
daripada tanah"
Lima ayat yang saya sebutkan
ini antara satu dengan ayat yang lain terdapat
perselisihan. Cobalah kita
teliti. Di ayat ketiga menyebutkan dari
"tanah",
diayat ke empat menyebutkan
daripada "tanah liat". Di ayat kelima
menyebutkan dari pada
"tanah". Bukankah ayat-ayat Al Qur'an nyata-nyata
berselisihan antara yang satu
dengan yang lain.
A: Ya, nampaknya memang demikian. Saya tidak
akan mengecewakan saudara.
Teruskan pertanyaan saudara.
B: Kami ingin bertanya; yang
manakah yang benar tentang asal kejadian
manusia itu. Apakah dari
tanah yang dibakar, apakah dari tanah kering dan
lumpur, atau dari pada tanah
biasa, atau dari tanah liatkah ?. Jadi menurut
pendapat saya, ayat-ayat Al
Qur'an terdapat perselisihan antara satu ayat
dengan ayat yang lain. Bukan
ayat-ayat Injil atau di Bibel saja terdapat
perselisihan. Kiranya Bapak
bisa menerangkan dengan jelas dan tepat.
A: Di kitab Al Qur'an ada menyebutkan bahwa asal
kejadian manusia terdiri
dari 7 (tujuh) macam
kejadian. Agar diketahui juga oleh saudara-saudara yang
hadir disini, saya sebutkan
susunan ayat-ayatnya satu demi satu, sebagaimana
yang saudara bacakan artinya
tadi.
Pertama : Di surat Ar Rahman
ayat 14: "Dia (Allah) menjadikan
manusia
seperti tembikar, (tanah
yang dibakar)". Yang dimaksudkan dengan kata
"Shal-shal" di
ayat ini ialah : Tanah kering atau setengah kering yakni
"Zat pembakar"
atau Oksigen.
Kedua: Di ayat itu
disebutkan juga kata "Fakhkhar", yang maksudnya ialah
"Zat Arang" atau
Carbonium.
Ketiga: Di surat Al Hijr,
ayat 28: "dan ingatlah ketika Tuhanmu
berfirman
kepada malaikat;
sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia
(Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk
(berupa)" . Di
ayat ini. Tersebut juga
"shal-shal", telah saya terangkan, sedangkan kata
"Hamaa-in" di ayat
tersebut ialah "Zat Lemas" atau Nitrogenium.
Keempat : Di surat As
Sajadah ayat 7: "Dan (Allah) membuat manusia berasal
dari pada
"tanah"". Yang dimaksud dengan kata "thien" (tanah) di ayat ini
ialah "Atom zat
air" atau Hidrogenium.
Kelima: Di Surat Ash
Shaffaat ayat 11: "Sesungguhnya Aku
(Allah) menjadikan
manusia dari pada Tanah
Liat". Yang dimaksud dengan kata "lazib" (tanah
liat) di ayat ini ialah
"Zat besi" atau ferrum.
Keenam: Di Surat Ali Imran
ayat 59: " Dia (Allah) menjadikan Adam daripada
tanah kemudian Allah
berfirman kepadanya "jadilah engkau, lalu berbentuk
manusia". Yang dimaksud
dengan kata "turab" (tanah) di ayat ini ialah:
"Unsur-unsur zat asli
yang terdapat di dalam tanah" yang dinamai "zat-zat
anorganis".
Ketujuh: Di surat Al Hijr
ayat 28: "Maka setelah Aku (Allah)
sempurnakan
(bentuknya), lalu Kutiupkan
ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku)"
Ketujuh ayat Al Qur'an yang
saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang
proses kejadiannya Nabi Adam
sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh
kepadanya sehingga manusia
bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani).
Sebagaimana disebutkan pada
ayat yang keenam tentang kata "turab" (tanah)
ialah zat-zat asli yang
terdapat didalam tanah yang dinamai zat anorganis.
Zat Anorganis ini baru
terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara
"Fakhkhar" yakni
Carbonium (zat arang) dengan "shal-shal" yakni Oksigenium
(zat pembakar) dan
"hamaa-in" yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni
Hidrogenium (Zat air).
Jelasnya adalah
persenyawaan antara:
Fachchar (Carbonium = zat
arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14.
Shalshal (Oksigenium = zat
pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14.
Hamaa-in (Nitrogenium = zat
lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28
Thien (Hidrogenium = Zat
Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7.
Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium,
Silcum dan
mangaan, yang disebut
"laazib" (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat
ayat 11. Dalam proses
persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang
dinamai protein. Inilah yang
disebut "Turab" (zat-zat anorganis) dalam surat
Ali Imran ayat 59. Salah
satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang
penting ialah "Zat
Kalium", yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh,
teristimewa di dalam
otot-otot. Zat Kalium ini dipandang terpenting oleh
karena mempunyai aktivitas
dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan
badan halus. Dengan
berlangsungnya "Proteinisasi", menjelmakan "proses
penggantian" yang
disebut "Substitusi". Setelah selesai mengalami
substitusi, lalu
menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan
sebab pembentukan (Formasi),
dinamai juga "sebab ujud" atau Causa Formatis.
Adapun Sinar Cosmic itu
ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah
sifat-sifat zat yang berasal
dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic
dapat mewujudkan pembentukan
tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar
(jasmaniah), yang terdiri
dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga
dan seterusnya. Sampai
disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa
tentang pembentukan tubuh
kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan
tentang rohani (abstract
wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang
serba rohaniah pula, yang
sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika.
Cukup jelas tentang
ayat-ayat Al Qur'an yang saudara sangka berselisih
antara satu ayat dengan ayat
yang lain dalam hal kejadian manusia (Adam),
pada hakikatnya bukanlah berselisih, melainkan menunjukkan
proses asal
kejadian tubuh jasmani Adam
(visible), hingga pada badan halusnya
(invisible), sampai berujud
manusia. Apakah belum jelas penafsiran ayat-ayat
Al Qur'an yang saya
sampaikan pada saudara? Kalau ada waktu saya akan
terangkan juga proses asal
kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika.
B: Sangat jelas, malah
betul-betul ilmiah dan saya tidak mengira sekali
bahwa ayat-ayat Al Qur'an
itu mengandung ilmu pengetahuan yang tinggi.
Mengenai kesanggupan bapak
yang akan menerangkan atau menguraikan proses
asal kejadian tubuh rohani
manusia itu, betul-betul menarik. Tetapi saya
mohon di beri waktu yang
khusus.
A: Baiklah sekarang kita
lanjutkan: Tentunya saudara pernah membaca biografi
Nabi Muhammad. Beliau tidak
tahu tulis baca, tidak pernah belajar ilmu
kepada siapapun, tidak
pernah berguru dan belum pernah sama sekali bergaul
dengan orang pandai.
B: Ya, saya pernah membaca
biografi Nabi Muhammad. Nah, kalau Nabi Muhammad
seorang yang buta huruf,
tidak pernah belajar ilmu, maka dari siapakah atau
dari manakah beliau
mengetahui tentang kejadian manusia secara ilmiah yang
pada zaman ini dibenarkan
oleh ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad SAW
menerangkan tentang asal
kejadian manusia dari segi ilmu urai (Anatomi),
Ilmu Kimia, Ilmu hayat
(biologi), dan dari segi ilmu alam sampai kepada
rohaniahnya.
A: Maka dari manakah beliau
belajar ilmu urai, kepada siapakah beliau
belajar ilmu kimia, ilmu
hayat, ilmu alam dan soal-soal kerohanian, kalau
bukan wahyu dari tuhan Allah
SWT. Dan tidak mungkin beliau menerima wahyu
dari Allah sekiranya beliau
bukan seorang Nabi dan Rasul.
B: Tetapi ada juga orang
yang tidak pernah belajar dan bersekolah, buta
huruf, tetapi menjadi
orang-orang besar.
A: Coba saudara sebutkan
nama-nama orang yang tidak pernah belajar (buta
huruf), lalu mengaku jadi
Nabi dan menerima wahyu, dan berhasil membentuk
suatu masyarakat dan negara
yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai
pengikut beratus juta manusia
setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang
yang saudara maksudkan itu.
B: Ya, tidak ada.
A: Memang tidak ada, baiklah
saya tanyakan, kalau saudara berpegang dengan
keterangan saudara bahwa
Nabi Muhammad itu bukan Nabi dan Rasul, karena ada
juga orang yang buta huruf
menjadi orang besar, maka kalau Yesus itu anak
Tuhan, karena dapat
menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati,
dilahirkan tanpa Ayah dan
dipenuhi juga dengan ruhul kudus, maka selain
Yesus terdapat juga orang
lahir tanpa Bapak, dapat menyembuhkan penyakit
kusta, menghidupkan orang
mati sebagaimana tersebut dalam kitab Injil. Kisah
Rasul pasal 6 ayat 5, pasal
5 ayat 31; Kitab Raja-raja kedua pasal 13 ayat
21; Matius pasal 5 ayat 9;
Kitab Raja-raja kedua pasal 5 ayat 10 mengapa
mereka itu tidak Tuhan juga,
mengapa kepada Nabi Muhammad saudara
berkeberatan untuk mengakui
beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, sedangkan
kepada Yesus saudara tidak
Berkeberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal
kewajiban-kewajiban yang
dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat juga
melakukannya.
B: Baiklah kalau begitu.
A: Baik yang bagaimana yang
saudara maksudkan.
B: Keterangan-keterangan
bapak adalah baik dan memuaskan saya dan saya
diberi waktu untuk
menentukan keputusan saya sampai besok malam atau malam
pertemuan berikutnya.
A: Baiklah saya serahkan
sepenuhnya atas pertimbangan saudara, Kami tidak
berhak memaksa saudara, atau
mempengaruhi saudara. Kita hanya bermusyawarah
dan bersoal jawab tentang
hasilnya terserah atas pertimbangan masing-masing.
B: Baiklah kita lanjutkan
Besok Malam
MALAM KETUJUH
Mengakui Nabi Muhammad SAW
Utusan Allah
A: Sesudah saya terangkan
pada saudara tentang ayat-ayat Al Qur'an yang
menerangkan tentang proses
asal kejadian manusia yang saudara tanyakan
ayat-ayatnya kemarin malam
itu, apakah terdapat pertentangan? Apakah Nabi
Muhammad ada kekeliruan
menyampaikan sebagaimana saudara sangka semula?
B: Tidak ada, Bapak telah
menerangkan dari segi Ilmiah yang seharusnya
secara jujur saya
mempercayainya.
A: Jadi Nabi Muhammad Benar,
tidak kelirukah penyampaiannya
B: Tidak keliru, malah
benar.
A: Jadi saudara mengakui
bahwa Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah.
B: Saya mengakui, karena
beliau benar.
A: Terima kasih ,
Saudara-saudara yang hadir menyaksikan sendiri pengakuan
saudara Antonius sendiri
atas ke Rasulannya Nabi Muhammad SAW, tanpa
paksaan, melainkan dengan
kesadarannya sendiri setelah berlangsung dengan
diskusi. Betulkah saudara
mengakui kerasulannya Nabi Muhammad dan mengakui
Nabi Muhammad itu utusan
Allah.
B: Betul, dengan saksi Tuhan
saya mengakuinya.
A: Alhamdulillah, saudara
Antonius sudah 50 % Islam. Saya katakan 50% Islam
oleh karena hanya mengerti
dan mempercayai atas kerasulan Nabi Muhammad,
jadi masih tinggal 50% lagi,
oleh karena Saudara belum meyakinkan atas ke
Esaan Tuhan yang Maha
Tunggal .
B: Ya, betul begitu.
Keyakinan saya terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan
Anak dan Ruhul Kudus) masih
belum lenyap sama sekali, walaupun Bapak telah
menerangkan Kitab Bibel yang
tak dapat saya membantahnya. Akan tetapi dengan
keterangan-keterangan bapak
saya mulai ragu-ragu terhadap Trinitas itu.
Sungguhpun begitu, apakah
bapak masih bersedia lagi memberikan
keterangan-keterangan
(alasan-alasan) dalam kitab Bibel yang menyebutkan
bahwa Yesus itu bukan Tuhan.
A: Sebetulnya pada pertemuan
kita yang pertama telah saya sebutkan
berdasarkan kitab Injil
sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti telah
Saudara Periksa sendiri
dalam Matius pasal 1 ayat 16; Markus pasal 13 ayat
32; Ulangan pasal 4 ayat 33;
Ulangan pasal 6 ayat 4; Markus pasal 12 ayat
29. Kesemuanya itu telah
kita baca. Tetapi demi untuk memenuhi pengharapan
saudara agar lebih
meyakinkan, saya lanjutkan lagi. Silahkan baca Lukas
pasal 4 ayat 1 dan 2.
B: Baik, di sini disebutkan
: "Maka Yesuspun penuhlah dengan Rohul Kudus,
balik dari Yarden, lalu Roh
itu membawa Dia ke padang belantara. Empat puluh
hari lamanya dicobai Iblis.
Selama itu suatu apapun tiada dimakannya.
Setelah genap hari itu ia
merasa lapar.
A: 1. Diayat ini menyebutkan
bahwa Rohul Kudus membawa Yesus ke padang
belantara. Kalau Yesus itu
tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapapun
juga.
Diayat ini menyebutkan bahwa
Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskah Tuhan
dicobai oleh Iblis atau
wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan.
Di ayat inipun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu
lapar? Kalau begitu
sifat-sifat Yesus itu sama saja dengan sifat manusia
biasa; bisa dibawa, bisa
dicobai iblis dan merasa lapar.
Periksa lagi Matius pasal 4
ayat 5
B: Baik , di situ
menyebutkan: "Kemudian dari pada itu Iblis itupun membawa
Yesus ke negeri suci, lalu
ditaruhnya Dia di atas bumbung bait Allah"
A: Di ayat ini ada
menyebutkan bahwa Yesus dibawa oleh Iblis. Pantaskah
Tuhan dibawa oleh Iblis.
Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga
dibawa kemana-mana, kesuatu
tempat. pantaskah Iblis begitu berani kepada
Tuhan.
Periksa lagi Matius pasal 27
ayat 1 dan 2
B: Baik, di situ menyebutkan
: "Setelah hari siang, maka segala kepala Imam
dan orang tua-tua kaum pun
berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan
Dia. Maka diikatnya Dia
serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus,
yaitu wakil pemerintah"
A: DI ayat ini menyebutkan
bahwa Yesus diikat; pantaskah Tuhan dapat diikat
oleh manusia. Kalau begitu
dimanakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela
menyerahkan dirinya kepada
manusia? Periksa lagi Lukas pasal 2 ayat 21.
B: Baik, di situ
menyebutkan: "Apabila genap delapan
hari, Ia bersunat,
lalu disebut namanya
Yesus.."
A: Wajarkah Tuhan itu
disunat? Perlu apakah Tuhan itu disunat?
B: Apakah ada keterangan
yang lebih tegas bahwa Yesus itu benar-benar anak
manusia bukan anak Tuhan?.
A: Silahkan buka Matius
pasal 26 ayat 2
B: Baik, disitu menyebutkan
bahwa: Anak manusia akan diserahkan supaya
disalibkan.
A: Yang dimaksud anak
manusia di situ Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yesus itu
bukan anak Tuhan, melainkan
anak manusia. Silahkan periksa di Matius pasal 5
ayat 45.
B: Baik, di situ menyebutkan
bahwa: Supaya kamu menjadi anak Bapamu .....
dan seterusnya.
A: Di sini menyebutkan bahwa
orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut
Yesus akan menjadi anak
Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus
itu bukan anak Tuhan yang
Tunggal, melainkan anak-anak tuhan itu akan
bertambah lagi jumlahnya,
berdasarkan kitab Bibel sendiri di
Matius pasal 5
ayat 45 yang kita baca tadi
ialah: "Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu..."
Silahkan buka Matius pasal 7
ayat 21.
B: Disitu menyebutkan:
"Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan,
Tuhan, akan masuk ke dalam
kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang
melakukan kehendak Bapaku
yang di sorga.
A: Di Bibel sendiri jelas,
bahwa Yesus menyangkal malah menolak kepada orang
yang menyerukan:
"Tuhan, Tuhan" kepadanya, malah orang itu tidak dapat masuk
ke dalam kerajaan sorga.
Apakah belum cukup bukti-bukti yang telah saya
tunjukkan kepada saudara.
B: Sudah Cukup. Terima
kasih; tetapi kalau masih ada, saya minta, demi
kepuasan saya
A: Minta yang mana lagi yang
saudara maksudkan.
B: Yang menyebutkan di kitab
Injil bahwa Yesus anak manusia "bukan anak
tuhan"
A: Baik, akan saya penuhi
harapan saudara, silahkan saudara periksa di
Matius pasal 16 ayat 27.
B: Di pasal dan ayat ini ada
menyebutkan: "Karena anak manusia datang dengan
kemuliaan Bapanya beserta
dengan malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas
kepada tiap-tiap orang
menurut perbuatannya"
A: Di ayat ini ada
menyebutkan anak manusia, menurut tafsiran saudara,
siapakah yang dimaksudkan
dengan anak manusia di ayat ini.
B: Ya, tentu Yesus.
A: Jadi dikitab Injil
sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah "anak
manusia"; bukan anak
Tuhan, betulkah atau tidak.
B: Ya, betul.
A: Nah, kalau betul, mengapa
saudara menyebutkan Yesus anak Tuhan?
B: Yesus itu Tuhan tapi
diserupakan dengan manusia.
A: Kalau Yesus itu Tuhan,
mengapa diperanakkan oleh manusia (Maria). Yesus
berupa manusia karena
diperanakkan oleh manusia (Maria). Terlalu janggal
kalau manusia (Maria)
memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir
maupun ilmu pengetahuan
bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang
diperanakkan oleh manusia?
Bisakah ilmu pengetahuan exact maupun yang
abstract (Exact abstract
Wetenschap) menerimanya?
B: Ya, memang mustahil ada
Tuhan yang diperanakkan oleh manusia.
A: Bukan itu saja, malah di
kitab Injil saudara Yesus sendiri yang berkata
bahwa ia bukan anak Tuhan,
melainkan Utusan Tuhan. Sebagaimana telah saya
tunjukkan ayatnya pada
pertemuan kita yang lalu.
B: Betul, telah bapak
sebutkan. Tetapi saya minta di ulangi lagi ayatnya,
oleh karena saya agak lupa
susunannya.
A: Silahkan periksa di Yahya
pasal 5 ayat 30
B: Di pasal dan ayat ini
menyebutkan: "Suatupun tiada aku dapat berbuat
menurut kehendak sendiri,
melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana aku
dengar, dan hukuman itu adil
adanya; karenanya bukannya aku mencari kehendak
diriku, melainkan kehendak
Dia yang menyuruhkan aku".
A: Ayat ini tegas sekali,
jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku
bahwa ia bukan Tuhan,
melainkan pesuruh Tuhan. Di ayat ini Yesus
memberitahukan bahwa ia
tidak berbuat menurut kehendak Tuhan, maka wajarkah
Tuhan tidak dapat berbuat
sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh
(diutus) menjadi utusan.
B: Ya, saya mengaku; Yesus
sendiri mengaku bukan anak Tuhan.
A: Demi kepuasan saudara
silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13
B: Baik, di pasal dan ayat
ini menyebutkan: "Seorangpun tidak naik ke surga,
kecuali Ia yang sudah turun
dari surga, yaitu anak manusia"
A: Berdasarkan ayat-ayat
Bibel yang saya tunjukkan dan saudara sendiri yang
memeriksa dan membacanya
itu, maka sekali lagi saya bertanya: "Anak
manusiakah Yesus itu atau
anak tuhan"?.
B: Ya, berdasarkan ayat-ayat
tersebut saya berkata: "Yesus adalah anak
manusia"
A: Di ayat yang saudara baca
tapi, Matius pasal 16 ayat 27, selain
menyebutkan bahwa Yesus itu
anak manusia, juga menyebutkan bahwa akan
membalas tiap-tiap orang
menurut perbuatannya. Betulkah begitu? silahkan
periksa kembali.
B: Ya, betul di ayat itu ada
menyebutkan.
A: Menurut susunan ayat
tersebut, jelas: "Menolak adanya dosa waris",
berdasarkan ayat tersebut
setiap orang akan dibalas menurut perbuatannya
masing-masing, jadi tidak
ada penebus dosa.
B: YA, tentang dosa waris
telah selesai kita bicarakan dan memang saya telah
mengakui "tidak ada
dosa waris".
A: Betul, sudah kita
bicarakan, saya hanya menambah saja, untuk lebih
menguatkan lagi keterangan
yang lalu.
B: Sudah cukup jelas
keterangan Bapak.
A: Jelas bagaimana?
B: Berdasarkan ayat-ayat
Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak tuhan
melainkan anak manusia. Dan
berdasarkan kitab Injil menyebutkan bahwa Yesus
sendiri mengakui ia bukan
anak Tuhan, melainkan "pesuruh (Utusan) Tuhan"
A: Syukurlah kalau begitu.
Jadi bagaimanakah kepercayaan saudara sekarang
terhadap
"Trinitas" (Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus).
B: Dengan sendirinya
kepercayaan saya terhadap Trinitas terhapus.
A: Alhamdulillah, jadi
saudara mengakui bahwa Tuhan itu TUNGGAL.
B:Sebelum itu saya ingin
menyampaikan pertanyaan
A: Baik, tetapi saudara
telah mengakui pada pertemuan yang lalu dan
saudara-saudara yang hadir
juga telah ikut menyaksikan bahwa: Pertama,
Saudara telah membenarkan
kitab Al Qur'an. Beberapa ayat Al Qur'an yang
saudara kemukakan yang pada
mulanya oleh saudara dianggap berselisih antara
satu ayat dengan ayat yang
lain, setelah saya terangkan dan saya tafsirkan,
lalu saudara akui bahwa
ayat-ayat tersebut pada hakikatnya tidak ada
perselisihannya antara yang
satu dengan yang lain. Bukankah begitu pengakuan
saudara.
B: Ya, betul begitu
A: Kedua, Pada pertemuan
yang lalu saudara telah mengakui kebenaran nabi
Muhammad SAW selaku Utusan
Tuhan, betulkah demikian
B: Ya, betul saya telah
mengakuinya.
A: Ketiga, Saudara telah
membenarkan bahwa ayat-ayat di kitab Injil (Bibel)
terdapat beberapa ayat yang
berselisih antara yang satu dengan yang lain.
Sebagaimana telah saya
tunjukkan ayat-ayatnya pada pertemuan yang lalu,
benarkah pengakuan saudara
itu.
B: Ya, saya mengakui. Akan
tetapi saya masih memerlukan bukti-bukti yang
lain tentang ayat-ayat Injil
yang ada perselisihannya antara yang satu
dengan yang lain, demi
kepuasan bagi saya, walaupun sebenarnya keterangan
bapak saya pandang cukup
memuaskan. Tetapi mungkin ada lagi ayat-ayat yang
lain untuk meresapnya ke
perasaan saya.
A: Baiklah, saya penuhi
pengharapan saudara, silahkan saudara periksa kitab
Yahya pasal 8 ayat 14
B: Baik, dipasal dan ayat
ini menyebutkan: "Jikalau Aku menyaksikan dari hal
diriku sendiripun, benar
juga kesaksian itu"
A: Silahkan periksa lagi
Yahya 5 ayat 31.
B: Baik, di pasal dan ayat
ini menyebutkan: "Jikalau Aku menyaksikan dari
hal diriku, maka kesaksianku
tidak benar"
A: Nah, saudara membuktikan
sendiri perselisihan di dua ayat ini. Di satu
ayat menyebutkan:
"Kesaksianku benar", sedangkan di ayat lain menyebutkan
"Kesaksianku tidak
benar". Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab
suci. Dan yang berbicara
adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat
ini. Wajarkah di dalam kitab
suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan
antara yang satu dengan yang
lain.
B: Ya, saya akui memang
tidak cocok.
A: Bukan saja tidak cocok,
tetapi adalah satu selisih yang menyolok.
B: Tetapi mungkin salah satu
dari ayat tersebut salah cetak.
A: Sekiranya salah cetak,
tentunya ada ralat; tetapi di kitab ini tidak
disebutkan apa-apa.
B: Bibel ini berbahasa
Indonesia, permisi sebentar, saya akan memeriksa
Bibel yang berbahasa
Inggris.
A: Itu lebih baik, sayakah
yang akan memeriksa ataukah saudara?
B: Oleh karena bapak banyak
hafal ayat-ayat Bibel maka saya serahkan agar
bapak saja memeriksanya,
sepaya lebih cepat.
A: Baiklah; harap saudara
memperhatikan juga saudara-saudara yang hadir,
kitab yang saya pegang ini
adalah Bibel berbahasa Inggris ialah "The Holy
Bible",
"Containing the Old and New Testaments (American Bible Society)".
Saya serahkan kitab ini
kepada saudara Antonius dan saya akan menunjukkan
pasal dan ayatnya untuk
diteliti bersama.
B: Baik, saya terima kitab
Bibel yang berbahasa Inggris.
A: Silahkan saudara periksa
di Yahya pasal 8 ayat 14 pada halaman 104
B: Baik, dihalaman 104 kitab
Yahya pasal 8 ayat 14 disini ada menyebutkan:
"THOUGH I BEAR RECORD
OF MY SELF, YET MY RECORD IS TRUE"
A: Kalau susunan ayat ini
kita salin kedalam bahasa Indonesia, adalah
demikian: "Jikalau aku
menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga
kesaksianku itu"
Betulkah begitu artinya?
B: Ya, betul begitu
A: Jadi sama artinya dengan
Injil yang berbahasa Indonesia di Yahya pasal 8
ayat 14, harap saudara
cocokkan dulu.
B: Betul, artinya sama
kuatnya
A: Sekarang silahkan periksa
di Yahya pasal 5 ayat 31.
B: Disini menyebutkan :
"IF BEAR WITNES OF MYSELF, MY WITNES IS NOT RUE"
A: Ayat ini kalau kita salin
kedalam bahasa Indonesia akan demikian:
"Jikalau aku
menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu tiada benar".
Betulkah begitu?.
B: Ya, benar
A: Silahkan saudara periksa
lebih teliti lagi di kitab Bibel yang berbahasa
Inggris ini. Di satu ayat
menyebutkan "IS TRUE", adalah benar, sedangkan di
ayat lain menyebutkan
"IS NOT TRUE", adalah tidak benar.
B: Ya, memang berbeda
A: Kalau begitu, di Injil
yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa
Inggris tidak ada perbedaan
arti dan maksudnya.
B: Betul Demikian
A: Jadi tidak salah cetak,
yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu.
Kalau betul kitab suci
(Injil) itu wahyu dari Tuhan, mustahil
ayat-ayatnya
akan berselisih antara yang
satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah
dicampuri oleh tangan
manusia.
B: Menurut pendapat saya,
dua ayat itu bukan berlawanan, mungkin ayat yang
satu dicabut, lalu kemudian
diganti dengan ayat yang lain. Jelasnya , ayat
yang satu di hapus diganti
dengan ayat yang lain (yang baru). Setahu saya
dalam ayat-ayat Al Qur'an
terdapat apa yang disebut "Nasich dan Mansuch"
ialah satu ayat terhapus
hukumnya, lalu diganti dengan ayat yang lain (hukum
yang baru).
A: Di dalam Al Qur'an
terdapat "Nasich dan Mansuch" ada disebutkan ayatnya
tetapi di kitab Injil sama
sekali tidak disebutkan.
B: Dimanakah di dalam Al
Qur'an yang menyebutkan ayat tentang Nasich dan
Mansuch itu
A: Sebetulnya sayalah yang
harus bertanya kepada saudara, oleh karena dari
saudaralah timbulnya ucapan
Nasich-Mansuch itu. Akan tetapi sekalipun
demikian saya tunjukkan,
ialah di surat Al Baqarah ayat 106. Susunan ayat
itu ada ulama yang
menafsirkan tentang adanya "Nasich dan Mansuch". Sebagian
lagi ada yang menafsirkan
bahwa susunan ayat tersebut tidak menunjukkan
adanya Nasich-Mansuch. Kalau
saudara memerlukan , akan saya terangkan
tafsirnya ayat tersebut.
B: Hal itu, baiklah kita
tangguhkan dulu. Tetapi sehubungan dengan dua ayat
di Bibel yang tadi, saya
berpendapat bukan berlawanan, melainkan satu ayat
digantikan dengan ayat lain,
sehingga nampaknya ada berlawanan. Bolehkah
saya berikan misal.
A: Silahkan, saudara berhak
penuh berbicara dengan saya dalam pertemuan kita
ini.
B: Saya sebutkan misal:
Dikeluarkan suatu peraturan, setiap pengendara
sepeda diwaktu malam diharuskan
memakai lampu. Kemudian datang lagi
peraturan tidak boleh pakai
lampu, karena ada peperangan misalnya. Disini
ada dua peraturan, yang
pertama: "Diharuskan memakai lampu" sedang yang
kedua "Dilarang".
Dua perintah itu, yang terpakai adalah yang kemudian.
Demikian juga dua ayat di
Bibel tadi tidak berlawanan, melainkan salah satu
diantaranya sudah tidak
berlaku lagi (dicabut). Ini menurut pendapat saya.
A: Baiklah, tetapi tentunya
saudara mengerti, apabila suatu peraturan yang
diganti, mestinya harus diikuti
penjelasan, bahwa artikel nomer sekian ayat
sekian, tahun sekian
dicabut, diganti dengan artikel nomer sekian dan
selanjutnya. Akan tetapi dua
ayat di Bibel itu, tidak ada sebutan ayat yang
satu diganti , dengan lain
kata dua ayat tetap berlawanan antara yang satu
dengan yang lain. Tidak ada
penjelasan bahwa salah satu telah dicabut, atau
diganti.
PERTEMUAN YANG KEDELAPAN
Perselisihan Ayat-ayat Dalam
Bibel
A: Pada pertemuan kemarin
malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan
dalam Bibel. Pada pertemuan
sekarang apakah masih ada pertanyaan saudara
yang akan disampaikan kepada
saya.
B: Kalau masih ada ayat-ayat
dalam Bibel yang berlawanan antara satu ayat
dengan yang lain, saya minta
diterangkan untuk menambah keyakinan saya
sampai dimanakah kesucian
kitab Bibel itu ada dicampuri oleh tangan manusia.
A: Kemarin malam saudara
mengakui sudah puas. Apakah tidak lebih baik, kita
bicarakan saja pasal-pasal
yang saudara pandang terpenting.
B: Ya, tetapi keterangan
bapak mengenai ayat-ayat yang berlawanan di kitab
Bibel itu baru sedikit
membuka hati saya. Karena itulah saya bawa lagi kitab
Bibel ini.
A: baiklah, saya akan
tunjukkan, demi kepuasan saudara
B: Terima kasih. Harapan,
Bapak sudi tunjukkan lagi bukti-bukti ayat-ayat
yang berlawanan. Saya ingin
mengetahui lebih banyak lagi.
A: Silahkan saudara periksa
di Yahya pasal 1 ayat 18
B: Dipasal dan ayat ini
menyebutkan: "Maka Allah belum pernah dilihat oleh
seorang juapun, tetapi Anak
yang tunggal yang diatas pengakuan Bapa, ialah
yang sudah menyatakan
Dia".
A: Bagaimanakah menurut
tafsiran saudara susunan ayat ini.
B: Ayat ini menunjukkan
bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapapun juga,
melainkan hanya Yesus saja
yang pernah melihatnya.
A: Kalau begitu silahkan
saudara periksa di kitab Kejadian pasal 18 ayat 1
B: Disini menyebutkan:
"Hatta, maka kemudian dari pada itu kelihatanlah
Tuhan kepada Ibrahim hampir
dengan pohon jati mamre tatkala duduklah di
pintu kemahnya ketika hari
panas".
A: Nah, disini saudara
membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini,
disatu ayat menyebutkan
Tuhan hanya dinyatakan oleh Yesus saja, tidak
seorang juapun melihatnya.
Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa
Ibrahim juga melihat Tuhan.
Bukankah dua ayat ini berlawanan. Yang manakah
yang benar di dua ayat ini.
B: Ya, saya mengakui memang
tidak cocok.
A: Saya lanjutkan. Silahkan
periksa lagi di kitab: "Kejadian pasal 32 ayat
30"
B: Ya, di sini menyebutkan:
"Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu peniel
karena katanya: "Sudah
kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku
selamatlah".
A: Perhatikan: disatu ayat
menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan,
melainkan Yesus. Di ayat
yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan.
Di ayat yang lain lagi ada
menyebutkan Yakub melihat Tuhan malah bertemu
muka dengan muka. Yang
manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut?
Mustahillah benar semuanya,
karena jelas sekali susunan ayatnya yang
nyata-nyata mengandung ayat
yang berselisih antara yang baru dengan yang
lain. Kalau dikatakan salah
satu dari pada ayat-ayat itu yang benar, maka
yang dua ayat tentunya salah
semuanya. Pantaskah suatu kitab suci mengandung
ayat yang salah? Dan kalau
dikatakan salah semuanya, maka apakah kitab itu
dapat dipertahankan
kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan.
B: Ya, saya mengakui
ayat-ayat tersebut tidak cocok antara yang satu dengan
yang lain.
A: Pengakuan saudara itu
memang penting, tetapi lebih utama kalau diikuti
dengan kesadaran.
B: Saya harap tunjukkan lagi
ayat-ayat di kitab Injil yang berselisih
A: Baiklah, silahkan periksa
di kitab Samuel yang ke-II pasal 8 ayat 9, 10.
B: Di pasal dan ayat ini
menyebutkan: "Bermula, maka setelah kedengaranlah
kabar kepada TOI, raja
Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap
balatentara Hadar Ezar,
disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja
Daud akan bertanyakan
selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada
baginda......".
A: Cukup dibaca sampai disitu, bagaimana menurut pendapat saudara
maksud
ayat itu, siapakah nama raja
Hamat?
B: Menurut ayat ini, raja
Hamat bernama "Toi"
A: Sekarang silahkan periksa
kitab: "Tawarikh yang pertama", pasal 18 ayat 9
B: Di sini menyebutkan:
"Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja
Hamat, mengatakan Daud sudah
mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja
Zoba itu"
A: Di ayat ini siapakah nama
raja Hamat
B: Menurut ayat ini, nama
raja Hamat ialah "Tohu"
A: Nah, perhatikanlah :
disuatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah "Toi"
sedangkan di ayat lain
menyebutkan "Tohu". Yang manakah namanya benar
Tohukah atau Toi.
B: Ya, namanya memang
berselisih. Akan tetapi hanya selisih tentang nama
saja. Jadi hanya
perselisihan yang kecil saja.
A: Kalau kesalahan dari
manusia biasa, tentu kita tidak keberatan, akan
tetapi ini adalah kesalahan
"Wahyu" atau "Ilham".
B: Betul juga pendapat
bapak, Ini adalah kesalahan wahyu atau ilham.
Mustahil wahyu atau ilham
dari Tuhan terdapat kesalahan walaupun kesalahan
yang sedikit dan
sekecil-kecilnya.
(pada halaman ini terdapat
footnote: Al Kitab edisi 1994, kata Tohu diganti
Tou. Mungkin pada
tahun berikutnya kata Tou
akan diganti dengan Toi)
A: Bukan itu saja, Silahkan
periksa lagi kitab Samuel yang kedua pasal 8
ayat 9 dan 10
B: Di sini menyebutkan:
"Bermula, maka setelah kedengaranlah
kabar kepada
TOI, raja Hamat, mengatakan
Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar
Ezar, disuruhkan TOI akan
YORAM anaknya menghadap raja Daud ......"
A: Cukup dibaca sampai
disitu dulu, di ayat itu ada tersebut
seseorang
bernama Yoram, siapakah
Yoram menurut ayat tersebut?
B: Menurut ayat tersebut
Yoram itu anaknya Toi, raja Hamat.
A: Betul, sekarang lanjutkan
periksa di kitab: Tawarikh yang pertama pasal
18 ayat 9 dan 10.
B: Di sini ada menyebutkan :
"Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU,
raja Hamat, mengatakan Daud
sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar
raja Zoba itu".
"Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda
raja Daud......"
A: Cukup dibaca sampai
disitu. Diayat itu ada disebutkan seorang bernama
Hadoram, Siapakah Hadoram
itu menurut susunan ayat tersebut?.
B: Menurut susunan ayat
tersebut orang yang bernama Hadoram itu adalah anak
Tohu, raja hamat
A: Buktikan, disatu ayat
menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan
di ayat lain menyebutkan
anaknya Toi itu bukan Yoram, melainkan Hadoram.
B: Saya tidak tahu
A: Saya bertanya bukan
tentang tahu atau tidaknya, melainkan tentang
kebenaran di dua ayat itu.
B: Saya tidak tahu yang mana
yang benar.
A: Bukan saudara saja yang
tidak mengetahui kebenarannya, malah yang menulis
ayat itupun tidak bisa
menunjukkan yang tepat tentang kebenarannya nama
anaknya Toi itu; padahal
yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya,
bersih dari segala macam
kesalahan, sampai kepada kesalahan yang
sekecil-kecilnya, sesuai
dengan pengakuan saudara tadi.
B: Mestinya begitu.
A: Tetapi kenyataannya tidak
begitu. Buktinya, silahkan saudara periksa lagi
di kitab Samuel ke II pasal
8 ayat 8.
B: Baik, di pasal dan ayat
ini menyebutkan: "Maka dari dalam Betach dan dari
dalam Berotai, dua buah
negeri Hadar Ezar, diambil raja Daud akan banyak
Tembaga.
A: Bagaimana maksud ayat ini
menurut tafsiran saudara.
B: Maksudnya ialah raja Daud
mengambil banyak tembaga dari dua tempat
bernama Betach dan Berotai.
A: Silahkan periksa di Kitab
Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8
B: Baik disini ada
menyebutkan: "Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam
Chun, negeri Hadar Ezar itu
diambil Daud amat banyak tembaga.
A: Buktikan disatu ayat
menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh
Daud ialah Betach dan
Berotai, sedangkan di ayat lain menyebutkan dua tempat
itu ialah Tibchat dan Chun.
Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya
diambil tembaganya oleh
Daud. Kalau betul kitab Injil itu mestinya suci dari
pada kesalahan dan
perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya.
B: Betul, dua ayat ini
memang tidak cocok, yang satu dengan yang lain
bertentangan.
A: Apakah saudara masih
memerlukan lagi ayat-ayat yang berlawanan didalam
Bibel.
B Saya merasa beruntung
kalau bapak masih bersedia menunjukkan demi untuk
meningkatkan kesadaran saya.
A: Baiklah saya ikuti
kehendak saudara. Silahkan periksa lagi di Kitab
Raja-raja kedua pasal 8 ayat
26.
B: Baik, dipasal dan ayat
ini menyebutkan: "Adapun umur raja Ahazia pada
masa ia naik raja itu dua
puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia Jerusalem
setahun lamanya, adapun nama
bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja
orang Israil".
A: Menurut susunan ayat ini,
berapakah umur raja Ahazia pada waktu ia
menjadi raja.
B: Berdasarkan ayat ini
diwaktu umur 22 tahun.
A: Silahkan saudara periksa
lagi di kitab: Tawarikh ke II pasal 22 ayat 2
B: Di pasal dan ayat ini
menyebutkan: "Adapun pada masa ia naik raja itu
empat puluh dua tahun, dan
kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka
nama bunda baginda itu
Atalia anak Omri"
A: Di ayat ini menyebutkan
berapakah umur Ahazia diwaktu menjadi raja.
B: Di ayat ini menyebutkan
diwaktu berumur 42 tahun.
A: Nah Di dua ayat ini yang
manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah
atau berumur 42 tahun. Di
satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu
berumur 22 tahun, dan di
ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42
tahun. Bukankah ini
menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab
Injil yang dikatakan suci
itu.
B: Ya, perselisihan di dua
ayat ini tak dapat dipungkiri lagi.
A: Supaya makin bertambah
tak dapat dipungkiri lagi oleh saudara tentang
ayat-ayat yang berlawanan di
kitab Bibel itu. Silahkan saudara periksa lagi
di kitab Raja-raja II pasal
24 ayat 8.
B: Baik, disini ada
menyebutkan : "Jojachin pada masa ia naik raja itu
delapan belas tahun, maka
kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan
nama bunda baginda itu
Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem"
A: Siapakah nama raja di
ayat ini
B: Namanya Jojachin
A: Silahkan saudara periksa
di kitab: Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9
B: Di sini ada menyebutkan:
"Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja
itu delapan belas tahun,
maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan
sepuluh hari lamanya, maka
diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan
Tuhan".
A: Buktikan perselisihan
yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat
menyebutkan Jojachin dan di
ayat yang lain menyebutkan Jehojachin.
Selanjutnya di satu ayat
menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga
tahun lamanya dan diayat
yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah
yang benar di dua ayat ini,
Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan
Jerusalem selama 3 tahunkah
atau 3 bulan 10 hari? Harap saudara periksa lagi
dengan teliti susunan dua
ayat yang saudara baca tadi.
B: Betul, memang tidak cocok
antara dua ayat ini.
Catatan kaki: Al Kitab yang
diterbitkan tahun 1994, Kata "Yehoyakhin"
diganti dengan
"Yoyakhin"
dan di Alkitab edisi tahun
1994, kata "tiga tahun" diganti "tiga bulan".
A: Aneh, lagi-lagi tidak
cocok dan memang tidak cocok.
B: Memang mustahil dikitab
suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara
yang satu dengan yang lain.
A: Supaya lebih nyata
kemustahilannya, teruskan saudara periksa di kitab
Saul yang kedua pasal 23
ayat 8
B: Di ayat ini tersusun
sebagai berikut: "Bermula, maka inikah nama segala
pahlawan yang mengiringi
Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala
penghulu iapun bergelar
penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan
kedelapan ratus orang dalam
sekali saja berperang".
A: Berdasarkan ayat ini saya
ingin bertanya pada saudara: "Siapakah nama
pahlawan yang mengiringi
Daud menurut ayat ini
B: Namanya Josech Basjebet
bin Tachkemoni
A: Menjabat apakah ia
B: Kepala segala penghulu
A: Berapa orangkah yang
ditikamnya dalam sekali berperang.
B: Delapan ratus orang
A: Kalau begitu, silahkan
saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama
pasal 11 ayat 11
B: Di ayat ini susunan
kalimatnya seperti berikut: "Maka inilah bilangan
segala pahlawan yang
mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang
tiga puluh, yang melayangkan
lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya
akan mereka itu sekalian
dalam sekali berperang".
A: Berdasarkan ayat ini saya
ingin bertanya pada saudara: "Siapakah nama
pahlawan yang mengiringi
Daud menurut ayat ini
B: Namanya Yasobam bin
Hachmoni
A: Menjabat apakah ia
B: Kepala dari orang tiga
puluh
A: Berapa orangkah yang
ditikamnya dalam sekali berperang.
B: Sebanyak Tiga ratus orang
A: Cocokkan dua ayat ini
antara yang satu dengan yang lain.
B: Terlalu tidak cocok malah
dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih
yang jelas sekali.
A: Memang. Di satu ayat
menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama
Josech Basjebet bin
Tachkemoni dan di ayat yang lain bernama Yasobam bin
Hachmoni. Di ayat inipun menyebutkan
Kepala orang tiga puluh. Di ayat itupun
ada menyebutkan lagi Menikam
800 (delapan ratus) orang dalam sekali
berperang dan di ayat yang
lain menyebutkan menikam 300 (tiga ratus) orang
dalam sekali berperang.
B: Intermezzo sedikit pak
Kyai.
A: Ya, boleh intermezzo
jenis apa
B: Saya merasa sungguh
kagum, karena Bapak Kyai hapal diluar kepala tentang
ayat-ayat Bibel. Padahal
kalau tidak salah ayat-ayat dikitab Bibel itu ada
ribuan. Dengan cara
bagaimana Bapak menghafalnya.
A: Lain waktu saya bisa terangkan
pada saudara.
B: Menghafalkannya saja
tentu amat berat, Yang betul-betul mengherankan
saya, dapat bapak
menunjukkan dengan tepat letaknya ayat-ayat di Bibel dan
tambah mengherankan lagi
hafalnya ayat-ayat Bibel yang berlawanan
antara
satu dengan yang lain. Baik
tentang nama-nama suratnya, pasalnya, maupun
ayat-ayatnya, kesemuanya
dengan tepat sekali bapak menunjukkannya. Betul
saya bertanya; malah
diantara saudara-saudara yang hadir kemarin malam ada
yang membisikkan pada
telinga saya, memberikan dorongan supaya menanyakan
kepada bapak.
A: Supaya tidak banyak makan
waktu, saya jawab dengan singkat saja, saya
kalau menghafalkan sesuatu
tidak hanya menggunakan alat pancaindera lahir
(sensus exterior)
semata-mata, akan tetapi juga alat-alat pancaindera bathin
(sensus interior).
Keterangan mengenai soal ini cukup panjang, membutuhkan
antara dan waktu tersendiri.
Kalau saudara ada hasrat, lain waktu akan saya
jelaskan.
B: Baiklah kalu begitu,
sekarang kita lanjutkan
A: Sebagai bukti, bahwa alat
pancaindera bathin itu dapat menembus, maka
saya tembuskan pandangan
bathin saya ke dalam kitab Bibel, untuk saya
tunjukkan lagi pada saudara
ayat-ayat di Bibel yang berlawanan.
B: Terima kasih
A: Silahkan saudara periksa
lagi di kitab Samuel yang kedua pasal 24
ayat 1
B: Di pasal dan ayat ini ada
menyebutkan: "Bermula maka kembali pula
bangkitlah murka Tuhan akan
orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka
itu katanya: Bilangkanlah
olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda""
A: Menurut ayat ini, siapakah
yang mengajak Daud membilang dan melawan orang
Israil.
B: Menurut susunan ayat ini
yang mengajak Daud ialah Tuhan.
A: Betul, sekarang silahkan
saudara periksa di kitab Tawarikh yang pertama
pasal 21 ayat 1.
B: Baik, dipasal dan ayat
ini ada menyebutkan: "Sebermula, maka pada masa
itu, berbangkitlah syetan
akan celaka orang Israil, diajaknya Daud supaya
dia membilang banyak orang
Israil"
A: Menurut ayat ini siapakah
yang mengajak Daud membilang orang Israil.
B: Berdasarkan ayat ini yang
mengajak Daud, ialah Syetan.
A: Nah, perhatikan; disatu
ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan.
Kemudian di satu ayat yang
lain menyebutkan, yang mengajak Daud adalah
Syetan. Yang manakah yang
benar diantara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan.
B: Ya, betul; ini adalah
suatu perselisihan yang menyolok sekali.
A: Kalau demikian tentunya
saudara dapat membayangkan, apakah Bibel yang
sekarang ini masih tetap
dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan
manusia.
B: Kalau sudah terang-terangan begini, tentunya sulit
untuk dipertahankan
kesuciannya.
A: Apakah saudara masih
belum merasa puas bukti-bukti yang saya tunjukkan
tentang ayat-ayat Bibel yang
berlawanan antara yang satu dengan yang lain
itu.
B: Sudah cukup jelas.
A: Jangankan di kitab suci
itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan
malah satu ayat saja
terdapat ayat yang berselisih dengan ayat lain, sudah
cukup alasan untuk tidak
dapatnya dipertahankan dan diyakinkan tentang
kesuciannya.
B: Kalau begitu kitab Bibel
yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas
bagaimana.
A: Sebetulnya pertanyaan
saudara itu harus dijawab oleh saudara sendiri
karena saudara saudara
sendiri masih mempunyai kitab itu. Tetapi saya tolong
menjawabnya. Setiap agama
mempunyai kitab suci. Akan tetapi kalau di kitab
sucinya itu ternyata
terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau
berlawanan dan tidak cocok
antara yang satu denganyang lain, apakah
penganut-penganut agama itu
masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya
itu
tetap suci. Padahal yang
dinamai kitab suci adalah wahyu, ilham dari tuhan.
Mustahil sekali kalau wahyu
Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan
berkata YA lalu diayat yang
lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan
berkata "A" lalu
diayat lain Tuhan berkata lagi bukan "A" tetapi "B". Kalau
sampai terjadi demikian,
tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut
campur di dalamnya.
B: Betul begitu, Tetapi
maaf. Kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta
lagi.
A: Minta yang mana lagi yang
dimaksudkan oleh saudara.
B: Minta satu ayat lagi yang
berselisih di Bibel
A: Agaknya saudara akan
menguji saya tentang Bibel.
B: Tidak, betul-betul tidak.
Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya
minta satu ayat saja lagi.
A: Saudara minta satu ayat
lagi atau lebih, saya bisa tunjukkan. Tetapi
waktunya sudah jauh malah.
Kecuali kalau saudara suka menerima sampai pagi.
B: Tidak, betul-betul hanya
minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan
pasal-pasal yang lain.
YANG HADIR: Teruskan sampai
waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang.
A: Baiklah saya penuhi
pengharapan saudara Antonius. Silahkan saudara
periksa di kitab Samuel yang
kedua pasal 10 ayat 18.
B: Baik, di pasal dan ayat
ini ada menyebutkan: "Tetapi kemudian, larilah
segala orang syam itu dari
hadapan orang Israil, maka daripada orang Syam
itu dibinasakan Daud tujuh
ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang
berkuda, tambahan pula
dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu,
sehingga matilah ia
disana....."
A: Cukup dibaca sampai
disitu dulu, saya akan bertanya pada saudara, diayat
ini ada berapakah jumlahnya
kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud.
B: Di ayat ini menyebutkan
700 (tujuh ratus) banyaknya yang dibinasakan oleh
Daud.
A: Di ayat itu juga ada
berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan
oleh Daud.
B: Menurut ayat ini ada
40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda yang
dibinasakan oleh Daud.
A: Dan di ayat itu juga,
siapakah namanya panglima perang yang dibunuh
B: Menurut ayat ini panglima
perang yang dibunuh bernama Sobach
A: Betulkah semuanya itu, silahkan
periksa lagi.
B: Betul demikian
jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini.
A: Kalau begitu silahkan
saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama
pasal 19 ayat 18.
B: Di sini ada menyebutkan:
"Maka larilah segala orang Syam dari hadapan
orang Israil, maka
dibinasakan Daud daripada orang Syam itu tujuh ribu ekor
kuda kereta, dan empat puluh
ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula
dibunuhnya Sofach panglima
perang itu..."
A: Saya akan bertanya; Ada
berapakah jumlah kuda kereta yang dibinasakan
oleh Daud menurut ayat ini
B: Menurut ayat ini,
menyebutkan ada 7000 (tujuh ribu).
A: Di ayat ini juga yang
dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang
berkuda atau 40.000 orang
yang berjalan kaki
B: Di ayat ini yang
dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 yang
berjalan kaki, bukan orang
berkuda.
A: Pun di ayat ini juga,
disebutkan siapakah namanya panglima perang, apakah
bernama Sobach-kah atau
Sofach
B: Di ayat ini disebutkan
bernama Sofach.
A: Coba saudara perhatikan
dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu
ayat saja sudah terdapat 3
macam selisih. Di kitab Samuel yang kedua pasal
10 ayat 18 menyebutkan; yang
dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh
ratus) kuda kereta,
sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat
18 menyebutkan 7.000 (tujuh
ribu) kuda kereta. Yang manakah yang benar di
dua ayat itu. Di kitab
Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000
(empat puluh ribu) orang
berkuda, sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000
orang berjalan kaki. Yang
manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang
dibinasakan oleh Daud atau
40.000 orang berjalan kaki. Di kitab Samuel yang
kedua itu juga ada
menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan
dikitab Tawarikh yang
pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. Yang
manakah yang benar,
Sobach-kah atau bernama Sofach.
B: Sudah cukup puas; saya
sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf
A: Mulai sadar dan insyaf
yang bagaimana yang saudara maksudkan
B: Jiwa dan kesadaran saya
mulai terbuka. Besok malam saya akan lukiskan
kandungan hati saya, setelah
saya menerima jawaban-jawaban
pertanyaan-pertanyaan saya
yang lain pada Bapak.
A: Baiklah saya persilahkan
B: Apakah sebabnya
orang-orang pandai (sarjana) dinegeri Barat banyak yang
memeluk agama Kristen? Kalau
agama Islam suatu agama yang benar dan
ajran-ajarannya sesuai
dengan Ilmu pengetahuan dan modern, tentunya mereka
masuk Islam.
A: Sebelumnya saya
memberikan jawaban, saya akan bertanya, saudara sendiri
termasuk sarjana. Mengapa
saudara memeluk (tertarik pada, red) agama Islam.
B: Ya, karena hasil diskusi
ini yang membawa saya lebih menyelami dan
memilih ajaran-ajaran agama
Islam.
A: Sekiranya tanpa diskusi
yang menghasilkan tambahnya meneliti
ajaran-ajaran Islam, apakah
mungkin saudara menjadi pemeluk agama Islam yang
sadar.
B: Menurut pikiran saya
tidak mungkin.
A: Orang-orang di negeri
barat yang saudara sebut itu sekiranya seperti
saudara pula dalam menganut
suatu agama.
B: Ya, betul
A: Memang betul, Karena di
zaman ini dari mereka ada banyak yang sudah
memeluk agama Islam atas
hasil penyelidikan dan penelitian yang mendalam.
B: Akan tetapi ada
orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk
agama Kristen.
A: Dari manakah saudara
ketahui.
B: Di negeri kita sendiri.
Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja,
sekolah Kristen nampaknya
sementara senantiasa bertambah jumlahnya.
A: Apakah orang-orang Islam
yang masuk agama Kristen itu terdiri dari
sarjana-sarjana Islam.
B: Saya tidak mengetahuinya,
hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya
sendiri sampai saat ini
belum menemukan malah belum mendengar
sarjana-sarjana Islam masuk
Kristen.
A: Kalau begitu orang-orang
Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan
dari hasil penelitian; jadi
masuknya bukan karena keyakinannya.
B: Mengapa bapak berpendapat
demikian
A: Saudara membuktikan
sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada
banyak sekali, yang miskin,
melarat dan menderita dalam hidupnya. Mereka
butuh uang, makan, pakaian
dan obat-obatan, Kesempatan ini dipergunakan oleh
beberapa orang penganut
Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan
membagi-bagikan makanan,
pakaian, obat-obatan dan lainnya kalau tidak
keliru.
B: Ya, saya pernah baca di
majalah Kiblat.
A: Di zaman ini ada beberapa
orang dinegeri barat yang mulanya beragama
Kristen setelah menyelidiki
dan meneliti ajaran-ajaran Islam, yang
menunjukkan kebenaran ajaran
Islam mereka berterusterang berpindah menjadi
penganut Islam; mereka itu
golongan sarjana, malah diantaranya terdapat
pendeta Kristen yang menjadi
pemeluk agama Islam.
B: Betul, saya sendiri
pernah membaca di Majalah Kiblat.
A: Jadi sudah jelas, bahwa
orang-orang di negeri yang beragama Kristen lalu
berpindah menjadi pemeluk
Islam disebabkan dari hasil penelitiannya tentang
kebenaran ajaran-ajaran
Islam, umumnya orang-orang yang di negeri barat
kalau melakukan sesuatu
penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan
otaknya secara ilmiah.
Mereka menjadi penganut Islam dengan kesadaran dan
keyakinannya.
B: saya menerima keterangan
bapak.
A: Sedangkan orang-orang
Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi
pemeluk agama Kristen
umumnya bukan dari hasil penyelidikan dan
penelitiannya yang tentunya
bukan di atas dasar kesadaran dan keyakinannya,
melainkan karena perut
lapar, karena hidupnya yang Senin Kamis, butuh makan,
uang, pakaian, maupun
obat-obatan. Dengan keterangan saya ini Saudara bia
bandingkan sendiri sebab
musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang
masuk Islam dan orang-orang
Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen.
B: tetapi tentu ada juga
orang-orang Indonesia yang tidak miskin masuk agama
Kristen
A: Tetapi tentu itu umumnya
bukan berasal dari penganut agama Islam, mungkin
dari agama yang lain lagi.
Jadi masih ada yang akan ditanyakan lagi.
B: Ya, sedikit, besok malam
saja. Sekarang sudah jauh malam.
A: Baiklah, besok malam,
agar lebih sempurna.
PERTEMUAN YANG KESEMBILAN
MASUK ISLAM
A: Pertemuan kita sudah
berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada
pertemuan yang sekarang ini,
apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan saudara
yang akan diajukan
B: Sejak siang tadi, saya
telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam
tentang hasil-hasil
pertemuan kita yang menimbulkan kesadaran saya untuk
menentukan pendirian saya
agar memilih agama yang mana yang harus saya
ikuti.
A: Alhamdulillah, kalau
saudara sudah dapat menentukan sendiri. Jadi
bagaimana kepercayaan
saudara sekarang ini terhadap Trinitas (Tuhan Bapak,
tuhan Anak dan Ruhul Kudus).
B: Memang soal inilah yang
sedang saya renungkan sejak tadi siang, oleh
karena saya masih merasa
terikat oleh satu "Patokan" yang hingga saat ini
belum dapat saya pecahkan.
Padahal keterangan bapak sangat memuaskan sejak
semula kita bertemu.
A: Sekiranya saudara tidak
berkeberatan, cobalah saudara terangkan. Mungkin
saya dapat membantu saudara.
B: Ialah soal Trinitas. Soal
ini masih berbekas dalam jiwa saya.
A: Baiklah, saudara
terangkan saja.
B: Tuhan Bapak, Tuhan Anak
dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga
oknum, tetapi tetap pada
hakekatnya Tunggal juga. Karena yang satu tidak
dapat terpisah dengan yang
lain.
Persoalan inilah yang masih
berbekas dalam keyakinan saya. Sedangkan
soal-soal lain, mengenai
ayat-ayat di Bibel, dosa waris, kebenaran Al
Qur'an, Kebenaran Nabi
Muhammad selaku utusan tuhan, teristimewa
perselisihan ayat-ayat di
Bibel dan keterangan-keterangan serta
penjelasan-penjelasan bapak
yang berdasarkan fakta objektif dan interesant
itu bagi saya sudah beres
dan saya menyerah.
A: Baiklah, lanjutkan.
B: Tetapi soal Trinitas itu
masih terlukis saja dalam keyakinan saya.
Sehingga belum dapat secara
bulat (ikhlas) bagi saya untuk mengorbankan
keyakinan saya begitu saja
tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang
sungguh mengatasi keyakinan
saya.
A: Jadi yang tiga oknum itu,
saudara masih mempercayai bahwa ketiga-tiganya
itu adalah Tuhan semuanya.
B: Ya, begitulah, tetapi
sudah mulai tipis.
A: Jadi Tuhan Bapak itu
Tuhan
B: Ya.
A: Tuhan Anak, Yesus, apakah
Tuhan
B: Ya.
A: Apakah Rohul Kudus juga
Tuhan
B: YA, semuanya tiga tetapi
tetap satu (tunggal), seperti telah saya
terangkan tadi. Supaya lebih
jelas, saya buatkan misal.
A: Baiklah, silahkan saudara
buatkan misal.
B: Bapak sekarang sedang
menghisap rokok
A: Ya sekarang sedang
merokok. Saudara-saudara yang hadir melihat juga. Saya
sekarang sedang merokok.
B: Rokok yang bapak isap
itu, terdiri dari tiga susunan ialah:
Batang Rokoknya
Apinya
Merah api pada rokok
A: Ya betul, teruskan.
B: Batang rokok, apinya dan
merahnya itu menjadi satu juga walaupun terdiri
dari pada 3 susunan, akan
tetapi pada hakekatnya satu juga, ialah rokok,
ketiganya tidak dapat
terpisah, melainkan berpadu menjadi satu (tunggal).
Demikian juga halnya dengan
Trinitas itu.
A: Misal atau perumpamaan
yang saudara berikan walaupun dianggap benar,
tetapi tidak tepat.
B: Jadi bagaimana, saya
minta dibantah kalau tidak tepat.
A: Saya tidak akan
membantah, malah saya hargai pendapat saudara itu. Saya
hanya ingin bertanya
mengenai perumpamaan yang saudara kemukakan tadi.
Tetapi pertanyaan saya ini,
minta diberi jawaban yang tepat.
B: Baik, semoga saya bisa
menjawabnya.
A: Tadi saudara memberikan
perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan
dengan Trinitas.
B: ya, betul begitu.
A: Saya ingin bertanya, dan
saya sekarang sedang merokok. Apakah batang
rokok ini, rokok-kah atau
bukan.
B: Ya. Betul batang rokok
A: Apakah apinya rokok ini,
rokok-kah atau bukan.
B: Bukan
A: Apakah merahnya api pada
rokok ini rokok-kah atau bukan.
B: bukan
A: Nah, sekarang saya
tanyakan lagi: Apakah Tuhan Bapak itu
Tuhan atau
Bukan
B: Ya, betul Tuhan
A: Apakah Anak Tuhan (Yesus)
itu Tuhankah (tuhan bapak) atau bukan
B: Bukan
A: Apakah Rohul Kudus itu
Tuhankah atau bukan
B: Mestinya bukan juga.
A: Kalau saudara mengatapak
apinya rokok itu bukannya Rokok dan merahnya
rokok ini bukan rokoknya,
maka jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan
rohul kuduspun bukan Tuhan.
B: Ya,
A: Kecuali sekiranya saudara
ada menyebutkan: Apinya rokok ini adalah rokok,
maka adalah saudara berkata
: Yesus itu adalah Tuhan dan Rohul Kudus itu pun
tuhan juga.
B: Ya, betul tepat sekali
jawaban bapak.
A: Sekarang bagaimana
kepercayaan saudara, apakah Yesus itu Tuhan atau
bukan.
B: Bukan!
A: Apakah Rohul Kudus itu
Tuhankah atau bukan.
B: Terang bukan Tuhan!
A: Kalau begitu masihkah
saudara berkeyakinan terhadap Trinitas.
B: Sudah Lenyap!
A: Kalau sudah lenyap,
lantas bagaimana.
B: ya, keyakinan saya
sekarang, hanya ada SATU TUHAN
A: Jadi saudara mempercayai
bahwa TUHAN TUNGGAL
B: Seharusnya demikian; saya
percaya bahwa Tuhan itu Tunggal, Tidak ada
Tuhan yang lain lagi.
A: Yang dimaksudkan Tuhan
oleh saudara, apakah Tuhan Allah atau bagaimana.
B: Tentu saja Tuhan ALLAH
A: Pada pertemuan yang lalu,
saudara telah mengaku kebenaran Nabi Muhammad
SAW selaku utusan Allah.
B: Ya, saya tidak berdusta
A: kalau begitu saudara telah
mengakui bahwa: "Tidak ada Tuhan melainkan
Allah, dan Muhammad adalah
Utusan Allah"
B: Betul, saya mulai saat
ini masuk Islam, menjadi penganut Agama Islam, dan
termasuk ummatnya Nabi
muhammad SAW.
HADIRIN DENGAN SUARA
SERENTAK: Alhamdulillah, Alhamdulillah, saudara
Antonius sekarang menjadi
saudara kita.
A: Saudara yang hadir ikut
menyaksikan sendiri, bahwa pada malam ini tangal
18 Maret 1970 jam 10.15
menit malam, saudara Antonius telah masuk Islam.
HADIRIN : Kami telah
menyaksikan.
A: Saya minta saudara
Antonius membacakan "Kalimah Syahadah", saya bacakan
dulu lalu saudara diharap
mengikutinya menyebutkan pengakuan.
"Asyhadu Anlaa ilaa ha
Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah"
Tahukah saudara artinya.
B: Ya, tetapi sebaiknya saya
minta dituntun membacanya, pertama-tama bapak,
supaya tidak keliru.
"Saya menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan
melainkan Allah dan saya
mengaku sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Pesuruh
Allah".
A: Betulkah saudara-saudara
yang hadir
HADIRIN: Betul. Cukup, sudah
sah Islamnya.
A: Marilah kita bersama-sama
berdo'a dan memanjatkan syukur kehadirat Allah
SWT dan diharap saudara
Antonius dan saudara-saudara yang hadir semuanya
mengucapkan Amien.
Setelah doa dibacakan, saya
harap saudara-saudara yang hadir berjabatan
tangan dengan saudara
Antonius selaku saudara kita yang baru. Apakah nama
saudara Antonius masih ada
lanjutannya.
B: Nama saya yang sebenarnya
"Antonius Widuri"
A: Bolehkah saya tambah
tanpa mengubah nama yang asal (aslinya)
B: Ya, saya setuju
A: Saya tetapkan nama
saudara sekarang "Antonius Muslim Widuri". Jadi
ditambah dengan kata Muslim.
B: Saya terima namanya
menjadi namanya dan cocok buat saya.
A: Saudara-saudara yang
hadir tentu sudah mendengar juga tambahan nama ini.
HADIRIN: Nama itu wajar dan
cocok, bagus.
A: Bersediakah saudara
melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan ajaran-ajaran
Islam lainnya.
B: Selaku seorang islam,
saya wajib mentaati ajaran-ajaran Islam menurut
kemampuan (kemampuan saya).
A: Terima kasih. Apakah
saudara ingin memberikan sekedar sambutan atau
menyampaikan beberapa buah
kata besok malam, karena ada kawan yang akan
mengadakan sekedar
selamatan.
B: Baiklah, saya penuhi
besok malam.
SAMBUTAN PADA
MALAM SELAMATAN
SDR. ANTONIUS
MUSLIM WIDURI.
Ass. Wr. Wb.
Bapak Kyai Bahaudin Mudhary
dan suadara-saudara yang kami muliakan,
saudara-saudara yang telah
ikut serta menyaksikan pertemuan (diskusi) antara
bapak Kyai Bahaudin Mudhari
dengan kami, antara seorang Islam dan Kristen
Roma Katolik yang telah
berlangsung selama beberapa malam yang diakhiri
masuknya
saya dalam agama Islam,
ajaran agam Allah SWT. Yang Maha Tunggal, menjadi
penganut ajaran Nabi
Muhammad SAW, maka dengan ini kami menyatakan syukur
kehadirat Allah SWT. Dan
terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan
kepada bapak Kyai Bahaudin
Mudhary yang memberikan waktunya
selama beberapa malam, yang
membawa manfaat kepada kita bersama.
Di samping itu kami harus
mengakui pula, selama diskusi berlangsung dengan
tertib dan lancar, kami
merasa kagum atas keterangan-keterangan dan
penjelasan-penjelasan dari
bapak Kyai Bahaudin Mudhary.
Kagum kami rasakan oelh
karena beliau hafal diluar kepala tentang ayat-ayat
Bibel dan logika yang
digunakan oleh beliau adalah logika debat, jujur dan
obyektif dan didikuti pula
penjelasan-penjelasan
ilmiah yang kesemuanya itu
tak mungkin ditolak oleh akal dan jiwa yang sadar
untuk membuktikan kesadaran
lahir dan batin, mengetuk dan membuka jiwa kami
dan akhirnya membawa
keyakinan kami
kepada agama Islam.
Saudara-saudara menyaksikan
sendiri, bahwa kami menjadi pemeluk dan penganut
agama islam, adalah
bukan karena paksaan, bukan
karena pengaruh dari dari siapapun, bukan karena
tekanan, bukan karena
keadaan, bukan karena ada
maksud yang lain dan bukan karena ajakan, diminta
atau meminta, melainkan
adalah dari hasil pertemuan,
pertumbuhan dari hasil diskusi dengan tujuan
mencari kebenaran dan
keyakinan beragama.
Kebenaran dan keyakinan
beragama yang kami miliki sekarang ini, adalah hasil
dari penelitian dan
penyelidikan serta pertimbangan-pertimbangan dari hasil
diskusi yang menggunakan
waktu tidak sedikit
berlangsung beberapa malam
lamanya. Dan disamping itu pula kami menggunakan
kitab-kitab agama
maupun kitab-kitab lainnya
dan majalah-majalah yang senantiasa memuat
artikel-artikel tentang agama
Kristen, yang ikut membantu
kami dalam meneliti ajaran ajaran agama Islam,
bukan karena ikut-ikutan
melainkan dengan
penyelidikan,penelitian dan pertimbangan-pertimbangan
dengan mempergunakan
waktu yang tidak sedikit
sebagaimana saudara-saudara telah menyaksikan
sendiri. Malah bagi saudara
saudara yang mengikuti
"diskusi" dari muali sampai pada malam ini,
saudara-saudara menyaksikan
sendiri
betapa gigihnya kami
mempertahanakan keyakinan kami selaku pemeluk agama
Kristen Roma Katolik
dalam pertemuan itu. Namun
kegigihan kami itu lama-lama menjadi pudar
setelah dikikis sedikit demi
sedikit oleh bapak Kyai
Bahaudin Mudhary. Beliau hanya menggunakan kitab
Bibel untuk menghadapi
sanggahan-sanggahan kami.
Namun akhirnya kami sendiri yang menyerah. Tidak
salah kalau beliau
pernah menyinggung dengan
ucapan "senjata makan tuan". Kami akhiri sampai
disini saja dan selanjutnya
kami mohon dengan hormat,
sudi bapak-bapak dan saudara-saudara memberikan
bimbingan kepada
kami yang masih hijau dalam
ajaran-ajaran Islam.
Dengan bimbingan bapak-bapak
dan saudara-saudara itu pasti akan membawa kami
menjadi pemeluk
agama Islam yang setia,
taat, taqwa sehingga kelak dihadapkan Alloh SWT.
Sekali lagi kami
menghaturkan terima kasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
SAMBUTAN
KH. BAHAUDIN MUDHARY
Ass. Wr. Wb.
Saudara-saudara
Kami bersyukur kehadirat
Alloh SWT. diikuti panjatan do'a semoga saudara
Antonius Muslim Widuri
selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan
tentang keislaman sehingga
dapat juga ikut serta
melakukan da'wah Islamiyah
di kemudian hari.
Kami menyatakan terima kasih
kepada :
1. Saudara Markan dengan
keikhlasannya mendampingi saudara Antonius Muslim
Widuri memberikan
penjelasan-penjelasan selam diskusi
berlangsung. Dan disamping itu,
saudara Markan dengan foto
tustelnya telah mengabadikan diskusi ini
selaku kenang-kenangan.
2. Saudara Abd. Latif,
Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat
weslag, naskah,sejak dari
mula
pertama kali hingga diskusi ini berakhir.
3. Saudara Suroto yang
memberikan bantuannya berupa tape recorder
4. Saudara-saudara pengurus
Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara
yang telah menyaksikan
walaupun diskusi ini sengaja kami tidak
dengan undangan malah oleh kami
direncanakan dengan cara
bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan
biasa pribadi dengan pribadi
saja, akan tetapi oleh
karena
saudara-saudara mungkin mendengar
selentingan kabar lalu ingin
menyaksikan. Syukur
diskusi ini
berlangsung dengan lancar dan tertib,
disebabkan bantuan
saudara-saudara.
5. Saudara A. Zainudin
dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar
penawar haus.
6. Saudara A. Rofiq dan
saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah
menyediakan santapan
sekedar selamatan.
Semoga amal-amal saudara
yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda
dari Alloh SWT. amin.
Saudara-saudara,
Perasaan kami sulit
dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap
tingal di dalam badan rasa
(gevoelslichaam) tak mungkin
lenyap dan dilenyapkan.
Saudara-saudara,
merubah kepercayaan, merubah
keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan
enteng. Akan tetapi bukan
pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang
mustahil itu tidak mesti
mustahil untuk mencapai hasil
yang diinginkan. Akan tetapi
usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit
ketabahan dan kesabaran
,tidak sedikit energi, tidak
sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. Sebab
usaha dalam hal itu Alloh
melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu
menganugrahkan karunia dan
petunjukNya atas hamba yang
dikehendakiNya.
Selanjutnya kita harus
selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama. Kita
tidak mempersoalkan
"mayoritas" atau "minoritas" dibidang agama, melainkan
peranan kita ialah di bidang
"dakwah" dengan
segala macam corak dan
bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku.
Setiap individu masyarakat,
bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam
lingkungan maupun di dalam
negara, akan senantiasa mengalami kesulitan di
dalam seluruh bangsa itu
sendiri.
Dulu Pemerintah kolonial
Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke
daerah yang kuat
keislamannya, pemerintah Kolonial tidak memberikan izin
masuk agama Kristen baik
Katolik maupun
Protestan, padahal Ratu
Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda
kerap kali dipegang
oleh orang Katolik. Presiden
Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam
pidato kenegaraan pada
tgl 17 Agustus 1967 antara
lain beliau berkata:" Bangsa Indonesia
sungguh-sungguh merasa
bahagia,bahwa kita mempunyai tradisi yang baik
mengenai toleransi agama
ini".
Semoga dicukupkan sekedar
sambutan kami ini.
Wass. Wr. Wb.
SURAT PENGAKUAN
Kami pembuat surat pengakuan
ini,
Bernama : Antonius
Widuri
Kelahiran :
Yogja
Umur : 30 tahun (1970)
Agama : Kristen
Sejak tanggal 9 Maret 1970
sampai dengan 18 Maret 1970 (selama
waktu 9
malam) terus-menerus, atas
kemauan sendiri kami telah
bersoal-jawab (berdiskusi) dengan bapak
Kyai
Bahaudin Mudhary, guru
pesantren di Sumenep (Madura), maka dengan ini kami
menyatakan dengan ikhlas,
mulai tanggal 18
Maret 1970, kami telah
berpindah agama dari penganut agama
Kristen Roma
Katolik menjadi penganut
agama Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat :
" Asyhadu Alla Ilaaha
Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadar
Rasulullah "
(Saya bersaksi bahwa tidak
ada Tuhan melainkan Alloh, dan saya mengakui
bahwa Nabi Muhammad adalah
utusan Alloh)
Pengakuan, dan kepindahan
kami dari penganut agama Kristen Roma Katolik
menjadi pemeluk agama Islam
kami nyatakan sebenarmya dengan rasa penuh
keikhlasan dan kesadaran
lahir batin, tanpa ada
paksaan maupun pengaruh dari
siapapun, melainkan dari hasil penelitian dan
pertimbangan yang
menimbulkan keikhlasan, setelah bersoal-jawab yang cukup
memuaskan, disamping
menelaah buku-buku agama Islam dan majalah Islam.
Semoga Alloh SWT. memberikan
taufik dan petunjuknya atas kami dalam
mengamalkan
perintah-perintah dan ajaran-ajaran agama Islam.
Sumenep., tgl 18 Maret 1970
Yang meng-Islam-kan
Kami yang
membuat pengakuan
( Kyai Bahaudin
Mudhary )
( Antonius Muslim
Widuri )
Saksi :
1. A. Marzuki
2. Muh. Nawir Rasyidi
3. Abd. Latif
4. M. Ahya
5. Muh. Hatta
6. M. Markan
7. R.H. Abd. Azis
8. A. Zainuddin.
PERJALANAN ROHANI ANTONIUS MUSLIM WIDURI
Sebagaimana yang dia tuturkan pada Editor (waktu tidak disebutkan dalam
buku)
Setelah kesaksianku bahwa tiada tuhan yang haq disembah selain Alloh,
dan
Muhammad adalah RasulNya, kesan yang teramat dalam menyapa rohaniku.
Saya
semakin yakin akan kebenaran Islam. Semakin pasrah
tiada tugas yang dapat terselesaikan selain atas ridhoNya jua.
Sebelum menjadi muslim, saya sering dihantui perasaan ragu, kurang puas
dan
bimbang, sehingga membuatku mengambang dan kecewa. Tak ada target yang
terarah apalagi kokoh. Ibarat orang mandi yang
tidak merata airnya, hingga tidak mendapatkan kesegaran.
Siraman rohani keislaman menjadikan saya dan keluarga benar-benar
merasakan
kenikmatan dan kemantapan hidup. Segala persoalan dan ganjalan
kehidupan
yang dulunya tidak teratasi, seakan lenyap
dan mudah, lantaran mendapat ridho Alloh SWT. Saya selalu teringat
pesan
Bapak Kyai Bahaudin (Almh.)
yang menganjurkan padaku untuk terus meningkatkan ilmu keislaman
sekaligus
berdakwah dengannya,agar amal-amalku senantiasa meningkat pula. Beliau
nasihatkan itu kepadaku dengan penuh kasih sayang hingga membuatku
begitu
terharu dan merasakan kehangatannya, seakan saya sebagai anaknya.
Oleh karena itu, betapa saya merasa sangat kehilangan sepeninggal
Beliau.
Rasanya tidak ada lagi tenpat untuk bertanya, yang mampu memberikan
jawaban
yang teduh dan pas.
Ada banyak nasehat dan pesan-pesan yang disampaikan oleh bapak Kyai
Bahaudin
kepadaku yang hingga kini masih terngiang-ngiang ditelingaku. Akan
tetapi
ada satu pesan dari Kyai Bahaudin yang hingga kini
masih saya amalkan yaitu sholat tahajjud di malam hari. Setelah saya
benar-benar istiqomah (selalu) denganNya, rasanya amaliah yang satu ini
tumbuh menjadi kebutuhan yang tak dapat ditunda. Alhasil, semua itu
ikut
membekali ketenangan dan kedamaian hidup saya.
Sungguh kedamaian itu saya terima dan saya nikmati sebagai karunia yang
begitu agung dalam kehidupanku. Tanpa terasa, kiranya saya telah
membuktiakn
janji Alloh dalam firmanNya :
" Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang tahajjudlah kamu
sebagai suatu
ibadah tambahan
bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu
mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
(QS,Al-Isra:79)
Semakin dalam agama Islam saya masuki, semakin meyakinkan padaku bahwa
Islam
agama yang maha
sempurna, tidak satupun agama lain yang memiliki hal serupa. Contoh
kecil,
dengan hadirnya doa-doa dalam detik-detik kehidupan, sesederhana
apapun,
semua dibahas dan diajarkan. Dari doa berkumpul
(suami istri), saat bangun tidur, hingga pada setiap aktifitas kerja
lainnya.
Akhirnya, saya sikapi hidup ini dengan ikhlas dan berpasrah dengan
ridhoNya.
Tugas sehari-hari kami
di kantor yang cukup melelahkanpun bisa terselesaikan dengan sukses dan
memuaskan.
Sungguh, saya telah mencermati Islam dan merasakan adanya perpautan
kental
antara akal dengan kedalaman rasa di hati, perpaduan usaha denga takdir
dan
keserasian antara fikir dengan zikir.
Alhamdulillah.
RIWAYAT HIDUP
KYAI HAJI BAHAUDIN
MUDHARY (1920 - 1979)
Lahir di Sumenep 23 April 1920 dan berpulang keRahmatullah 4 Desember
1979
di Surabaya.
Meski ia belum pernah mereguk pendidikan alam pesantren, namun kadar
kebesarannya berangkat dari benih pengaruh kuat ayahandanya - KH. Ahmad
Sufhansa Mudhary - yang ulama dan teman berbincang dari kakaknya alm.
K.
Abdul hamid Mudhary, yang sama sekali tidak pernah mengenyam sekolah
formal
ataupun Pesantren, kecuali berkhidmat kepad ayahandanya saja. Alhasil,
beliaupun mampu mereguk ilmu keislaman di samping mahir bahasa Arab,
Belanda
dan Jepang.
Jabatan yang pernah diembannya antara lain, Komandan Sudanco, Ketua
Muhammadiyah, Ketua Masyumi
Wedana di Bangkalan serta ketua Perserikatan Muslim Tionghoa di Madura
(sekarang PITI).
Almarhum dalam kesehariannya sangat sederhana lagi bersahaja. Ia juga
humoris dengan petuah yang penuh warna "parigan" (sesemmon
Madura). Ada
pesan menjelang akhir hayatnya yang hingga kini menjadi pegangan putra
dan
cucu-cucunya;" jangansesekali meninggalkan sholat, selalu rukun
dan
memelihara tali silaturahim serta jangan berebut harta pusaka, usahakan
setiap malam sholat lail (tahajjud)."
Seusai menamatkan Kweek School Muhammadiyah di Yogjakarta tahun 1940,
tokoh
ulama jawa timur ini
terus menimba ilmu sambil menekuni buku literatur berbahasa Arab,
Inggris,
Jerman, Belanda, Perancis, Cina dan Jepang, teristimewa yang erat
kaitannya
dengan filsafat dan kerohanian.
Ulama ahli metafisika yang memiliki "kasyf" tsb. Juga amat
terampil
memafhumi hampir seluruh alat musik mulai petik ,gesek, tiup sampai
tutus
piano. Muasal kelangkaan ilmunya, alhasil orang menyebut "Tera Ta
Adamar" (bhs Madura) bermakna benderang tanpa pelita, lantaran
bertumpu
pijak yang berkhidmat pada ladang spiritual terutama ibadah sholat
sebagai
mi'rajnya kaum muslimin menuju titik sumbu Rabbul Izzati.
Itulah sebabnya hakikat ilmu letaknya bukan di kepala tetapi di hati.
Semasa hayatnya diamalkan untuk pendidikan dan dakwah Islamiyah. Tahun
1947
memangku sebagai Komandan Resimen Hizbullah, dua tahun kemudian
mendirikan
Yayasan Pesantren Sumenep. Berikutnya
tahun 1954 Ketua Muhammadiyah cabang Sumenep, Kepala SMA Yayasan
Pesantren,
mengajar bahasa
Jerman dan Perancis di SMA Sumenep sekitar thn 1960 - 1965 serta dosen
di
IKIP Negeri dan pernah mendirikan Akademi Metafisika. Hingga akhir
hayatnya,
selain mengasuh Pesantren Kepanjin Sumenep
juga menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Sumenep, Ketua Umum GUPPI
Jawa
Timur, Ketua MUI
Jawa Timur dan anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur. Bayak buah penanya,
senantiasa mewarnai langgam
kehidupan rohaninya yang mapan.






0 komentar:
Posting Komentar